Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Minggu, 27 September 2015

Stratifikasi Sosial



STRATIFIKASI


Stratifikasi merupakan hasil kebiasaan hubungan antar manusia secara teratur dan tersusun, sehingga setiap orang, setiap saat mempunyai sitiuasi yang menentukan hubungannya dengan orang lain secara vertical maupun mendatar dalam masyarakatnya.

Dengan demikian peranan yang diambil oleh orang dalam masyarakatnya ditentukan oleh situasi kelompok.

Mengenai situasi individu dalam kelompok mauoun dalam masyarakat luas, F. Znaniecki berpendapat bahwa situasi dapat ditinjau dari 2 (dua) segi, yaitu:
      1.         Dari segi subyektif:
       Penilaian pribadi, sesuai interpretasi dan konsep pribadi;
       2.       Daro segi obyektif:
       Penilaian oleh masyarakat yang ditentukan oleh factor kebudayaan.

Kenyataan bahwa manusia mempunyai dua segi kehidupan, yaitu:
      1.       Segi public life/kehidupan publik; maupun
      2.       Kehidupan pribadi, merupakan cirri yang membedakan manusia dari binatang.

Justru dalam kehidupan bermasyarakat ataupun public life-nya, maka manusia belajar untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan nilai dan keadaan yang sebenarnya, yang sering tidak diinginkannya.

Berbeda dengan manusia yang mempunyai kemampuan ini, binatang hanya bersifat pasif terhadap lingkungannya, yaitu dapat menerima keadaannya.

Manusia dengan kemampuan untuk menerima dan menyesuaikan diri, mengambil tindakan yang lebih aktif dalam hidupnya.

Dalam setiap masyarakat akan ditentukan atau berkembang dengan sendirinya suatu stratifikasi social, hanya masyarakat yang sangat kecil dan homogeny tidak mempunyai stratifikasi.

Sumber:
Astrid S. Susanto, 1983, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Bina Cipta.


Sistem Pengetahuan



SISTEM PENGETAHUAN

System pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makhluk social marupakan suatu akumulai dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami:
      a.       Alam sekitar;
      b.      Alam flora di daerah tempat tinggal;
      c.       Alam fauna di daerah tempat tinggal;
      d.      Zat-zat bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
      e.      Tubuh manusia

f.        Sifat-sifat dan tingkah laku sesame manusia; dan
      g.       Ruang dan waktu.
      h.      Untuk memperoleh Alam flora di daerah temapt tinggal;

 Pengetahuan tersebut di atas manusia, maka melakukan tiga cara, sbb:
       a.       Melalui pengalaman dalam kehidupan social;

Pengetahuan melalui pengalaman langsung ini akan membentuk kerangka pikir individu untuk bersikap dan bertindak sesuai dengan aturan yang dijadikan pedomannya; 

      b.      Melalui pengalaman yang diperoleh baik pendidikan formal/resmi (disekolah) maupun dari pendidikan nonformal (tidak resmi), seperti:
1.       Kursus-kursus,
2.       Penataran-penataran, dan
3.       Ceramah;
      c.       Melalui petunjuk-petunjuk yang bersifat simbolis yang sering disebut sebagai komunikasi simbolis;

Sumber:
Elly M. Setiadi, Kama A. Hakam, Ridwan Effendi, 2013, Ilmu Sosial Budaya Dasar, Kencana, Prenadamedia Group, Bandung.

Sifat Kelompok



SIFAT KELOMPOK

Sifat kelompok, dapat dibagi:
      a.       Unsocial               (tidak sosial);
      b.      Pseudo-social    (social semu);
      c.       Anti-social           (anti sosial)
      d.      Pro-sosial            (pro sosial)

Sumber:
Astrid S. Susanto, 1983, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Bina Cipta.

Proses Menguasai Dalam Masyarakat



PROSES MENGUASAI

Ross membagi proses menguasai dalam 8 macam:
      1.       Kekuasaan orang tua terhadap anaknya.
      2.       Kekausaan kaum tua terhadap golongan muda umumnya.
      3.       Kekuasaan lelaki terhadap istrinya.
      4.       Kekuasaan lelaki terhadap perempuan umumnya.
      5.       Kekuasaan prajurit terhadap buruh.
      6.       Kekuasaan orang kaya terhadap orang miskin.
      7.       Kekuasaan sekutu yang kuat terhadap sekutu yang lain.
      8.       Kekuasaan pihak yang menang terhadap yang menyerah.

Sumber:
Hasan Shadily, 1984, Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia, Bina Aksara, Jakarta.

Proses Masyarakat



PROSES MASYARAKAT

Pembagian proses masyarakat:
      1.       Proses mengikat (associative, integrative), yaitu mendekati, ikat-mengikat, bersatu.
      2.       Proses memisah (dissociative, differentiative), yaitu bercerai, berpisah hidup masing-masing.
      3.       Proses campuran atau pertengahan, yang tidak dapat dengan tegas dimasukkan dalam a atau b dan kadang-kadang juga berisi arti a dan b.

Sumber:
Hasan Shadily, 1984, Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia, Bina Aksara, Jakarta.