Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Tampilkan postingan dengan label Pengantar Ilmu Pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Ilmu Pemerintah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Tugas Pengantar Ilmu Pemerintahan

Pengantar Ilmu Pemerintahan

1.       “Manajemen pemerintahan yang baik dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari proses dan dari hasilnya..” (Laurence Lynn). Manajemen pemerintahan (public management) merupakan faktor utama dalam suatu administrasi publik. Dikatakan demikian karena ia merupakan instrument untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan sarana dan prasarana yang ada, termasuk organisasi serta sumber dana dan sumber daya yang tersedia. (Sumber: Bun Yamin Ramto, Inovasi Kebijakan Publik sebagai Strategi Menghadapi Dinamika dan Global. (Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam Ilmu Pemerintahan FISIP-UNPAD, 1997,hlm 14).
Pertanyaan:
a.        Apa makna public management pada konsep pertama tersebut ?
b.       Apa perbedaan dan persamaannya  dengan leadership ?
c.        Dapatkah dua peran tersebut difungsikan oleh satu orang dalam kompetensi pengembangan organisasi ?
d.       Apa tujuan utama instrument ini dibentuk, yaitu dalam organisasi besar seperti  pemerintah atau negara ?

2.       Manajemen pemerintahan yang baik juga pasti tercermin dari keterkaitan dan komitmen yang berwenang kepada kepentingan rakyat serta kesungguhan hati dan konsentrasi dari pihak eksekutif dengan penuh rasa tanggung jawab (responsibility) dan tanggung urai (accountability). Rakyat tidak rela melihat pemerintah sebagai “penguasa”, tetapi sebagai pelindung, pengayom (guides) dan pelayan (servents) bagi rakyat.  Karena itu fungsi manajemen pemerintahan tidak hanya mengatur (to regulate atau to govern) tetapi melayani (to serve) kepentingan publik dalam menjalin terciptanya keamanan dan kesejahteraan (security and prosperity). Sumber: Edi Siswandi, Birokrasi Masa Depan, Menuju Tata Kelola Pemerintahan Yang Efektif dan Prima, Mutiara Press, Bandung, 2012, hlm 56.
Pertanyaan:
a.        Berikan contoh dan jelaskan singkat keterkaitan dan komitmen menurut konsep tersebut ?
b.       Mengapa rakyat tidak rela bahwa pemerintah itu sebagai  penguasa ?
c.        Apa makna pemerintah bukan hanya to regulate atau to govern tetapi to serve ?

3.       Dalam konteks desentralisasi dan otonomi daerah, keberhasilan pemerintah (daerah) dilihat dari seberapa jauh kebutuhan nyata masyarakat dapat dipenuhi..(Tjahya Supriatna).  Secara fundamental, pemberian penyelenggaraan desentralisasi dan pemberian otonomi daerah dimaksudkan untuk mengoptimalkan fungsi pemerintahan. Menurut K.J. Davey, meliputi: Pemberian pelayanan, Fungsi  pengaturan, Fungsi pembangunan, Fungsi perwakilan, Fungsi koordinasi:
a.        Jelaskan singkat masing-masing fungsi tersebut !
b.       Fungsi apa yang paling fundamental, bila dikaitkan dengan kebutuhan nyata masyarakat, apa alasannya ?
c.        Jelaskan singkat, bilamana konsep tersebut di atas dikorelasikan dengan salah satu pendapat French & Raven, tentang Reward Power !  

Keterangan:
1.       Bagi yang telah memiliki blog, berikan informasi kepada kami alamat blog serta nomor HP saudara  guna untuk kepentingan tracer study.
2.       Berikan analisis Saudara minimal satu nomor pada blog dosen yang telah disediakan, terimakasih.

Senin, 25 Juni 2012

Materi 56, Pengantar Ilmu Pemerintahan, Masyarakat Sipil


56. Masyarakat Sipil

Untuk membangun pemerintahan yang demokratis sangatlah penting ada jaminan satu akses yang memungkinkan keterlibatan dan keikutsertaan masyarakat dalam proses-proses pembuatan keputusan.

Sebuah masyarakat sipil yang kuat adalah suatu prasyarat bagi demokrasi yang kuat, sekalipun diakui bahwa demokrasi mengizinkan berdirinya pengelompokan dan organisasi-organisasi  yang memiliki ide dan sikap yang justru bertentangan dengan perdamaian, toleransi, dan prinsip-prinsip demokrasi itu sendiri.

Memperhatikan pengecualian ini, sangatlah perlu untuk memperbaiki kepasitas masyarakat sipil dengan memperbaiki peran, funssi, dan posisi organisasi-organisasi mastyarakat sipil di Indonesia.

Sebagai tambahan, struktur resmi pembuatan keputusan harus diperbaiki dengan memperkuat alat-alat pembuatan keputusan baik yang sudah ada maupun yang tradisional, dan dengan memperhatikan sepenuhnya aspirasi rakyat.

Hal ini dapat dilakukan sebagai bagian dari “paket reformasi” yang akan menyertakan, misalnya penguatan media dengan meningkatkan akses mereka akan informasi.

Perubahan lain akan didapatkan melalui reformasi jangka panjang, seperti perubahan pada kurikulum-kurikulum sekolah, khususnya dalam bidang-bidang yang diajarkan sebagai ideology negara namun justru berdampak buruk bagi penerapan nilai-nilai demokrasi.

Sumber:
………….., Lembaga Internasional untuk Bantuan Demokrasi dan Pemilu (International IDEA)  Penilaian Demokratisasi di Indonesia, Pengembangan Kapasitas Seri 8, Forum Untuk Reformasi Demokratis, 2000, h. 5-6

Materi 55, Pengantar Ilmu Pemerintahan, Kritik Terhadap Teori Rostow


55 KRITIK TERHADAP TEORI ROSTOW

S. Kuznets, dia mengatakan bahwa Teori Rostow itu harus mempunyai ciri-ciri empiris serta setiap tahap harus cukup menunjukkan perbedaan dan adanya analisis dari setiap tahap untuk memasuki tahap berikutnya.

Sebagai contoh menurut Kuznets adanya kekaburan antara setiap saat seperti tahap prasyarat lepas landas dan lepas landas itu sukar dibedakan.

Selain itu menurut Kuznets bahwa teorinya Rostow itu belum jelas menunjukkan, dalam masyarakat yang bagaimana hal itu dapat terjadi.

Namun demikian apabila dilihat dari contoh-contoh yang disampaikannya jelas adanya pengalaman negara maju, dan Rostow ingin menunjukkan pula kepada pengalaman yang akan terjadi untuk negara-negara yang sedang membangun.

Menurut Kuznets melihat kurang pentingnya membedakan tahap lepas landas dengan tahap sebelum atau sesuadahnya dengan pertimbangan bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat bukan dimulai dari tahap lepas landas tetapi telah berlangsung pada tahap sebelumnya.

Sebagai contoh apabila suatu negara mempersiapkan diri  untuk pembangunan yang lebih maju, maka pada waktu yang bersamaan telah terjadi pembangunan yang pesat.

Atau dilain pihak Kuznets melihat adanya perbedaan antara pengalaman berbagai negara karena sejarah negara itu sendiri.

Sebagai akhir dari kritik Kuznets terhadap teorinya Rostow ialah tahap yang terjadi setelah lepas landas akan terjadi pembangunan self- substained yaitu proses yang akan berjalan dengan sendirinya akan menciptakan kekuatan untuk mewujudkan pembangunan.

Hal ini menurut Kuznets adlah gejala gejala umum dari proses pembangunan sebab proses pembangunan adalah proses adu kekuatan antara factor-faktor yang mendorong pembangunan dan faktor- factor yang menghambat.

Jadi proses itu bukanlah suatu yang terjadi secara otomatis menciptakan tarap peningkatan ekonomi.

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, Mirrian Syofian, Muchtar Machmud, Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta, 1987, h. 2.33.

   

Materi 54, Pengantar Ilmu Pemerintahan, Tahap Konsumsi Tinggi


54. Tahap Konsumsi Tinggi

Pada masa ini masyarakat menekankan kepada masalah-masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat,  masdan bukan lagi kepada masalah produksi.

Dalam hal ini ada tiga tipe tujuan masyarakat yang saling bersaing dalam mendapatkan sumber-sumber yang tersedia berikut dengan dukungan politik diantaranya:
1.       Memperbesar pengaruh atau kekuasaan Negara tersebut terhadap Negara lainnya;
2.       Menciptakan suatu kesejahteraan yang lebih merata (walfere state), kepada segenap penduduk melalui system perpajakan yang progresif di mana semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar pula pajak yang dikenakan kepadanya;
3.       Memperluas konsumsi masyarakat di atas konsumsi biasa atau sederhana seperti makan atau konsumsi barang tahan lama maupun barang mewah.

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, Mirrian Syofian, Muchtar Machmud, Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta, 1987, h.2.33.


Materi 53, Pengantar Ilmu Pemerintahan, Masa Sesudah Lepas Landas

53. MASA SESUDAH LEPAS LANDAS

Tahap sesudah lepas landas ialah merupakan arah kedewasaan di mana masyarakat telah menggunakan teknologi modern secara efektif dalam sector-sektor industry dan pemanfaatan kekayaan alam.

Sector ekonomi berkembang dengan munculnya sektor pemimpin yang baru menggantikan sektor yang lama karena semakin mundur.

Hal ini ditentukan oleh perkembangan teknologi, kekayaan alam maupun kebijaksanaan pemerintah.

Sebagai contoh ialah Inggris yang pada waktu tahap lepas lands sektor industry tekstil digantikan oleh industry besi, mesin-mesin berat.

Ciri-ciri Negara yang telah mencapai tahap ini menurut Rostow ialah adanya struktur keahlian dalam sektor industri yang berubah, kepemimpinan yang professional dalam usaha menggantikan pemilik serta adanya kritik-kritik terhadap ciptaan industrialisasi.

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, Mirrian Syofian, Muchtar Machmud, Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta, 1987, h. 2.32.


Minggu, 24 Juni 2012

Materi 52, Pengantar Ilmu Pemerintahan, Tahap lepas Landas

52 TAHAP LEPAS LANDAS

Terjadinya tahap lepas landas dari masyarakat atau Negara berbeda-beda;
Permulaan terjadinya tahap ini ialah karena adanya perubahan yang drastic dalam masyarakat misalnya karena revolusi politik, atau kemajuan yang  pesat dari penemuan penemuan yang berupa inovasi dan peningkatan penanaman modal yang semakin bertambah;
Akibatnya ialah adanya tingkat pertambahan pendapatan nasional semakin bertambah yang diharapkan lebih  besar dari pada pertambahan penduduk;
Perkebangan beberapa Negara berlainan mas yang diperlukan:
Inggris                   1783 - 1802
Perancis               1830 - 1860
U.S.A.                   1843 - 1860
Jerman                 1850 - 1873
Swedia                 1868 - 1890
Jepang                  1878 – 1900
USSR                     1890 – 1914
Waktu yang dibutuhkan mencapai Tahap Lepas Landas adalah berkisar 20 sampai dengan 30 tahun;

Tiga ciri negara yang telah mencapai tinggal landas ialah:
1.       Penanaman modal yang produktif naik dari 5% atau kurang menjadi 10% dari produksi Nasional Netto (Net national Product – NNP);
2.       Perkembangan satu atau beberapa sector industry yang cukup tinggi;
3.       Terciptanya suatu rangkaian dasar politik, social dan institusi yang memungkinkan adanya perluasan di sektor modern  dan potensi ekonomi yang menyebabkan pertumbuhan terus berlangsung;

Rostow, membedakan pertumbuhan perekonomian menjadi 3 sektor pertumbuhan:
1.       Sektor pertumbuhan primer;
Kegiatan ekonomi yang menciptakan pertumbuhan dengan kekuatan ekspansi berbagai sektor lain;
2.       Sektor pertumbuhan suplementer;
Yang merupakan akibat dari perkembangan sektor primer;
3.       Sektor terkait;
Yang merupakan sektor pertumbuhan yang berkembang seirama dengan kenaikan pendapatan, penduduk dan industry;

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, Mirrian Syofian, Muchtar Machmud, Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta, 1987, h.2.30 -2.32.


Materi 52, Pengantar Ilmu Pemerintahan, Tahap lepas Landas


52 TAHAP LEPAS LANDAS

Terjadinya tahap lepas landas dari masyarakat atau Negara berbeda-beda;
Permulaan terjadinya tahap ini ialah karena adanya perubahan yang drastic dalam masyarakat misalnya karena revolusi politik, atau kemajuan yang  pesat dari penemuan penemuan yang berupa inovasi dan peningkatan penanaman modal yang semakin bertambah;
Akibatnya ialah adanya tingkat pertambahan pendapatan nasional semakin bertambah yang diharapkan lebih  besar dari pada pertambahan penduduk;
Perkebangan beberapa Negara berlainan mas yang diperlukan:
Inggris                   1783 - 1802
Perancis               1830 - 1860
U.S.A.                   1843 - 1860
Jerman                 1850 - 1873
Swedia                 1868 - 1890
Jepang                  1878 – 1900
USSR                     1890 – 1914
Waktu yang dibutuhkan mencapai Tahap Lepas Landas adalah berkisar 20 sampai dengan 30 tahun;

Tiga ciri negara yang telah mencapai tinggal landas ialah:
1.       Penanaman modal yang produktif naik dari 5% atau kurang menjadi 10% dari produksi Nasional Netto (Net national Product – NNP);
2.       Perkembangan satu atau beberapa sector industry yang cukup tinggi;
3.       Terciptanya suatu rangkaian dasar politik, social dan institusi yang memungkinkan adanya perluasan di sektor modern  dan potensi ekonomi yang menyebabkan pertumbuhan terus berlangsung;

Rostow, membedakan pertumbuhan perekonomian menjadi 3 sektor pertumbuhan:
1.       Sektor pertumbuhan primer;
Kegiatan ekonomi yang menciptakan pertumbuhan dengan kekuatan ekspansi berbagai sektor lain;
2.       Sektor pertumbuhan suplementer;
Yang merupakan akibat dari perkembangan sektor primer;
3.       Sektor terkait;
Yang merupakan sektor pertumbuhan yang berkembang seirama dengan kenaikan pendapatan, penduduk dan industry;

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, Mirrian Syofian, Muchtar Machmud, Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta, 1987, h.2.30 -2.32.