Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Minggu, 10 Juli 2011

Jenis dan Ragam Penelitian


JENIS ATAU RAGAM PENELITIAN

Jenis penelitian dapat diklasifikasikan menurut tujuan, pendekatan, tingkatan dan jenis data.
  1. Penelitian Menurut Tujuan;
Menurut tujuannya, penelitian dapat dikelompokkan menjadi:
1.      Penelitian Murni;
2.      Terapan
3.      Penelitian Eksploratif
4.      Developmental / Operation Research
5.      Penelitian Verifikatif

Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan, tujuan, dan tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti.

Berdasarkan tujuan, metode penelitian dapat diklasifikasikan menjadi penelitian dasar (basic research), penelitian terapan (applied research) dan penelitian pengembangan (research ang development) Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Alfabeta, 2008, h. 4.

Gay (1977) menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni (dasar) dan terapan secara terpisah, karena keduanya terletak pada satu garis kontinum (Dalam Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001, h.2).

Penelitian murni bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang bersifat praktis.
Contoh:
Pengaruh reward oleh pimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai.
 
Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang belumnya belum pernah diketahui. (Dalam Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001, h.3).

Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.

Penelitian Eksploratif / Eksploratori
Berasal dari bahasa Inggris “to explore” (menyelidiki) dengan kata lain riset eksploratori (exploratory research) bermaksud ingin menemukan faktor-faktor penyebab sesuatu itu terjadi.Sifatnya meraba-raba masalah (rugi) dan peluangnya (untungnya).

Ciri-cirinya
1.      Tujuan utamanya adalah memperoleh pandangan mendalam dan menyeluruh tentang masalah dan peluangnya yang sebenarnya, yang digunakan untuk bahan atau informasi pengambilan keputusan.
2.      Relatif tidak terstruktur, relative fleksibel, informasi yang dicari ditetapkan dengan longgar, jumlah sample kecil sehingga cenderung tidak representative, anlisis data cenderung kualitatif.
3.      Data yang diperoleh sekunder, diskusi grup terfokus, pendapat ahli, wawancara mendalam, teknik proyektif.
4.      Hasil temuan bersifat tentative (secara garis besar dan sementara).
(Diadopsi dari Malhotra (2004), dalam Istijanto, Riset Sumber Daya Manusia, PT SUN, 2005,h.22).

Penelitian Development / Pengembangan
Semua kejadian yang berhubungan dengan proses terjadinya sesuatu tersebut (dari hasil penelitian sebelumnya) baik dalam penelitian ilmu murni maupun terapan, dicatat, diteliti dan diadakan penyempurnaan, hingga ditemukannya prototype model pemecahan yang pada akhirnya dapat disebut Operation Research dan bilamana hal ini dilakukan dengan penelitian yang sama maka nama penelitian ini menjadi Penelitian Verifikatif.

  1. Penelitian Ditinjau Menurut Pendekatan
1.      Penelitian Survey
2.      Penelitian Ex Post Facto
3.      Penelitian Eksperimen
4.      Penelitian Naturalistik
5.      Policy Research (penelitian policy)
6.      Action Research (penelitian tindakan)
7.      Penelitian Evaluasi
8.      Penelitian Sejarah

Penelitian Survey
Kerlinger (1973) mengemukakan bahwa, penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data sampel yang diambil dari populasi  tersebut sehingga ditemukan kejadian-kejadian relative, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel…(Dalam Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001, h.3).

Penelitian Ex Post Facto
Suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti suatu peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang melalui data tersebut untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului atau menemukan sebab-sebab yang mungkin atas peristiwa yang diteliti.
Contoh penggunaan logika dasar Jika……, maka…………

Penelitian Eksperimen
Suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat dan umumnya dilakukan pada laboratorium.

Penelitian Naturalistik
Sering disebut juga dengan metode Kualitatif, yaitu digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alami, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, hasil penelitian lebih menekankan pada makna.

Policy Research (penelitian policy)
Dimulai karena adanya masalah, yang dimiliki oleh para administrator / pemimpin atau pengambil keputusan dalam suatu organisasi atau masyarakat.

Majchrzak (1984) mendefinisikan penelitian policy adalah suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah (Dalam Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001, h.4)

Action Research (penelitian tindakan)
Penelitian ini memfokuskan pada masalah lokal (local problem atau local setting) yang dilakukan dengan tujuan untuk melakukan perubahan atau menguji prosedur yang diperkirakan dan dipertanggungjawabkan dalam situasi tertentu.

Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah:
1.      Situasi;
2.      Perilaku;
3.      Organisasi
4.      Struktur mekanisme kerja
5.      Iklim kerja
6.      Pranata

Penelitian Evaluasi
Penelitian ini merupakan penjelasan dari suatu fenomena atau bagian dari proses pembuatan keputusan yang membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standard program yang telah ditetapkan, dilakukan pada evaluasi formatif yang mekankan pada proses, feedback dari suatu aktivitas atau sumatif  yaitu menekankan pada efektivitas pencapaian program.

Penelitian Sejarah
Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang telah berlangsung dimasa lalu, data dapat diperoleh dari data primer (orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu), atau data sekunder atau dukumentasi-dukumentasi waktu itu.

Tujuannya untuk merekonstruksi kejadian masa lalu secara sitematis, obyektif sehingga detemukan fakta-fakta untuk menyusun kesimpulan, untuk menjawab kapan kejadian itu berlangsung dan siapa pelakunya serta bagaimana prosesnya.


  1. Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi
Yaitu penelitian yang menjelaskan bagaimana variable-variabel yang diteliti itu menjelaskan obyek obyeknya melalui pengumpulan data, mengevaluasi, menferifikasi, menganalisis dan mengintepretasikannya untuk menyusun kesimpulan.

Peneitian ini meliputi:
1.      Penelitian Deskriptif
Berasal dari kata “to describe” yang berarti tujuan utamanya menggambarkan sesuatu.  Umumnya penelitian ini dilakukan pada variabel mandiri.
Contoh :
Perilaku Legislatif, Sikap Masyarakat, Pelayanan Publik.
Hasilnya:
Perilaku Legislatif condong Arogan
Sikap Masyarakat condong Apatis
Dan Pelayanan Publik condong Kurang Baik
Dan biasanya adalah sebagai kelanjutan Riset Eksplorasi yang dijalankan sebelumnya.

Ciri-ciri penelitian deskriptif:
a.       Tujuan Penelitiannya menggambarkan profil, sikap, motivasi, tingkat kepuasan karyawan, aliran komunikasi.
b.      Sifatnya terstruktur, formal, informasi yang dicarai ditetapkan dengan jelas, jumlah sample besar dan representatif, analisis data kuantitatif, sering kali merupakan riset lanjutan dari eksplorasi.
c.       Data yang dimiliki data sekunder, survey dan observasi
d.      Hasil temuan berupa kesimpulan, yang dijadikan masukan untuk pengambilan keputusan
(Diadopsi dari Malhotra (2004), dalam Istijanto, Riset Sumber Daya Manusia, PT SUN, 2005,h.22).
     
2.      Penelitian Komparatif
Suatu penelitian yang bersifat membandingkan, yaitu Variabel mandiri yang dibandingkan adalah Sampel Respondennya.

3.      Penelitian Asosiatif  atau Kausalitas
Penelitian ini minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan, dapat bersifat simetris, kausalitas dan interaktif.

Ciri-ciri penelitian ini:
a.       Tujuan, untuk menentukan atau membuktikan hubungan sebab akibat
b.      Terstruktur, formal, yang dicari ditetapkan dengan jelas, jumlah sample besar dan representative, analisis data kuantitatif, terjadi manipulasi satu atau lebih variable independent.
c.       Metode Eksperimen
d.      Hasil temuan berupaya memberi kesimpulan, membantu pengambilan keputusan.
(Diadopsi dari Malhotra (2004), dalam Istijanto, Riset Sumber Daya Manusia, PT SUN, 2005,h.22).


  1. Penelitian Menurut Jenis Data
1.      Jenis data Kualitatif
Data kualitatif berbentuk kata atau kalimat yang diangkakan, yaitu terdapat pada skala pengukuran, pernyataan/pertanyaan yang memerlukan alternatif jawaban, misalnya: sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju yang masing-masing diberi label: 4,3,2,1.

Penelitian ini diperkenalkan kurang lebih tahun 1990, metode ini juga dinamakan metode baru, karena popularitasnya belum lama.

Dinamakan metode postpositivostik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme.

Juga disebut metode artistik, karena penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan juga disebut metode interpretative karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan dilapangan.

Kritik terhadap metode ini  tidak sistematis, sangat individual, kurang ilmiah, dan sukar dilakukan pelacakan terhadap data yang terkumpul, namun dengan segala perjuangan para ilmuan maka pendekatan ini diterima oleh masyarakat ilmiah.

Model penelitian ini yang terkenal di Indonesia adalah Model Naturalistic, dalam penelitian ini tidak mengharamkan menggunakan angka, menurut Suharsimi Arikunto (2002) menuliskan Namun demikian tidak berarti bahwa dalam penelitian kualitatif ini peneliti sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan angka (Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, 2002, h. 10)

Penelitian ini terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Pengambilan data atau penjaringan fenomena dilakkan dari keadaan yang sewajarnya ini dikenal dengan sebutan “pengambilan data secara alami natural”. Penelitian ini mensifati keterliabatan langsung peneliti di lapangan, dan penelitian ini kurang atau tidak membenarkan untuk menyebarkan angket atau mewakilkan pada orang lain dalam pengambilan data.

Ciri-ciri Penelitian Kualitatif
a.       Subyek sampel, sumber data atau yang disebut kejelasan unsur tidak mantap dan rinci, artinya masih fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan (emergent)
b.      Langkah penelitian baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai
c.       Hipotesis tidak dikemukakan sebelum penelitian, tetapi dapat lahir selama proses penelitian berlangsung / tentatif, dan hasil penelitiannya terbuka.
d.      Desain penelitian fleksibel dengan langkah dan hasilnya belum dapat dipastikan sebelumnya.
e.       Pengumpulan data harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
f.        Analisis data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.


2.      Jenis data Kuantitatif
Sesuai namanya penelitian ini banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran, analisis data, serta penampilan / laporan serta hasilnya.

Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif
a.       Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal.
b.      Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan disusun, sehingga jelas langkah-langkah penelitiannya dan hasil yang diharapkan.
c.       Hipotesis yang akan diuji sudah disiapkan untuk meramalkan hasilnya
d.      Pengumpulan data, memungkinkan untuk diwakilkan
e.       Analisis data dilakukan sesudah semua data terkumpul

Metode ini juga disebut metode tradisional, karena sudah lama dikenal dan digunakan. Juga disebut metode Positivistik, karena berlandaskan pada filsafat positivisme.

Juga metode ini disebut sebagai metode ilmiah/scientific karena memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu:
a.       Konkrit / empiris
b.      Obyektif
c.       Terukur
d.      Rasional
e.       Sitematis

Metode ini juga disebut Metode Discovery, karena dengan metode ini ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru

3.      Gabungan


Daftar Pustaka
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial, Airlangga University Press, 2001.
Istijanto, Riset Sumber Daya Manusia, PT SUN, 2005.
Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Alfabeta, 2008.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, 2002.



Kamis, 07 Juli 2011

Proposal Penelitian


PROPOSAL PENELITIAN (DESAIN RISET)

Sugeng Rusmiwari
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tunggadewi Malang

PENELITIAN
§Penelitian merupakan pekerjaan ilmiah yang harus dilakukan secara: sistematis,teratur dan tertib, baik mengenai prosedurnya maupun dalam proses berfikir tentang materinya (Handari Nawawi, Mimi Martini, Penelitian Terapan, Universitas Gajah Mada University Press, 1993, h.1)

TUJUAN DILAKUKAN PENELITIAN
§Menemukan kebenaran yang obyektif;
§Bentuknya pengujian hipotesis atau pemecahan masalah;
§Pembuktian sesuatu yang semula beklum ada;
§Menemukan data atau imformasi yang bersifat empiris;
§Diterima sesuai dengan akal sehat (common sense) manusia;

Penulisan Karya Ilmiah
Penulisan Karya Ilmiah merupakan salah satu ciri pokok kegiatan Perguruan Tinggi.
Melalui penulisan karya ilmiah, anggota masyarakat akademik pada suatu perguruan tinggi dapat mengkomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, dan hasil penelitian

Masyarakat Akademik         :
Bagi Mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri untuk penyelesaian Sarjana (S1), Studi Magister (S2) atau Doktor (S3), maka mereka dipersiapkan untuk menulis skripsi, tesis atau disertasi berdasarkan kajian penelitian, dan anggota komisi pembimbing skripsi, tesis atau promotor disertasi Doktor menjadi target audience.

Jenis-jenis Laporan Karya Tulis Ilmiah di Perguruan Tinggi
1.  Disertasi:       Karya tulis ilmiah dalam suatu bidang studi yang ditulis oleh mahasiswa Program Doktor (S3)
2.  Tesis :            Karya tulis ilmiah dalam suatu bidang studi yang ditulis oleh mahasiswa Program Magister (S2)
3.  Skripsi:          Karya tulis ilmiah dalam suatu bidang studi yang ditulis oleh mahasiswa Program Sarjana (S1)
4.   Artikel Ilmiah: Suatu tulisan yang dibuat oleh mahasiswa pada akhir program studinya yang didasarkan pada skripsi, tesis, disertasi yang telah ditulisnya.
5.   Makalah        : Karya ilmiah yang merupakan hasil pelaksanaan tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen
6.   Laporan Penelitian: Karya ilmiah yang berisi paparan tentang proses dan hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitian



HAKIKAT PENELITIAN
Upaya yang dilakukan dengan sengaja, formal, dan sistematis untuk menemukan kebenaran,  serta  dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah guna mengembangkan ilmu murni (pure science) yang dapat.

Penelitian seperti ini disebut:
§Penelitian teoritis (Theoritical Research) atau
§Penelitian murni (Pure Research) atau
§Penelitian Dasar (Basic Research)

PENELITIAN DILAKUKAN DENGAN TUJUAN PRAKTIS
§Penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah secara praktis;
§ Penelitian ini disebut Penelitian Terpakai/ Terapan (Applied Research) atau Penelitian Tindakan (Action Research);
   (Handari Nawawi, Mimi Martini, Penelitian Terapan, Universitas Gajah Mada University Press, 1993, h.2)

CIRI-2 PEMIKIRAN ILMIAH CIRI-2 PENELITIAN ILMIAH
§CIRI-2 PEMIKIRAN ILMIAH: Empiris, Rasional, Abstraktif
§ Penelitian Ilmiah: usaha memperoleh informasi melalui pengamatan-2 empiris, yang dapat digunakan untuk pengembangan secara sistematis, menetapkan dalil-2 yang berkaitan secara logis untuk menetapkan hubungan sebab akibat hubungan antar variabel.

Keaslian penelitian
§  Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali.
§  Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).

PENGERTIAN DESAIN RISET
Desain riset adalah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan studi yang disusun secara detail yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan menganalisis serta menginterpretasikan data.

PEMBAGIAN DESAIN RISET
§Riset dapat dibagi 3 jenis:
§Riset Ekploratif / Ekploratori
§  Infomrasi atau data yang dicarai untuk mengetahui permasalahan awal atau ada tidaknya masalah
§Riset Deskriptif
§Bertujuan menggambarkan
§Riset Kausal
§Menguji sebab akibat

RISET EKSPLORATIF - EKPLORATORI
§Bersifat meraba-raba masalah
§Bertujuan untuk memperoleh panadangan yang mendalam dan menyeluruh tentang masalah kompetensi
§Hasilnya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan
§Biasanya ditindak lanjuti dengan penelitian 2 berikutnya yaitu deskriptif dst.

TUJUAN, CIRI-2 RISET EKPLORATIF
§Tujuan Menemukan masalah
§Memberikan pemahaman atau pandangan terhadap masalah
§Ciri-2 nya relatif tidak terstruktur, relatif fleksibel, informasi yang ditetapkan dengan longgar
§Jumlah sampel kecil
§Analisis data condong kualitatif

METODE DAN HASIL TEMUAN RISET EKSPLORATIF
§Metode yang digunakan data sekunder, diskusi group terfokus, pendapat ahli, wawancara mendalam, teknik proyeksi;
§Hasil temuan, bersifat tentatif (secara garis besar dan sementara)

RISET DESKRIPTIF
§Bertujuan menggambarkan sesuatu
§Contoh Profil Kepemimpinan terhadap Motivasi dan Prestasi Dosen serta Mahasiswa, dst
§Jadi juga dapat mengungkapkan kepuasan Dosen atau Mahasiswa terhadap Pimpinannya

CIRI-2 dan METODE, HASIL  RISET DESKRIPTIF
§Ciri-2 nya Terstruktur, Formal, Informasi yang ditetapkan ditentukan dengan jelas, jumlah sampel besar dan representatif
§Mendata atau mengelompokkan sederet unsur yang terlihat sebagai suatu bentuk persoalan bidang yang ada;
§Seringkali berupa riset lanjutan dari eksplorasi
§Metode: data sekunder, survey, observasi;
§Hasil / temuan berupa kesimpulan yang merupakan temuan masukan untuk mengambil keputusan

PENGGUNAAN LANGSUNG DATA / INFOMRASI DESKRIPTIF DENGAN TUJUAN
§Informasi deskriptif dapat difokuskan secara langsung pada suatu pokok teoritis;
§Informasi deskriptif membolehkan perluasan konsep-2 suatu perspektif teoritis yang ada pada temuan-2 yang membuktikan kebenaran prediksi yang dibuat dalam teori;
§Informasi deskriptif dapat menggaris bawahi faktor-2 metodologis yang penting dari data yang dikumpulkan

RISET KAUSAL
§Bertujuan membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dari variabel-2 yang diteliti
§Variabel yang mempengaruhi dapat disebut variabel independen
§Variabel yang dipengaruhi dapat disebut variabel dependen

CIRI-2, METODE, HASIL RISET KAUSAL
§Terstruktur, formal, informasi yang dicari ditetapkan dengan jelas, jumlah sampel besar dan representatif, analisis data kuantitatif, terjadi manipulasi satu atau lebih variabel;
§ Metode Eksperimen
§Hasil / temuan berupaya memberi kesimpulan, membantu pengambilan keputusan

UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN
lJudul
lLatar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan)
lTujuan dan Manfaat
lTinjauan Pustaka
lLandasan Teori
lHipotesis
lMetode penelitian
lJadwal penelitian
lDaftar Pustaka
lLampiran

FORMULASI PROPOSAL PENELITIAN
§PERMASALAHAN  UP TO DATE,
§KAJIAN TEORI RELEVAN DAN MUTAKHIR DAN ASLI
§METODE KUANTITATIF, menguji teori dan hipotesis secara empiris, teori  dan budaya masyarakat
§METODE KUALITATIF, menghasilkan teori atau Hipotesis
§SUMBER DANA PENELITIAN, RENCANA ANGGARAN PENELITIAN;  kriteria dan standar peneliti, jenis  dan topik   penelitian
§BIDANG KEILMUAN / KOMPETENSI PENELITI
Judul proposal penelitian
§Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian.
§karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca.
§Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi.

Latar belakang
§Mengapa kita memilih permasalahan ini?
§Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?

Rumusan permasalahan
§Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan
§Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)—bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri.

Tujuan dan Manfaat Penelitian
lmengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik;
lmeluaskan generalisasi suatu temuan tertentu;
lmenguji validitas suatu teori;
lmenutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada;
lmemberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan;
lmemperbaiki metodologi yang keliru;
lmemperbaiki interpretasi yang keliru;
lmengatasi kesulitan dalam praktek;
lmemperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa).

Faedah yang diharapkan
§Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara.
§Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada.
§Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?

Landasan Teori dan Hipotesis
§Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis.
§Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti.

KEBUTUHAN TEORI
§Teori dibutuhkan sebagai pegangan-pegangan pokok secara umum (Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Penerbit Tarsito, Bandung, 1980, h.63)
§Teori dapat dirumuskan dengan kekuatan yang berbeda tarafnya dari teori yang lain…
            (Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Penerbit Tarsito, Bandung, 1980, h.67)

TEORI DIPANDANG BAIK
§Sebuah teori dipandang lebih baik dari teori yang lain apabila teori yang pertama itu dapat memberi penjelasan yang logik, lebih sesuai dengan fakta atau fenomena. (Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Penerbit Tarsito, Bandung, 1980, h.67)

TEORI YANG BAIK
§Teori yang baik…
§(a). Apakah teori tersebut mampu menjelaskan fenomena-fenomena yang penting dalam bidang yang diteliti;
§(b) apakah penjelasan itu dapat diberikan dengan tegas dan bersahaja serta;
§(c) apakah dengan penjelasan itu dapat diketemukan sesuatu yang baru. (Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Penerbit Tarsito, Bandung, 1980, h.70-71)

PENELITI MENYUSUN TEORI SEMENTARA
§Sebelum sampai pada sebuah dalil (yang berarti teori yang terbukti kebenarannya), seorang penyelidik mula-mula membuat teori sementara. Dengan teori yang bersifat sementara ini, ia mencari data dan melihat apakah teori yang sementara itu benar ataukah salah. Selama data belum terkumpul, ia berpedoman pada teori sementara itu sebagai petunjuk sementara kearah pemecahan masalah. (Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Penerbit Tarsito, Bandung, 1980, h.68)

Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya
Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:
§a) dirumuskan secara singkat tapi jelas;
§b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;
§c)  didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).

Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian
§Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.

Daftar Pustaka dan Lampiran
§Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian.
§Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri.
§Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.

Tinjauan Pustaka
Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi:
§untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap);
§untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya);
§untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”);
§untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap);
§untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”);
§untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).


Rabu, 06 Juli 2011

Masalah Penelitian


PERMASALAHAN PENELITIAN
   MASALAH PENELITIAN SEBAGAI DASAR MENGAPA PENELITIAN DILAKUKAN
   PERMASALAHAN DITUANGKAN DALAM LATAR BELAKANG PENELITIAN
   LATAR BELAKANG DIMULAI DARI HAL YANG BERSIFAT UMUM KEMUDIAN MENGERUCUT KE PERMASALAHAN YANG LEBIH SPESIFIK

HUBUNGAN ANTARA KETEPATAN MASALAH DAN PEMECAHANNYA
SUMBER PERMASALAHAN DALAM PENELITIAN:
Bersumber dari kehidupan sehari-hari.
Adanya penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan
Terdapat penyimpangan antar rencana dan kenyataan
Terdapat pengaduan
Adanya persaingan

Bersumber pada buku atau penelitian sebelumnya
Untuk penyempurnaan
Untuk verivikasi
Untuk pengembangan

Permasalahan yang baik:
1.   Bermanfaat
2.   Dapat dilaksanakan
3.   Kemampuan teori dari peneliti
4.      Waktu yang tersedia
5.      Tenaga yang tersedia
6.      Dana yang tersedia
7.      Adanya faktor pendukung
8.      Tersedianya Data
9.      Tersedianya ijin dari pihak yang berwenang
10.  Adanya Faktor Pendukung
11.  Tersedianya Data
12.  Tersedianya ijin dari pihak berwenang

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah
a.       Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda
b.      Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih.
c.       Rumusan masalah hendaknya dinyatakan dalam kalimat tanya


Beberapa kesalahan yang terjadi dalam memilih permasalahan penelitian:
  1. Permasalahan penelitian tidak diambil dari akar masalah yang sesungguhnya
  2. Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai dengan kemampuan peneliti baik dalam penguasaan teori, waktu, tenaga dan dana.
  3. Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai dengan faktor-faktor pendukung yang ada.

PEMBATASAN MASALAH:
Agar penelitian dapat mengarah ke inti masalah yang sesungguhnya maka diperlukan pembatasan penelitian sehingga penelitian yang dihasilkan menjadi lebih fokus dan tajam

Berkaitan dengan perumusan masalah ?
Apa permasalahan utama sehingga perlu dilakukan penelitian?
Apakah tujuan dilaksanakannya penelitian ?
Apakah datanya bisa diperoleh ?
   Apakah kita mempu untuk melakukan penelitian dilihat dari biaya, tenaga, waktu dan latar belakang teori ?
Apakah dapat memperoleh untuk mendapatkan ijin penelitian?
Berapa banyak informasi yang sudah kita peroleh ?
Apakah masih perlu dilakukan studi pendahuluan ?

Masalah Penelitian
   Tahap paling krusial, sebab tujuan akan menjawab permasalahan. Kalau permasalahan tidak jelas , penelitian tidak bisa dilakukan dengan baik.
   Penemuan masalah harus dibarengi dengan pemecahan masalah.
   Proses penemuan masalah: Identifikasi bidang, pemilihan pokok masalah, dan perumusan masalah.

Tipe Masalah Penelitian
  1. Masalah dalam lingkungan organisasi
  2. Masalah dalam area tertentu suatu organisasi.
  3. Persoalan teoritis untuk menjelaskan fakta.
  4. Peramasalahan yang perlu jawaban empiris.

Kriteria Masalah
Merupakan Bidang masalah dan topik yang menarik.
Signifikansi secara teoritis dan praktis.
Dapat diuji melalui pengumpulan data dan analisis data.
Sesuai dengan waktu dan biaya.



Sumber Penemuan Masalah
Kajian teoritis
Kajian Empiris

Perumusan Masalah
Rumusan harus jelas dan tegas.
Tidak ambiguitas
Mengekspresikan hubungan antara dua variabel atau lebih.
  Masalah penelitian harus tampak dan dirasakan sebagai suatu tantangan bagi peneliti untuk dipecahkan dengan mempergunakan keahlian atau kemampuan profesionalnya
  Masalah penelitian merupakan kondisi yang menunjukkan kesenjangan (gap) antara peristiwa atau keadaan nyata (das sain) dengan tolok ukur tertentu (das sollen) sebagai kondisi ideal atau seharusnya bagi peristiwa atau keadaan tertentu.
  Masalah penelitian adalah keraguan yang timbul terhadap suatu peristiwa atau keadaan tertentu berupa kesangsian tentang tingkat kebenarannya suatu peristiwa atau keadaan
  Untuk membantu peneliti muda dalam usaha mennyeleksi dan merumuskan masalah dan sub-masalah yang patut dibahas secara ilmiah ada beberapa kriteria yang perlu mendapat perhatian :
Masalah penelitian harus dipilih yang berguna untuk diungkapkan.
Masalah yang dipilih harus relevan dengan kemampuan atau keahlian peneliti.
Masalah penelitian harus menarik perhatian untuk diungkapkan.
Masalah penelitian sedapat mungkin menghasilkan sesuatu yang baru.
  Masalah penelitian harus dipilih yang dapat dihimpun datanya secara lengkap dan obyektif.
Masalah penelitian tidak boleh terlalu luas, tetapi juga tidak boleh terlalu sempit

MEMILIH MASALAH PENELITIAN
Masalah yang dipilih untuk penelitian khususnya dalam rangka menyusun Skripsi  atau Tugas Akhir yaitu masalah atau fenomena yang mengandung kesenjangan

Kesenjangan adalah ketidak cocokan antara :
   Kenyataan     dan    Harapan yaitu suatu yang semestinya menurut kaidah-kaidah keilmuan dan atau kewajaran, ketentuan yang merupakan konsep, Variabel, teori atau hukum yang berlaku.

Masalah tersebut harus disusun menjadi kalimat judul, suatu kalimat yang singkat,padat tetapi menyatakan secara spesifik inti kandungan didalamnya yang akan dijadikan judul Skripsi atau Tugas Akhir.

Pada umumnya judul Skripsi atau Tugas Akhir mengandung beberapa elemen :
Variabel bebas
Variabel terikat
Subjek penelitian
Domiisili subjek

Variabel-variabel itulah yang sebenarnya menjadi objek penelitian.

II. PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Perumusan masalah penelitian dapat dilakukan dalam 2 (dua) cara :

1.  Dalam bentuk Problem Statement mengacu pada Jalur Penelitiannya
     a.  Belum mengetahui deskripsi tentang ………. ( Variabel terikat)
     b.  Belum dapat menjelaskan tentang ………… (variabel terikat)
     c.  Belum menemukan metode atau teknik tentang ……(Variabel terikat) secara
          efisien dan efektif
     d.  Belum mengetahui sejauh mana derajat keberadaan fenomena …..

2.  Dalam bentuk Research Question :
     a.  Bagaimana deskripsi tentang ........
     b.  Bagaimana penjelasan tentang ……..
     c.  Bagaimana metode atau teknik untuk ………
     d.  Sejauh mana masalah tersebut ……..

Perumusan masalah merupakan salah satu indikator potensi pikir peneliti
a.  Curiosity  : Rasa ingin mengetahui suatu realita yang terjadi
b.  Creativity : Rasa ingin menemukan sesuatu yang baru atau mengembangkan
                        sesuatu yang sudah ada menjadi yang lebih baik.

PERUMUSAN MASALAH
III. RINCIAN MASALAH PENELITIAN
Masalah penelitian  yang telah dirumuskan perlu dirinci secara :
     * Jelas            * Tegas            * Konkrit         
                                                        Sampai     Tingkat operasional

Agar memudahkan penelitian dan atau mencari jawabannya.

Dalam hal ini penulis dituntut untuk memahami  :
    Konsep-konsep yang berkaitan dengan masalah tersebut
    Komponen / bagian / elemen dari masalah yang menjadi objek penelitian.
    Karena bangun komponen   itulah yang diterapkan pada masalah.

Komponen suatu fenomena / masalah dapat berupa  :
A.  Wujud dari benda / zat
B. Suatu proses
C.  Suatu fungsi

Sedangkan komponen adalah  :
A.  Unsur-unsurnya
B.  Ciri-cirinya
C.  Sifat-sifatnya
Pengetahuan berupa deskripsi suatu fenomena khusus digambarkan oleh :
Unsur-unsur,  Ciri-ciri  dan  Sifat-sifatnya

RINCIAN MASALAH PENELITIAN

CONTOH RINCIAN MASALAH :
  Pendaftaran siswa baru secara online
  Elemen-elemen  :
  1.  Web site tentang Profile Sekolah
  2.  Form Pendaftaran Siswa Baru
       a.  Nama lengkap
       b.  Jenis kelamin
       c.  Tempat dan tanggal lahir
       d.  Alamat tempat tinggal orang tua
       e.  Nama sekolah dan alamatnya
       f.   Program Kejuruan yang dipilih
  3.  Alamat e-Mail Panitya Penerimaan Siswa Baru
  4.  Jadwal Penerimaan pendaftaran
  5.  Jadwal Kegiatan calon siswa baru
       a.  Test Seleksi Calon siswa baru
       b.  Tanggal pengumuman hasil seleksi
       c.  Kelengkapan syarat pendaftaran
       d.  Registrasi (Biaya pendaftaran, batas tang-
            gal registrasi)
       e.  Kalender Pendidikan
       f.  Jadwal rapat orang tua siswa baru

HUBUNGAN PERUMUSAN MASALAH
DENGAN MAKSUD PENELITIAN
 PERUMUSAN MASALAH

  Belum mengetahui deskripsi fenomena tertentu secara konkrit pada situasi dan
   kondisi tertebtu.
    Belum mengetahui deskripsi dari sejumlah fenomena yang terjadi secara umum secara abstrak dan universal.
    Belum dapat menjelaskan terjadinya fenomena secara umum, abstrak dan universal
    Belum menemukan metode dan teknik mencapai suatu tujuan secara praktis,   efektif dan efisien

           
MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN
Maksud Penelitian berpijak pada
Perumusan masalah,
karena maksud Penelitian merupakan konsekwensi logis dari perumusan masalah.

Maksud penelitian menunjuk pada apa yang akan  dikerjakan atau dilakukan dalam penelitian tersebut dan pada operasionalisasi metode penelitian yang akan digunakan
Tujuan Penelitian berpijak pada Identifikasi masalah dan menunjuk pada Hasil apa yang ingin dicapai oleh pekerjaan atau tindakan tersebut
Tujuan penelitian menunjuk pada macam pengetahuan apa yang ingin dicapai oleh operasionalisasi metode penelitian.

TUJUAN PENELITIAN
Hasil yang diharapkan dapat dicapai adalah pengetahuan-pengetahuan yang merupakan JAWABAN terhadap masalah yang dirumuskan

Jadi kalau Maksud penelitian merupakan upaya menjawab masalah yang telah dirumuskan, maka Tujuan Penelitian menunjuk pada HASIL JAWABANNYA

Pemaparan Tujuan Penelitian harus jelas dan tegas dalam hal menekankan tingkat pengetahuan mana yang akan dicapainya :

    Pengetahuan deskriptif khusus : sejauh mana kedalaman unsur-unsurnya, ciri-ciri dan sifat-sifatnya
    Pengetahuan deskriptif umum :  sejauh mana luas cakupannya, jumlah variasi situasi dan kondisinya.
    Pengetahuan eksplanatif teoritis : sejauh mana fakta-fakta yang tercakup di dalamnya dan pada situasi dan kondisi mana saja berlakunya.
    Pengetahuan eksplanatif praktis : sejauh mana kedalaman aplikasinya dan pada situasi dan kondisi mana berlakunya.

MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN
MANFAAT HASIL PENELITIAN

Manfaat hasil penelitian bersangkutan dengan RASIONALE yaitu manfaat jika fenomena itu berhasil diungkapkan (diketahui) ditinjau dari aspek :
A.  Teoritis
B.  Praktis / aplikatif

Tergantung dari bentuk pengetahuan yang diperolehnya
Berupa deskriptif khusus :
            a.  Pengisian kekosongan pengetahuan yang bersifat      khusus.
            b.  Menemukan tindakan yang dapat dilakukan untuk    mengatasi                                      penyimpangan-penyimpangan atau
Memecahkan persoalan-persoalan atau             mengatasi hal-hal          yang tidak diharapkan.

Berupa deskripsi umum, abstrak dan universal.
a.   Pengetahuan tentang hubungan sebab akibat, bermanfaat bagi       upaya untuk menyusun teori yaitu jalinan fakta-fakta menurut   kerangka bermakna.
b.   Setelah melalui tahap operasionalisasi, maka penemuan     tersebut dapat dijadikan dasar   melakukan diagnosis suatu    masalah sehingga dapat dicarikan jalan pepecahannya.

3. Berupa pengetahuan eksplanasi faktual :

A.  Pengetahuan tentang hubungan sebab akibat yang bersifat umum,                             abstrak dan universal sangat berguna untuk menyususn teori                          yang berperan untuk : menentukan pijakan, perumusan dan                                penjelasan teoritis, karena :
     *  Teori dimulai dari fakta
     *  Fakta dapat menolak dan mereformulasi teori yang telah ada.
     *  Fakta dapat mendefinisikan kembali dan memperjelas teori.

B.  Sebagai dasar untuk menyusus hipotesis atas dasar prinsip deduktif

4.  Berupa pengetahuan eksplanasi praktis / teknologi

     
A.  Penemuan tentang teknik atau metode untuk mencapai suatu tujuan                                yang sudah teruji secara eksperimental dapat berguna bagi                                  penyusunan teori baru.
      B.  Dapat memberi petunjuk-petunjuk operasional yang biasa disebut                                  sebagai  teknologi tepat guna atau tepat sasaran.

MANFAAT HASIL PENELITIAN

PENDEKATAN MASALAH

III. IDENTIFIKASI  MASALAH

Mengidentifikasi masalah adalah :
Merinci masalah yang telah dirumuskan secara :
     * Jelas            * Tegas            * Konkrit         
     Sampai     Tingkat operasional

Agar memudahkan penelitian dan atau mencari jawabannya.

Dalam hal ini penulis dituntut untuk memahami  :
    Konsep-konsep yang berkaitan dengan masalah tersebut
    Komponen / bagian / elemen dari masalah yang menjadi objek penelitian.

Karena bangun komponen   itulah yang diterapkan pada masalah.

Komponen suatu fenomena / masalah dapat berupa  :
A.  Wujud dari benda / zat
B.  Suatu proses
C.  Suatu fungsi

Sedangkan komponen adalah  :
A.  Unsur-unsurnya
B.  Ciri-cirinya
C.  Sifat-sifatnya

Pengetahuan berupa deskripsi suatu fenomena khusus digambarkan oleh :
Unsur-unsur,  Ciri-ciri  dan  Sifat-sifatnya

Apakah Masalah itu?           
           
Variabel yang menjadi tema pokok penelitian
Masalah  Kasus yg menjadi fokus penelitian

Suatu variabel atau kasus menjadi permasalahan penelian. jika terjadi kesenjangan antara kenyataan dan yang seharusnya dari variabel dan kasus tsb.

Bila ada informasi yg mengakibatkan munculnya kesenjangan dalam pengetahuan kita
Bila ada hasil-hasil yang bertentangan
Bila ada suatu kenyataan dan kita bermaksud menjelaskannya melalui penelitian

Pengalaman dan pengamatan
Kepustakaan yg relevan dgn studi kita
Mata kuliah yg kita programkan
Jurnal, buku, abstrak dan majalah
Seminar
Tesis dan Disertasi
Pakar, dan teman-teman

Topik yg dipilih sangat menarik
   Pemecahan masalah mempunyai kontribusi dalam labangan pekerjaan atau bidang tertentu
Merupakan hal baru
Mengundangan rancangan yg kompleks
Dapat diselesaikan dlm waktu yg diinginkan
Tidak bertentangan dengan moral

Keberartian
Belum adanya jawaban
Dapat diteliti secara ilmiah
Relevansi dengan bidang studi
Sumbangan dari masyarakat
Orisinal
Sumbangan bagi perkembangan IPTEKS

Minat peneliti
Nilai-nilai yang dianut peneliti
Tingkat reaktivitas di dalam cara pengumpulan data
Metodologi yang dipakai
Unit analisis yang dipilih
Waktu
biaya

   Didukung oleh latar belakang masalah dan pejelasan mengenai pentingnya masalah diteliti
  Memuat variabel-variabel dan kaitan antar variabel yg mjd perhatian peneliti
  Memberikan penjelasan atau definisi setiap variabel (konseptual & operasional)

Pertimbangan Penelitian
Singkat
Tepat
Jelas
Dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan
Mencerminkan adanya hubungan, pengaruh antar variabel                (kuantitatif)

Hindari
Tidak jelas
Tidak ada batasan yang jelas
Dirumuskan berdasarkan data yang ada
Mengambil masalah di luar bidang keahlian

   Bagaimana meningkatkan profesionalitas guru IPA khususnya dalam bidang penilaian hasil belajar siswa?
   Kenyataan menunjukkan masih banyak guru IPS yang belum sepenuhnya mampu menerapkan sistem penilaian yang komprehensif terutama penilaian yang sesuai dengan karakteristik IPS.