Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Rabu, 24 Agustus 2011

Seminar Hasil Hendra 24 Agustus 2011


Hasil Evaluasi  dan Revisi serta Advokasi  Seminar Hasil Penelitian

Hari/Tanggal                             Rabu / 24 Agustus 2011
Tempat di                                     Laboratorium
Ilmu Administrasi Negara  dan Otonomi Daerah
Dosen Pemb.                                Dr. Totok Sasongko, MM
                                                        Drs. Sugeng Rusmiwari, M.Si
Hasil evaluasi                             Sangat baik

Hasil Revisi dan Advokasi (Ikuti / baca dan segera dibetulkan)
Telah mendapatkan Revisi dari Dosen Pembimbing untuk diperbaiki dan menjadi acuan sementara bagi mahasiswa yang akan seminar Proposal dan Seminar Hasil,  terhitung mulai tanggal seminar dilaksanakan (Hingga ada perbaikan lebih lanjut).

Judul Penelitian                         PELAYANAN PUBLIK UNTUK
                                                        MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE
(Suatu Studi Pada Pemerintahan Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)

Nama Mahasiswa       Hendra
N i m                              2007 21 00 18
Konsentrasi                 PELAYANAN PUBLIK
Prodi                             ILMU ADMINISTRASI NEGARA
Fakultas                        ILMU SOSIAL  DAN ILMU POLITIK
Universitas                   TRIBHUWANA  TUNGGADEWI
MALANG
2011

A. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
Pemerintah mempunyai tiga fungsi utama yang harus dijalankan, yaitu, public service function (fungsi pelayanan masyarakat) development function (fungsi pembangunan), protection function (fungsi perlindungan). Dalam menjalankan fungsi tersebut maka dibentuklah birokrasi. Birokrasi merupakan suatu sistem yang dibangun oleh pemerintah agar fungsi-fungsinya yaitu pelayanan, pembangunan, dan perlindungan, dapat berlangsung dengan efektif dan efesien. Dampak dari kurang efektif pelayanan tersebut adalah timbulnya krisis multi dimensi yang dialami bangsa ini. Pemerintah dalam membangun suatu sistem birokrasi yang baik, ditandai dengan berbagai fenomena yang berkembang seperti, pungutan liar, korupsi, kolusi, red-tape, proseduralisme, patrimonial, empire building dan sebagainya. Seiring dengan maraknya kehidupan berdemokrasi kita, maka wacana tentang pelayanan publik (public service) telah menjadi isu strategis di negeri ini. Karena pelayanan Publik merupakan hak dan dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi oleh Negara. Hal ini dilakukan karena pelayanan public merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kewajiban negara untuk mensejahtrakan rakyatnya.
Terselenggara good governance merupakan persyaratan utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan cita-cita bangsa dan negara.Semangat repormasi telah mewarnai pendayagunaan aparat, aparatur negara dengan tutntunan untuk mewujudkan administrasi negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksaan tugas dan fungsi penyelengaraan pemerintah negara dan pembangunan dengan mempraktekan prinsip-prinsip good governance, Dalam rangka tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas, dan nyata.
Penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, bersih dan bertanggung jawab. Berdasarkan berbagai persoalan yang muncul dalam pelayanan publik sebagaimana diatas maka mendorong peneliti  dengan judul: PELAYANAN PUBLIK UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE (Suatu Studi Pada Pemerintahan Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)

2. Rumusan Masalah
1.       Bagaimanakah pelaksanaan pelayanan publik ?
2.       Bagaimanakah pelaksanaan good governance ?
3.       Bagaimanakah Peran Pelayanan Publik dalam Mewujudkan Good Governance di Desa Girimoyo, Kec. Karangploso, Kab. Malang ?

3. Tujuan Penelitian
1.       Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelayanan publik ?
2.       Untuk mendeskripsikan pelaksanaan good governance ?
3.       Untuk melihat Peran Pelayanan Publik dalam Mewujudkan Good Governance di Desa Girimoyo, Kec. Karangploso, Kab. Malang ?

4. Manfaat Penelitian
1.       Teoritis
Sebagai upaya kontributif mahasiswa sebagai masyarakat ilmiah dalam mengembangkan Ilmu Administrasi Negara dengan Kompetensi Pelayanan Publik.
2.       Praktis
Sebagai masukan / data ilmiah dari Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara pada Desa Girimoyo, Kec. Karangploso, Kab. Malang, dalam pengembangan Pelayanan Publik menuju terwujudnya Good Governance.

B. TINJAUAN PUSTAKA
     1.   Tampilkan Penelitian Terdahulu ?
           ………………………………….
     2.   Pelayanan Publik
Menurut.
Sinambela, 2005  ..........Lengkapi teori !
Kurniawan, 2005............ idem
Effendi, 2001…………. idem
Daerah Propinsi Jawa Timur No.11 Tahun 2005
Atas uraian diatas disimpulkan Pelayanan publik adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap jumlah manusia yang memiliki setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan dan menawarkan kepuasan, tepat waktu meskipun hasil pelayanan tidak terikat pada suatu produk secara fisik, melayani keperluan orang lain atau masyarakat yang mempunyai tanggung jawab untuk kepentingan pada organisasi serta merespon kebutuhan publik dalam penyelengara pelayanan publik.

          2. Good Governanace
Menurut Sedarmayanti, 2003………………… lengkapi teorinya !
UNDP mendefinisikan Good Governance……lengkapi teorinya !
Dwidjowito, 2003……………………………. Lengkapi teorinya !
Uraian diatas di ambi kesimpulkan bahawa good governance adalah good governance mengandung dua pengertian sebagai berikut. Pertama pemerintahan  yang baik menunjang tinggi keinginan atau kehendak rakyat, dan nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam penncapain tujuan nasional, kemandirian pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan sosial. Kedua aspek fungsional  efektif dan efisien dalam pelaksaan tugasnya untuk pencapain tujuan tersebut, menjalankan disiplan, bersih dari KKN, bertanggung jawab dan berwibawa, manajemen solid (management)  struktur, fungsi, manusia,aturan.

         C. METODE PENELITIAN

1.  Jenis Penelitian
Dalam melakukan penelitian diperlukan metode penelitian yang  disesuaikan dengan pokok permasalahan yang akan di teliti . Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini bersifat deskriptif yang mendalam (This Description) yang berupa melakukan eksplorasi dan verifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah atau unit yang diteliti (Faisal, 1992).

2. Lokasi Penelitian
                                Lokasi dari penelitian ini adalah di Kantor Desa Girimoyo, Kecamatan, Karangploso, Kabupaten Malang. Yaitu mengetahui Pelayanan Publik Untuk Mewujudkan Good Governance.
Alasan dari pemilihan lokasi ini adalah sebagai berikut:
a.       Karena dibidang pelayanan di Desa Girimoyo banyak mengalami perkembangan baik itu dalam pembangunan dan sistem pemerintahan Desa juga mengalami perkembangan.
b.       Berpotensi untuk diteliti karena permasalahan sesuai dengan tujuan penelitian.

          3. Sumber Data
1. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2008). Data primer dalam penelitian ini berupa kuesioner atau daftar pertanyaan yang diberikan ke masyarakat dan aparatur pemerintah desa yang memberikan pelayanan publik.
    Meliputi apa saja………….. ?
2. Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder data yang kita butuhkan.
      Meliputi apa saja …………. ?

4. Populasi dan  Sampel
1. Populasi
    Kutip teorinya terlebih dahulu ?
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari apa yang akan diteliti oleh sipeneliti. Pada penelitian ini populasi adalah seluruh pegawai yang bertugas di Desa Girimoyo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
2.                   Sampel
Kutip teorinya terlebih dahulu ?
Banyak sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 16 orang, 7 meliputi dari pemerintahan/aparatur dan 9 orang dari masyarakat yang memerlukan pelayanan publik.
3. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stratifite Random Sampling” artinya penentuan sampel di ambil berdasarkan stratifikasi struktur organisasi yang ada (teorinya siapa ini..... ?) dan porpusive random sampling atau sampel bertujuan (teorinya bagaimana .........?).

4. Variabel dan Indikator Penelitian
    Adapun beberapa macam variabe dan indikatorl diantaranya adalah:
Variabel Bebas (independent variable)
Kutip teori variable dan indicator terlebih dahulu………………. ?
                                Yang merupakan variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pelayanan Publik diambil dari kesimpulan yang  dikutip dari Tinjauan pustaka meliputi :
a.          Pelayanan Publik (indikator)
1.       Kegiatan
2.       Menguntungkan
3.       Tepat waktu
4.       Menawarkan kepuasan dalam layanan
5.       Pemberian pelayanan
6.       Bertanggung jawab
7.       Merespon kebutuhan masyarakat dalam pelayanan
8.       Penyelengara
9.       Untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik
Variabel Terikat (dependent variable)
                Kutip teorinya terlebih dahulu ?
                                Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah Good Good Governance (indikator)
1.       (Pemerintahan yang baik) menjunjung tinggi keinginan rakyat
2.       Menjunjung tinggi kehendak rakyat
3.       Pencapaian tujuan
4.       Pembangunan berkelanjutan
5.       Fungsional dan efektif
6.       Bertanggung jawab
7.       Menjalankan disiplin
8.       Manajemen yang solid
9.       Bersih dari KKN

5. Instrumen Penelitian/pengumpulan data
Instrumen dari penelitian ini adalah:suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena sosial yang diamati.
Observasi (kutip teorinya dan apa alas an menggunakan ini ?
Kuesioner ( idem )

6.  Penyajian Data
a.       Data pada penelitian ini, disajikan dalam  4 macam yaitu :
b.       Tabulasi silang data monografi
c.        Tabulasi silang data primer dalam bentuk tabel
d.       Analisis dan intepretasi dalam bentuk kalimat
e.        Grafik,charat dan Diagram dll

7. Teknik Analisa Data
Analisa data menurut Nazir (2003) adalah mengelompokkan, membuat suatu urutan, memanipulasi serta menyingkatkan data sehingga mudah untuk dibaca.Analisis data model Miles & Huberman (1984) dalam buku Sugiyono (2008) yaitu:
a.                       Data Reduction ( Reduki Data)
                        Reduksi data yaitu proses pemilihan pemusatan perhatian dan penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Reduksi data merupakan bentuk analisa yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan kata dengan sedemikian rupa.
                        Teorinya siapa ?
b.                       Data Display (Penyajian Data)
Dalam penelitian penelitian ini penyajian datanya dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pictogram. Penyajian data ini terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga semakin mudah difahami.
                                Teorinya siapa ?
c.        Skala Likert
Dengan Skala Likert variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Indikator dijadikan sebagai titik tolak untuk menjadi item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Skala Liktert mempunyai gradasi atau tingkatan nilai. Yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya:
a)       Sangat Baik                                  : SB        = 4
b)       Baik                                               : B           = 3
c)       Sedang                                           : SD        = 2
d)       Kurang                                           : K           = 1
               Sebutkan sumbernya : ……………………………!
d.       Conclusion Drawing / verification
Langkah selanjutnya adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.
                                Sebutkan sumbernya………………………!

D.  HASIL PENELITIAN

1.  PENYAJIAN,  ANALISIS DAN INTEPRETASI DATA

     a.  Variabel Bebas (Dependent variable) Yaitu Pelayanan Publik
Rekapitulasi Data Variabel Bebas (Indevendent Variable) Yaitu Pelayanan Publik  dapat dilihat pada  di bawah ini:
Diketahui  intervalnya adalah:
a.       25,00 - 27,00  =1 = 6,7 %
b.       28,00 - 30,5   =2 = 12,3%
c.        31,7 – 33,00  =10 =63%
d.       34,3 – 35, 5   =3 =.19%
Dari hasil kelas interval yang ditentukan maka dapat diketahui persentasi yang ditentukan yakni, A =6,7%, B =21,3%, C =63%, D =19%. Sehingga dapat dikatakan bahwa pelayanan publik baik.
Rekapitulasi Data Variabel Terikat (indevendent Variable) Good Governance  dapat dilihat  dibawah ini:
Diketahui intervalnya adalah:
              a. 24 – 26,3 = 1=6,7%
              b. 27 – 29    = 4=25%
             c. 30,00 – 33= 8=50%
             d. 34 – 36,5 = 3=18,3%
Dari hasil kelas interval yang ditentukan maka dapat diketahui persentasi yang ditentukan yakni, A =6,7%, B =25%, C =50%, D =18,3%. Sehingga dapat dikatakan bahwa Good Governance dalam pemerintahan yang baik terlaksana.
Untuk mempermudah dalam pengambilan kesimpulan, maka data dari kedua variabel tersebut data berikut ini:
Variabel                 X             A=19%,    B=63%, C=12,3%, D=6,7%
                                Y             A= 18,3% B=50%, C=25%,    D=6,7%

Dari data pada tabel 4 diatas, dapat diketahui bahwa Pelayanan Publik memiliki kecenderungan baik sebesar 63%, sedangkan Good Governanc juga memiliki kecdenderungan baik sebesar 50%.

E. KESIMPULAN DAN SARAN

     1. Kesimpulan
1.     Bahwa pelayanan publik pada pemerintahan Desa Girimoyo sudah berjalan dengan baik / cenderung baik, hasil penelitian deskriptif sebesar  63%.
2.     Sedangkan Good Governance juga cenderung baik, yaitu sebesar 50%.
3.     Bahwa Pelayanan Publik yang baik pada pemerintahan di Desa Girimoyo berperan dengan baik dalam mewujudkan  Good Governance .
     2.  Saran
                        Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, selanjutnya peneliti menyampaikan beberapa saran antara lain.
Dari hasil Intepretasi ada sebesar 13% responden menyatakan bahwa pelayanan publik Kurang Puas dan Kurang Tepat Waktu, sedangkan upaya mewujudkan  Good Governance kurang disiplin, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan lebih lanjut.

Daftar Pustaka
Harus dilengkapi ………….!
Keterangan: Mahasiswa yang akan maju seminar proposal maupun hasil ikuti standar tersebut di atas dan akan diperbaiki secara berkala ! Trims

Rekomendasi Sugeng Rusmiwari
sugengrusmiwari.blogspot.com
081 334 995 112
Malang 24 Agustus 2011

Senin, 22 Agustus 2011

Silaturahim dan Halal bi Halal


SILATURAHIM DAN HALAL BI HALAL

Assalamu’alaikum wr wb. Di Indonesia saling bersalaman, tradisi “Sembah Sungkem” (datang menghadap untuk menyatakan hormat dan bakti kepada orang tua, orang yang lebih tua, atau orang yang lebih tinggi status sosialnya) sebagai ungkapan saling memaafkan agar yang haram menjadi halal yang dilaksanakan disuatu tempat orang Indonesia menyebut “Halal Bi Halal”, (halal dengan halal, saling menghalalkan, atau saling maaf-memaafkan kesalahan dan dosa).

Dengan demikian, kalimat Halal Bi Halal, di Indonesia artinya “Boleh dengan boleh”, dan pintarnya orang Indonesia dengan mempergunakan bahasa (lafadz) Arab, padahal halal bi halal bukan Bahasa Arab tetapi telah melembaga di kalangan penduduk Indonesia dan ada statemen bahwa “bahasa itu milik bangsa, jika bangsa telah biasa menggunakannya, biasanya sudah tidak menghiraukan lagi kaidah benar-salah, sekalipun keliru dalam penggunaannya, dan pada zaman Nabi Saw., dan juga zaman-zaman sesudahnya tidak ditemukan, dan ini secara umum digunakan sebagai pengganti istilah silaturahmi (nah yang ini secara sederhana perlu dikaji ulang).  

Sekaligus yang seharusnya bagaimana ? Alangkah baiknya jika mulai dari kita dan saat ini menggunakan kalimat yang benar, berarti dan bermakna yaitu “Silaturahim atau Silaturahmi”. Banyak kelebihan dari makna ini bahwa Silaturahmi tidak karena dan hanya dilakukan setelah I’dul Fitri (seperti Halal bi halal), tetapi istilah ini akan abadi sepanjang masa hingga hari kiamat.

Yang sederhana saja, Kalimat silaturahmi dari bahasa Arab, tersusun dari dua kata silah yaitu, ‘alaqah (hubungan) dan kata al-rahmi yaitu, al-Qarabah (kerabat) atau mustauda’ al-janîn artinya “rahim atau peranakan”, seakar dengan kata al-Rahmah  “menyayangi-mengasihi”. Jadi secara harfiyah Silaturahmi artinya “Menghubungkan tali kekerabatan, menghubungkan kasih sayang, serahim (kandungan), saling saying menyayangi”.

Namun ada yang membedakan antara  Silaturahim Umum dan Silaturahim Khusus, Silaturahmi umum yaitu, silaturahmi kepada siapa saja, baik seagama maupun tidak seagama, kerabat dan bukan kerabat. Di sini kewajiban yang harus dilakukan diantaranya, menghubungi, mengasihi, berlaku tulus, adil, jujur dan berbuat baik dan lain sebagainya yang bersifat kemanusiaan. Silaturahmi ini disebut silaturahmi kemanusiaan.

Silaturahmi khusus yaitu, silaturahmi kepada kerabat, kepada yang seagama, yaitu dengan cara membantunya dengan harta, tenaga, menolong, menyelesaikan hajatnya, menengok bila sakit, memperbanyak salam, berusaha menolak kemadharatan yang menimpanya, dan berdo’a, dan membimbing agamanya karena takut adzab Allah, hal tersebut dilakukan karena iman. Dalilnya “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan:dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”. (QS. Al-Isro’[17]:26) “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk”. (QS. Yusuf [13]:21)

Dengan memperhatikan dan membandingkan dua hal di atas (Silaturahmi dan Halal bi halal) Silaturahmi lebih bermakna bahkan Syar’I, dari pada kita menggunakan kata halal bi halal. Suatu kegiatan yang mengandung nilai baik, alangkah baiknya jika diberi nama yang baik pula. Tradisi berkumpul, bersalaman, saling memaafkan yang dilakukan sebagian orang di Indonesia setelah I’dul Fitri yang suka disebut halal bi halal, lebih bermakna jika disebut Silaturahmi / Silaturahim.

Implementasi Silaturahmi secara khusus “Dari Abu Hurairah, ia berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda, ‘Hak muslim atas muslim itu enam; Apabila bertemu dia hendaklah beri salam kepadanya, apabila ia mengundangmu hendaklah penuhi dia, apabila ia bersin lalu mengucapkan alhamdulillah hendaklah kamu doakan dia, apabila sakit hendaklah kamu jenguk dia, dan apabila ia meninggal hendaklah kamu mengantar jenazahnya” (H.R. Muslim)

Terkait dengan bersin, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw. beliau bersabda, ‘Apabila salah seorang di antara kamu bersin, maka ucapkanlah: al-hamdulillah (segala puji bagi Allah). Dan hendaklah saudaranya mengucapkan: yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu). Maka hendaklah dia (orang yang bersin) mengucapkan: Yahdikumullah wayuslihu balakum (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan membereskan urusanmu)” H.R. Al-Bukhari

Kita cermati yang lain tentang Fadilah Silaturahim, dari Abu Huraerah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dimakmurkan  usianya, hendaklah ia bersilaturrahmi”. (HR. Al-Bukhari). Makna diluaskan rizkinya: Rizqi bukan hanya berbentuk harta, tapi meliputi pula ilmu, kehormatan, kesehatan, dll. Makna dipanjangkan umurnya tidak berarti umur hidupnya jadi panjang, tetapi banyak berkah didalam umurnya, ringan untuk melaksanakan ketaatan pada Allah swt. dan bermanfaat di akhirat, sehingga terus dikenang dan didoakan oleh setiap orang yang masih hidup walaupun dia sudah meninggal (terutama oleh sanak kerabat anak, cucu, dan cicit-cicitnya). Intinya sebagaimana dalam hadis yang sangat popular, Nabi saw : Apabila seseorang mati terputus segala amalnya kecuali dari 3 perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, anak shaleh yang mendoakannya (HR. Huslim)

“Harta dan anak-anak shaleh adalah perhiasan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS Al Kahfi : 46). Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi dan Rasul Muhammad, Saw, keluarga dan shahabat dan seluruh pengikutnya. Semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum wr. wb. An. Jama’ah Masjid UNITRI Malang, 081334995 112, disarikan dari berbagai sumber, mohon maaf kalau ada yang kurang perkenan, masih belajar.

Lailatul Qadar dan I'tikaf

 
 MENGGAPAI LAILATUR QADAR
DENGAN I’TIKAF

            Assalamu’alaikum wr wb.
1.      Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Allah Swt berfirman “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu ? Malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada  malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS.  Alqdr: 1-5). Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu takdir selama setahun.

2.      Waktunya
Pendapat yang paling kuat berdasarkan hadits A’isyah Ra, beliau berkata bahwa Rasulullah saw, beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramdhan dan beliau bersabda “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika Bapak dan Ibu merasa lemah atau tidak mampu, mari kita cermati riwayat Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika seorang dari kamu merasa lemah atau tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

3.      Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar
Rasullah saw bersabda “Barang siapa melakukan qiyam (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apa yang harus diperbanyak pada malam tersebut? A’isyah Ra, bahwasannya beliau bertanya “Ya Rasullah, apa pendapatmu (Rasulullah) jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?” Beliau Rasulullah saw menjawab “ Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuww tukhibbul’afwa fakfu’annii” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf dan Suka Memaafkan, maka maafkanlah hamba). (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanat sahih).
Juga dari ‘Aisyah – Ra, beliau berkata “Adalah Rasullah saw, bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) sepuluh hari terakhir yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya” (HR. Muslim).

4.      Tanda-tandanya
Dari ‘Ubaiy ra(u.pen). berkata, Rasullah saw, bersabda “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi” (HR. Muslim).
Dari Ibnu Abbas, Ra, berkata “Malam Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya sinar matahari melemah kemerah-merahan” (HR. Ath-Thayalisi… dengan sanad hasan).

5.      Makna, Hikmah (Maksud dan Tujuan) I’tikaf
Makna dan Hikmah I’tikaf, berdiam (tinggal) di atas sesuatu (Masjid) dan menegakkan ibadah. Sedangkan hikmahnya, Al-Allamah Ibnul Qayyim-rahimahullah berkata “Dan (Allah) syari’atkan I’tikaf bagi mereka, yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah dan kumpulnya hati kepada Allah, …. Hannya menyibukkan diri kepada Allah semata”.
Tujuan I’tikaf adalah agar supaya kita bertafakkur (memikirkan) untuk selalu meraih segala yang mendatangkan Ridha Allah swt. dan segala yang mendekatkan diri kepadaNya dan mendapatkan kedamaian bersama Allah swt sebagai Persiapan Kita Mengahadapi Kesepian Di Alam Kubur Kelak.
Caranya melakukan ketaatan kepada Allah di dalam Masjid (Rumah Allah) agar supaya meraih karunia dan pahala serta mendapatkan Lailatuh Qadar, dengan cara Berdzikir, Membaca Al-Qur’an, Shalat dan ibadah lainnya. Dan tempat yang paling Abdhal adalah di Masjdil Haram Mekah, Masjid Nabawi Madinah, Masjdil Aqsha Palestina.

6.      Disyari’atkan I’tikaf dan Waktunya
Disunnahkan pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun. Dalilnya bahwa Nabi saw, “Beri’tikaf pada sepuluh (hari) terakhir bulan Syawal” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan sahabat Umar ra,  pernah bertanya kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini pernah bernadzar…..aku akan beri’tikaf semalam di Masjidil Haram ?, Belaiau saw, bersabda “Tunaikanlah nadzarmu” Maka ia (Umar) beri’tikaf semalam” (HR. Bhukari dan Muslim). Juga diperbolehkan pula I’yikaf beberapa saat (tidak dalam waktu lama).  Asy Syarhul Mumti… Karya Syaikh Utsaimin).

7.      Wanita Boleh Ber I’tikaf
Wanita diperbolehkan I’tikaf di Masjid bersama suaminya atau sendirian, dalilnya sebagaimana dikatakan  A’isyah ra “Bahwasannya Nabi saw, beri’tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah Mewafatkan Beliau, kemudian istri-istri Beliau beri’tikaf sepeninggal Beliau”. (HR. Bukhari dan Abudawud). Yang perlu diperhatikan untuk Wanita adalah terikat ijin dari wali mereka, dan aman dari fitnah (hal-hal yang tidak diinginkan).  Demikian semoga bermanfaat. Amien.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
An. Jama’ah Masjid UNITRI Malang
081 334 995 112
Sumber disarikan dari Fiqh Ramadhan (Abdullah Saleh Al-Hadrami), 2010

Lailatul Qadar dan I'tikaf


  MENGGAPAI LAILATUL QADAR
DENGAN I’TIKAF
            Assalamu’alaikum wr wb.
1.      Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Allah Swt berfirman “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu ? Malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada  malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS.  Alqdr: 1-5). Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu takdir selama setahun.

2.      Waktunya
Pendapat yang paling kuat berdasarkan hadits A’isyah Ra, beliau berkata bahwa Rasulullah saw, beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramdhan dan beliau bersabda “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika Bapak dan Ibu merasa lemah atau tidak mampu, mari kita cermati riwayat Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika seorang dari kamu merasa lemah atau tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

3.      Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar
Rasullah saw bersabda “Barang siapa melakukan qiyam (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apa yang harus diperbanyak pada malam tersebut? A’isyah Ra, bahwasannya beliau bertanya “Ya Rasullah, apa pendapatmu (Rasullah) jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?” Beliau Rasulullah saw menjawab “ Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuww tukhibbul’afwa fakfu’annii” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf dan Suka Memaafkan, maka maafkanlah hamba). (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanat sahih).
Juga dari ‘Aisyah – Ra, beliau berkata “Adalah Rasullah saw, bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) sepuluh hari terakhir yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya” (HR. Muslim).

4.      Tanda-tandanya
Dari ‘Ubaiy ra(u.pen). berkata, Rasullah saw, bersabda “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi” (HR. Muslim).
Dari Ibnu Abbas, Ra, berkata “Malam Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya sinar matahari melemah kemerah-merahan” (HR. Ath-Thayalisi… dengan sanad hasan).

5.      Makna, Hikmah (Maksud dan Tujuan) I’tikaf
Makna dan Hikmah I’tikaf, berdiam (tinggal) di atas sesuatu (Masjid) dan menegakkan ibadah. Sedangkan hikmahnya, Al-Allamah Ibnul Qayyim-rahimahullah berkata “Dan (Allah) syari’atkan I’tikaf bagi mereka, yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah dan kumpulnya hati kepada Allah, …. Hannya menyibukkan diri kepada Allah semata”.
Tujuan I’tikaf adalah agar supaya kita bertafakkur (memikirkan) untuk selalu meraih segala yang mendatangkan Ridha Allah swt. dan segala yang mendekatkan diri kepadaNya dan mendapatkan kedamaian bersama Allah swt sebagai Persiapan Kita Mengahadapi Kesepian Di Alam Kubur Kelak.
Caranya melakukan ketaatan kepada Allah di dalam Masjid (Rumah Allah) agar supaya meraih karunia dan pahala serta mendapatkan Lailatuh Qadar, dengan cara Berdzikir, Membaca Al-Qur’an, Shalat dan ibadah lainnya. Dan tempat yang paling Abdhal adalah di Masjdil Haram Mekah, Masjid Nabawi Madinah, Masjdil Aqsha Palestina.

6.      Disyari’atkan I’tikaf dan Waktunya
Disunnahkan pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sepanjang tahun. Dalilnya bahwa Nabi saw, “Beri’tikaf pada sepuluh (hari) terakhir bulan Syawal” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan sahabat Umar ra,  pernah bertanya kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini pernah bernadzar…..aku akan beri’tikaf semalam di Masjidil Haram ?, Belaiau saw, bersabda “Tunaikanlah nadzarmu” Maka ia (Umar) beri’tikaf semalam” (HR. Bhukari dan Muslim). Juga diperbolehkan pula I’yikaf beberapa saat (tidak dalam waktu lama).  Asy Syarhul Mumti… Karya Syaikh Utsaimin).

7.      Wanita Boleh Ber I’tikaf
Wanita diperbolehkan I’tikaf di Masjid bersama suaminya atau sendirian, dalilnya sebagaimana dikatakan  A’isyah ra “Bahwasannya Nabi saw, beri’tikaf sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah Mewafatkan Beliau, kemudian istri-istri Beliau beri’tikaf sepeninggal Beliau”. (HR. Bukhari dan Abudawud). Yang perlu diperhatikan untuk Wanita adalah terikat ijin dari wali mereka, dan aman dari fitnah (hal-hal yang tidak diinginkan).  Demikian semoga bermanfaat. Amien.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
An. Jama’ah Masjid UNITRI Malang
081 334 995 112
Sumber disarikan dari Fiqh Ramadhan (Abdullah Saleh Al-Hadrami), 2010

Selasa, 02 Agustus 2011

Etika dan Keutamaan Salam





ETIKA DAN KEUTAMAAN SALAM


Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam termasuk salah satu Syi’ar Islam yang agung, memberikan salam berarti “mendo’akan kepada orang yang diberi salam, semoga ia selamat sejahtera”,  Nabi saw, menginformasikan akan pentingnya merajut tali persaudaraan dan mendatangkan rasa kasih sayang.
Keutamaan mengucapkan dan menebarkan salam, antara lain:
1.      Allah swt berfirman, apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu (QS. An-Nisaa’ [4], 86)
2.      Yang lain firman-Nya “…Maka apabila kamu memasuki suatu rumah hendaklah kamu memberi salam kepada (Penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik”.. (QS. An-Nuur [24], 61).
3.      Amalan yang paling utama, dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. Berkata Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi saw “Amalan apakah yang paling baik dalam Islam?” Nabi saw, menjawab “Engkau memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang telah kamu kenal maupun yang belum kamu kenal” (HR. Bukhari, 12 Muslim 39).
4.      Perintah Rasulullah saw, berdasarkan hadits, dari Baro’bin ‘Azib ra berkata “Rasulullah saw, melarang dan memrintahklan kami dalam tujuh perkara: “Kami diperintahkan untuk mengiringi jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan, menolong orang yang dizhalimi, memperbagus pembagian, menjawab salam dan mendo’akan yang bersin” (HR. Bukhari 1239, Muslim 2066, Riyadhusshalihin, 845, Ensiklopedi Ayat Al-Qur’an dan Hadits, [5]362).
5.      Mendatangkan kecintaan, berdasarkan hadits, dari Abu Hurairah ra. Bahwasannya Rasulullah saw, bersabda “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai, maukah aku tunjukkan suatu amalan jika kalian mengerjakannya, niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian” (HR. Muslim 54).
6.      Masuk surga dengan selamat, dari Abdullah bin Salam ra. Bahwasannya Rasulullah saw bersabda “Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam diantara kalian, berikanlah makan, sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah tatkala manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat” (HR. Tirmidzi 2485,dst.... Al-Albani menshohihkannya dalam Al-Irwa 569).
7.      Larangan memulai salam kepada ahli kitab, dari Abu Hurairah ra. Bahwasannya Rasulullah saw, bersabda “Janganlah kalian memulai salam kepada Yahudi dan Nashara, apabila kalian bertemu salah seorang diantara mereka..(HR. Muslim, 2167).
Hukum dan sifat salam, dari Imran bin Husain berkata “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi saw, seraya mengucapkan Assalamu’Alaikum maka Nabi saw, menjawabnya dan kemudian orang tersebut kemudian duduk, Nabi saw, berkata “Dia mendapat sepuluh pahala”, kemudian datang seorang yang lain mengucapkan Assalamu’Alaikum Warahmatullah maka Nabi saw, menjawabnya dan berkata “Dua puluh pahala baginya”, kemudian ada yang datang kembali seraya  mengucapkan Assalamu’Alaikum Warahmatullah Wa Barakatuh, Nabipun menjawabnya kembali dan berkata “Dia mendapat tiga puluh pahala” (HR. Abu Dawud 5195, ….dishohihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib 2710).
Kesimpulannya, Memulai salam dan mengakhiri salam hukumnya sunnah bagi setiap individu, menjawab salam hukumnya wajib, salam yang paling utama adalah dengan mengucapkan  Assalamu’Alaikum Warahmatullah Wa Barakatuh, hendaklah menjawab dengan yang sama atau lebih baik. Demikian pula bila seseorang mengucapkan salam dan ia merasakan bahwa salamnya tidak didengar, maka ketika itu ia disunnahkan untuk mengulangnya sebanyak dua atau tiga kali, tidak lebih. Fathul Bari 11/34, Zaadul Ma’ad 2/382). Disarikan dari Al Furqon, Edisi 9 Tahun III, Rabiul Tsani, 1425, 36-37 dan Ensiklopedi Ayat Al-Qur’an dan Hadits,  jilid 5). Demikian mudah-mudahan bermanfaat, mohon maaf bilamana ada salah, dan kebenaran hannyalah milik Allah semata, selamat mengerjakan Ibadah Puasa Ramadhan 1432 H, dengan iringan do’a semoga diterima oleh Allah swt. Amien.
Wassalamu’alaikum  wr. Wb
.
sugengrusmiwar@yahoo.coo.od
081 334 995 112