Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Selasa, 06 November 2012

Angket / Kuesioner / Daftar Pertanyaan


ANGKET / KUESIONER / DAFTAR PERTANYAAN

1.       Angket (kuesioner atau daftar pertanyaan)  merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden untuk di isi.
(Soeratno, Metodologi Penelitian, UPP, AMP YKPN, 1999, h. 96).

2.       Angket atau  kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. 
      (Suharsimi Arikunto, Rineka Cipta, Jakarta, 1998, h. 140).

3.       Angket atau kuesioner adalah usaha mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis, untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.

Sumber:
(Handari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial, Gajahmada University Press, Yogyakarta, 1998, h. 117).

Validitas dan Reliabilitas Instrumen


Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Dalam hal ini perlu dibedakan antara:
1.       Hasil penelitian yang valid dan reliable, dengan;
2.       Instrument yang valid dan reliable;

Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.

Kalau dalam obyek berwarna merah, sedangkan data yang terkumpul memberikan data berwarna putih maka hasil penelitian tidak valid.

Selanjutnya hasil penelitian yang reliable, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Kalau dalam obyek kemarin berwarna merah, maka sekarang dan besok tetap berwarna merah.

Instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.

Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meterang memang alat ukur untukmengukur panjang.

Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat.
Instrument yang reliable adalah instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Alat ukur panjang dari karet adalah contoh instrument yang tidk reliable / konsisten.

Dengan menggunakan instrument yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel.

Jadi instrument yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel.

Hal ini masih akan dipengaruhi oleh kondisi obyek yang diteliti, dan kemampuan orang yang menggunakan instrument untuk mengumpulkan data.

Oleh karena itu peneliti harus mampu mengendalikan obyek yang diteliti dan meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrument untuk mengukur variable yang diteliti.

Sumber:
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2011, hlm. 121-122.
  

Instrumen Penelitian


Instrumen Penelitian
Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena social maupun alam. Meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat kalau dinamakan membuat laporan dari pada melakukan penelitian. Namun demikian dalam skala yang paling rendah laporan juga dapat dinyatakan sebagai bentuk penelitian

Sumber:
Emory, Businees Research Methods, Richard D. Irvin Inc. 1985.

Karena pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrument penelitian. Jadi instrument penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun social yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variable penelitian.

Peneliti dalam bidang  sosial instrument penelitian yang digunakan sering disusun sendiri termasuk menguji validitas dan reliabilitasnya.
Jumlah penelitian tergantung pada jumlah variable penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti. Misalnya akan meneliti tentang “Pengaruh kepemimpinan dan iklim kerja lembaga terhadap produktivitas kerja pegawai”.

Dalam hal ini ada tiga instrumen yang perlu dibuat yaitu:
1.       Instrument untuk mengukur kepemimpinan;
2.       Instrument untuk mengukur iklim kerja;
3.       Instrument untuk mengukur produktivitas kerja pegawai;

Sumbser:
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2011, hlm. 102-103.

Cara Menyusun Instrumen Penelitian


Cara Menyusun Instrumen

Instrumen—instrumen penenlitian bidang ilmu social umumnya dan khususnya bidang administrasi yang sudah baku sulit ditemukan. Untuk itu maka peneliti harus mampu membuat instrument yang akan digunakan untuk penelitian.

Titik tolak dari penyusunan adalah variable-variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dari variable-variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, selanjutnya ditentukan indicator yang akan diukur. Dari indicator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan. Untuk memudahkan penyusunan instrument, maka perlu digunakan “matrik pengembangan instrument” dan “kisi-kisi instrument”.

Sebagai contoh misalnya variable penelitiannya “tingkat kekayaan”. Indicator kekayaan misalnya: rumah, kendaraan, tempat belanja, pendidikan, jenis makanan yang sering dimakan, jenis olah raga yang dilakukan dsb.

Untuk indikator rumah, bentuk pertanyaannya misalkan:
1.       Berapa jumlah rumah ?
2.       Di mana letak rumah ?
3.       Berapa luas masing-masing rumah ?
4.       Bagaimana kualitas bangunan rumah dan sebagainya;

Untuk bisa menetapkan indicator-indikator dari setiap variable yang diteliti, maka diperlukan wawasan yang luas dan mendalam tentang variable yang diteliti, dan teori-teori yang mendukungnya. Penggunaan teori untuk menyusun instrument harus secermat mungkin agar diperoleh indicator yang valid.

Caranya dapat dilakukan dengan membaca berbagai referensi (seperti buku, jurnal) membaca hasil-hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, dan konsultasi pada orang yang dipandang ahli.

Sumber:
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2011, hlm. 103-104.


Minggu, 04 November 2012

Latar Belakang Gagasan Reinventing Goverment


MUNCUL GAGASAN REINVENTING GOVERNMENT

Reinventing Government (Osborne dan Gaebler, 1992);
UNDP mensinyalir bahwa strategi pembangunan yg mengutamakan pertumbuhan ternyata tdk dpt menghasilkan perubahan fundamental yg menyangkut empat permasalahan pokok pembangunan:
1.    Memburuknya kondisi kemiskinan dan makin dalamnya jurang pemisah antara kelompok kaya dan kelompok miskin;
2.   Meningkatnya jumlah pengangguran;
3.   Rusaknya ikatan sosial yang ada dlm masyarakat dan;
4.   Kerusakan lingkungan

Sumber:
(Erwan Agus Purwanto, dlm Agus Dwiyanto, Mewujudkan Good Governace, Melalui Pelayanan Publik, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 2008, 174).