Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Senin, 18 Juli 2011

Pilih Shalat Tarawih



PILIHLAH TARAWIH TERBAIK DAN UTAMA

Assalamu’alaikum wr. wb.
Variatifnya bilangan shalat tarawih, sikap “Jumhur (mayoritas) ulama, menerima riwayat yang dianggap paling unggul, dan meninggalkan riwayat yang terungguli”. Dasar pertimbangannya adalah: A. Riwayat 20 (21,23) rakaat adalah shahih. B. Riwayat 8 (11, 13) rakaat adalah shahih.

Menurut para ulama salaf, shalat tarawih dapat dilakukan dengan jumlah rakaat beragam, misalkan: 11, 13, 17, 19, 21, 23, 25, 29, 35, 39, 41 dan 49. Ini tidak berarti kedudukannya sama, dari segi keutamaan, dan dari sinilah para ulama salaf berbeda pendapat, diantaranya:
  1. Yang paling utama adalah 20 rakaat, ditambah dengan 1 atau 3 shalat witir, ini pendapat ats-Tsauri, Ibnu Mubarak, dst;
  2. Yang paling utama adalah 11 rakaat (8 rakaat ditambah 3 witir). Ini madzhab al-Bukhari, dan dari kalangan Syafi’iyah: Ibnu Khuzaimah, dst.
  3. Malikiyah dalam satu pendapat memilih 39 rakaat dengan witirnya.

Bagaimana kita harus memilih? Inti dan tujuan disyari’atkan shalat adalah untuk berdzikir mengingat Allah swt, dengan firman-Nya “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Thaha: 14),

Dan bagaimana shalat yang terbaik itu?, secara zhahir adalah yang paling panjang bacaannya, paling lama berdirinya. Rasulullah saw, bersabda:  “Sebaik-baik shalat adalah yang paling panjang berdirinya” (HR. Muslim dari Jabir,ra, 756).

Untuk itu yang terpenting dalam shalat tarawih dan lainnya (shalt-sahal sunnah dan wajib) adalah menjaga kesempurnannya dan kekhusyu’annya, karena shalat itu berisi perenungan dan do’a di dalamnya. Artinya, misalkan dilihat dari waktu / lama / khusyu’nya sahalat antara 11 rakaat dengan 23 rakaat waktunya sama, berarti yang lebih utama atau lebih baik adalah yang 11 rakaat, begitu sebaliknya, bilamana yang 23 rakaat atas kesepakatan atau ridha jama’ah dan menjadi semakain khusyu’ yang berarti waktunya menjadi semakin panjang berarti ini yang lebih utama atau lebih baik, yang penting berusaha benar-benar menjaga kesempurnaan dan menikmatan serta kekhusyu’annya, baik yang 11 maupun yang 23 rakaat.

Pengertian ini bukan berarti saat shalat itu berlama-lama, bukan. Mari kita simak sabda Beliau, dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasullah saw. bersabda “Apabila salah seorang kamu memimpin shalat maka ringankanlah, karena di tengah mereka ada yang lemah, sakit dan lanjut usia. Dan apabila shalat untuk dirinya maka panjangkanlah sesukanya” (HR. Bukhari, 703), bahkan Rasulullah juga sempat marah disaat ada Imam yang memberatkan jama’ahnya, kita perhatikan sabda Beliau saw, “Sesungguhnya di antara kalian ada yang membuat lari jama’ah. Maka siapa diantara kalian yang menjadi imam hendaklah mempercepat shalatnya, karena ditengah-tengah mereka ada yang lemah, lanjut usia, dan orang yang memiliki keperluan” (HR. Bukhari, 702).

Fenomena saat ini:
  1. Maunya dengan rakaat yang banyak tetapi cepat-cepat selesai sehingga kurang atau tidak khusyu’, tidak tuma’ninah, tetapi yang demikian ini justru malah yang disenangi.
  2. Banyak yang terserah wabah atau penyakit (maaf) malas, aras-arasen, nanti saja karena masih sibuk dengan aktivitas mengejar duniawi yang semakin bertambah kompleks, sehingga tidak shalat tarwih, menunda shalat wajib.

Dari sekian masalah ini bagaimana kita harus memilih Rasullah saw bersabda, “Barang siapa melakukan shalat tarawih karena iman dan mencari pahala Allah, maka diampuni apa yang telah lalu dari dosa-dosanya” (HR. Bukhari, 37, 1904, 1905; Muslim 759), jadi kita pilih sesuai kemampuan dengan pertimbangan khusyu’ dan selesai bersama-sama imam.

Semoga kita dapat menikmati Ramadhan ini dan mendapatkan semua kebaikan, dan Bapak, Ibu, serta Saudara selalu dalam Hidayah dan Ridho Allah swt. Semoga bermanfaat. Amien.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Minggu, 17 Juli 2011

Perbedaan Orang Sukses dan Orang Gagal



PERBEDAAN ORANG SUKSES DAN ORANG GAGAL

Orang Sukses
Orang Gagal
Mereka berfikir untuk memecahkan masalah yang setiap harinya dihadapi
Mereka berfikir tetapi malah menjadi masalah
Tidak pernah kehabisan pola-dasar berfikir dalam memecahkan masalah
Tidak akan pernah kehabis alasannya untuk mencari masalah
Berusaha membantu atau bermanfaat bagi orang lain
Mempredikasi siapa yang akan membantu saya atau dirinya nanti
Dalam setiap masalah insya’Alloh ada jalan keluarnya
Setiap jalan keluar selalu melihat ada masalah
Memecahkan masalah itu sulit tetapi optimis tetap berusaha melakukan
Mencari jalan keluar atas masalah tetapi ragu-ragu
Memiliki visi atau cita-cita yang akan diwujudkannya atau misinya
Memiliki angan-angan atau mimpi-mimpi dalam fata morgana
Bergaullah dengan orang yang baik-baik dan jangan tertipu
Berprinsip tipulah orang lain sebelum kamu ditipu
Bekerja adalah ibadah dalam mewujudkan cita-cita dengan sukacita
Bekerja itu menyakitkan dan menyensarakan
Melihat masa yang akan datang akan lebih baik dari hari kemarin dan hari ini
Melihat masa lalu dan melangkah dengan trial and error
Melangkah apa yang diputuskan
Mengatakan apa yang dia pilih
Berargumentasi dengan santun atau beradab
Berbicara dengan arogan dan merendahkan orang lain
Terambil ikannya tidak keruh airnya
Masalah kecil menjadi semakin besar karenanya
Membuat sejarah dan karya
Diperbuat oleh sejarah dan peristiwa
Melihat dunia hanya sementara, dan melihat akherat untuk selamanya
Melihat dunia segala-galanya dan melihat akhirat dengan memicingkan mata
Harta adalah tipumuslihat dunia dan akhirat keindahan nyata
Harta keindahan nyata, dan akhirat tutup mata
Hidup ini sementara, hidup seudah mati kita harus waspada
Hidup ini surga dunia, hidup sesudah mati abracadabra, ha, ha......
Akhir hidup khusnul khotimah
Akhir hidup su’ul khotimah
Berpegang pada Al-Qur’an wa Sunnah
Berpegang pada Ilmu Dunia
Segera sadar atas kesalahannya dan bertaubat atas dosa-dosanya dan tidak mengulanginya (Taubatan Nashuqa)
Bangga atas kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan
Khusyu’ dalam shalat (zikir) / menyegerakan
Sibuk dengan dunia, meringankan shalat.
Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, dan memohon Ridho-Nya
Kufur nikmat, merasa bisa tanpa bantuan Allah Swt.
Jadikanlah puncak kesenanganku ada dalam shalat
Shalat itu ribet dan menggu / menyita waktu
Jadikan shalatmu adalah yang terakhir dari hidupmu
Shalat dengan buru-buru, kurang tuma’ninah, seperti ayam mematok makanan
Perlu ngaji, agar ada ilmu, faham dan pinter
Tidak ngaji, tidak faham dan keminter
Dan seterusnya………..
Dan seterusnya………….


Jumat, 15 Juli 2011

ANCAMAN

ANCAMAN ADAB PEMILIK ILMU YANG KIKIR

Rasullah saw, bersabda:
“Barang siapa ditanya tentang ilmu kemudian menutupinya maka ia diikat (pada mulut dan hidungnya) dengan tali kekang dari api neraka pada hari kiamat” (Shahih: HR.Ahmad, 7561; Hakim, 344; Thabrani dll, dari 9 sahabat).

“Barang siapa menyembunyikan ilmu yang dimanfaatkan (diperlukan) maka ia akan diikat dengan tali kekang dari neraka” (HR. Abi Khitsamah dalam kitab al-Ilm, dari Abu Hurairah, I/57 nomor (57))

Abdullah ibnul Mubarak berkata: “Barang siapa kikir dengan ilmunya maka ia diberi cobaan 3 hal: adakalanya ia mati dan lenyaplah ilmunya, atau ia lupa atau ia menjadi pengikut penguasa” (Abu Nu’ain dal al-Hilyah, VIII/165; al-Baihaqi dalam al-Madkhal, 586)

Berdasarkan itu semua, maka ahli hadits sangat mencela orang yang tidak giat dalam menyebarkan ilmu syar’i.

Mereka memandang bahwa bersikap konsisten dengan adab ilmu terutama ikhlas dan ittiba’ adalah perkara yang wajib diperhatikan oleh para pencari ilmu.
(Dikutip dari Qiblati, edisi 03, tahun II, Nopember 2006 M, -Syawwal 1427 H, hal.17)

Nilai Sementara


Nilai Sementara Etika dan Filsafat Kepemimpinan



1
201021001






2
201021002






3
201021003
A





4
201021004






5
201021005
A





6
201021006






7
201021007






8
201021008






9
201021009
A





10
201021010






11
201021011
B+





12
201021012






13
201021013
A





14
201021014






15
201021015






16
201021016






17
201021017
A





18
201021018
A





19
201021019






20
201021020






21
201021021






22
201021022
A





23
201021023
A





24
201021024






25
201021025
B+





26
201021026
A





27
201021027
A





28
201021028






29
201021029






30
201021030






31
201021031






32
201021032






33
201021033






34
201021034
B+





35
201021035
B+





36
201021036






37
201021037
B





38
201021038
A





39
201021039






40
201021040
A





41
201021041






42
201021042






43
201021043
A





44
201021044
A





45
201021045
A





46
201021046






47
201021047
B+





48
201021048
A





49
201021049






50
201021050
A





51
201021051
B





52
201021052






53
201021053
A





54
201021054
A





55
201021055






56
201021056














1
2007210002






2
2007210020






3
2008210002






4
2008210005
B+





5
2008210012
A





6
2008210017
B+





7
2008210018
B





8
2008210036
A





9
2009210020
A





10
2009210024














Nilai Sementara Kepemimpinan Pelayanan Publik dan Pembangunan

1
2009210001
A





2
2009210002






3
2009210003
A





4
2009210004
A





5
2009210005
A





6
2009210006






7
2009210007






8
2009210008
A





9
2009210009






10
2009210010
A





11
2009210011






12
2009210012
A





13
2009210013






14
2009210014






15
2009210015
A





16
2009210016
A





17
2009210017
A





18
2009210018
A





19
2009210019
A





20
2009210020
A





21
2009210021
A





22
2009210022
A





23
2009210023






24
2009210024
B+





25
2009210025






26
2009210026






27
2009210027






28
2009210028
A





29
2009210029






30
2009210030






31
2009210031
A





32
2009210032






33
2009210033






34
2009210034






35
2009210035






36
2009210036






37
2009210037






38
2009210038






39
2009210039






40
2009210040














1
2008210013






2
2008210036
A





3
2007210049














Pada mahasiswa yang nilainya belum keluar  segera melengkapai tugas, dll