Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Rabu, 26 Oktober 2011

Nahan Kuliah Met Pen Jenis Penelitian

BAHAN KULIAH MET PEN JENIS RISET
Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112

Renungan:
1.       Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw, bersabda “Apabila manusia maninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang mendo’akan baik padanya” (HR. Muslim, 3084).
2.       Kepemimpinan adalah kapasitas mengejawantahkan visi menjadi realita (Warren G. Bennis, dalam John C. Maxwell, Kepempinan 101, Mitra Media, 2002, h.16).

JENIS RISET
1.       RISET MURNI
Juga disebut (pure research, basic research)
Dilakukan dengan intellectual reason, ialah alasan yang berdasarkan atas keinginan untuk mengetahui semata-mata, yang tidak langsung mempunyai kegunaan praktis.

2.       RISET TERPAKAI (Applied Research
Mempergunakan practical reason untuk menjawab sesuatu masalah yang timbul pada suatu ketika , agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik / efisien.

3.       RISET EKSPLORATIF
Bertujuan menemukan problematic-problematik baru.

4.       RISET DEVELOPMENTAL
Untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.

5.       RISET VERIFIKATIF
Menguji kebenaran suatu pengetahuan.

6.       RISET INVERENSIAL
Tidak sekedar melukiskan.
Dari bahan-bahan yang diperoleh, diambil kesimpulan-kesimpulan umum yang dapat dijadikan dasar deduksi untuk menghadapi hal-hal khusus atau langkah-langkah praktis dalam menghadapi kejadian-kejadian tertentu.

7.       PENELITIAN HISTORIS DOKUMENTER
Bertujuan untuk menetapkan status data sejarah pada masa lalu.

8.       PENELITIAN EKSPERIMENTIL
Bertujuan untuk bias meramalkan keadaan yang akan dating,…
Penelitian untuk menjelaskan sebab-sebab berlangsungnya suatu proses, akibat serta efek dari suatu kondisi tertentu (Kartini Kartono, 1976, dalam Marzuki, 1983, 8)

9.       FACT FINDING RESEARCH, ( juga disebut Exploratory study)
Untuk menemukan fakta, tanpa mengadakan suatu generalisasi.

10.   INTERPRETATION RESEARCH
Untuk mengungkapkan suatu pemikiran mengenai suatu masalah dalam bntuk uraian yang kritis logis.

11.   COMPLETE RESEARCH
Untuk mengadakan generalisasi atas dasar fakta-fakta yang ada, kemudian mengadakan interpretasi yang kritis dn mencari metode pemecahannya. (Kartini Kartono, 1976, dalam Marzuki, 1983, 8)

Sumber bacaan:
Marzuki, Metodologi Riset, Hanindita Offset, Yogyakarta, 1983.

Selasa, 25 Oktober 2011

Bahan Kuliah Met Pen Syarat Calon Peneliti


BAHAN KULIAH MET PEN
SYARAT-2 BAGI PENELITI

Sugeng rusmiwari
081 334 995 112

Renungan:
a.      Al. Hasan memanggil anaknya dan kemenakannya lalu berkata: “Wahai anakku dan kemenakanku, sesungguhnya kalian adlah generasi muda suatu kaum yang hampir menjadi dewasa, maka belajarlah ilmu. Maka barang siapa yang tidak mampu meriwayatkan ilmu atau menghafalnya hendaklah ia menulisnya dan meletakkannya di rumahnya” (HR. Al-Darimy, 510)
b.      Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni, orang yang berfikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berfikir (Reverend W.A. Nance, dalam John Maxwell, 2002, h.12)

Syarat-2 Bagi Peneliti:
1.    Kompeten
Secara teknis menguasai dan mampu menyelenggarakan riset ilmiah.
2.    Obyektif
Tidak mencampur adukkan pendpat sendiri dengan kenyataan.
3.    Jujur
Tidak memasukkan keinginan-2 sendiri kedalam fakta.
4.    Factual
Hanya bekerja jika ada fakta.
5.    Terbuka
Bersedia member bukti atau memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menguji kebenaran proses dan atau hanya penyelidikannya.

Sumber:
Sutrisno Hadi, dalam Marzuki, Metodologi Riset, FE, UII, Yogyakarta, 1997, h. 3.

Bahan Kuliah Met Pen Defisini Oprasional


Bahan Kuliah Met .Pen. Definisi Operasional

Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112

Definisi operasional

Setelah variable-variabel diidentifikasikan dan diklasifikasikan, maka variable-variabel tersebut tersebut perlu diidefinisikan secara operasional.

1.    Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (observasi). (Sumadi Suryabrata, 1983, h.29).

2.    Definisi operasional  adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variable atau konstrak dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasi kegiatan, atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk  mengukur konstrak atau variable tersebut. (Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1983, h.152).

Kesimpulan 1:
Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (observasi), pada variable atau konstrak dengan cara member arti, atau menspesifikasi kegiatan, atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak atau variable yang akan diteliti. (sugeng rusmiwari, oktober 2011, A).

Daftar Pustaka:
1.    Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1983.
2.    Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1983.


Macam-macam Karya Ilmiah


MACAM-MACAM TULISAN DI PERGURUAN TINGGI

Sugeng rusmiwari
081 334 995 112

RENUNGAN:
1.       Abdullah bin Mas’ud berkata: Nabi bersabda “Tidak ada iri hati kecuali pada dua orang, yaitu orang yang diberikan harta oleh Allah lalu dikusakan untuk menghabiskannya dalam kebaikan, dan orang yang diberikan hikmah (ilmu) oleh Allah lalu ia mengamalkannya dan mengerjakannya” (HR. Al- Bukhari, 71).
2.       Pemimpin harus dekat dengan bawahan, tetapi sebatas memotivasi (John Maxwell,  2002, h.14). 

MACAM-MACAM KARYA ILMIAH

A.      TERM PAPER
Segala jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis, baik sebagai hasil pembahasan buku maupun hasil karangan mengenai sesuatu pokok persoalan ( juga: report of reading, naskah pembahasan, naskah semester). Aktifitas ini biasanya digunakan cara riset kepustakaan.
Harapan karya ilmiah ini:
1.       Mahasiswa lebihmenguasai suatu mata kuliah dan mengkritisinya, hingga menjadi lebih luas.
2.       Tata susunan yang logis ini, sebagai bahan studi dan evaluasi oleh dosen.

B.      FIELD STUDY
Dibuat dengan riset kancah (field research) dan tulisan dalam bentuk laporan akademik.
7-an:
1.       mahasiswa belajar menghadapi persoalan-2 konkrit dalam lapangan studinya.
2.       Secara metodologis mhs mampu melakukan pengumpulan data, menganalisa dan menyimpulkan.

C.      SKRIPSI / THESIS
Karya ilmiah ini disiapkan untuk mendapkan gelar sarjana / magister.
Diharapkan adanya sumbangan material berupa:
1.       Penemuan-penemuan baru dalam segi tata kerja.
2.       Dalil –dalil atau tata hukum tertentu tentang slah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya. Laporan riset menjadi milik fakultas atau universitas.

D.      DISERTASI (DISSERTATION)
Karya ilmiah untuk mendapatkan gelar doctor, gelar tertinggi untuk suatu universitas.

Bahan Bacaan:
1.       Hadis.
2.       John Maxwell,  Kepemimpinan 101, Inspirasi dan Wawasan bagi Pemimpin, Mitra Media, 2002.
3.       Marzuki, Metodologi Riset, Penerbit Fakultas Ekonomi, UII Yogyakarta, 1977.