Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Jumat, 25 November 2011

Bahan Kuliah Et.&Fils.Adm.Neg. Etika & Nil.Bangsa


Kembalikan ke Etika dan Nilai Kebangsaan

Masyarakat tak suka parpol pusat ologarki

Wajar jika kader partai ipolitik masuk ke berbagai lembaga Negara. Parpol  memang menjadi salah satu tempat persemaian pemimpin Negara yang ideal.

Masalahnya sekarang masyarakat tak suka pada parpol sebab menjadi pusat oligarki kekuasaan. Parpol sekarang ini terkesan korup dan jorok. Jadi, masyarakat tak suka (Papar Mahfud MD, Ketua MK).

Menurut dia,  persoalan yang sebenarnya adalah integritas moral perseorangan dan bukan latar belakangnya.

Profesi apapun melahirkan orang baik sekaligus orang jelek.

Sumber: Kompas, 18 Oktober 2011, h. 1.

Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112

                                               

Bahan Kuliah Et.dan Fils.Adm. Neg. Sistem Nilai

Sistem Nilai Runtuh dan Etika di abaikan

Bahan Kuliah Etika dan Filsfat Adm. Negara.

Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112.

Meski wacana gerakan anto korupsi terus ditegakkan, praktik korupsi terus merajalela, bahkan melibatkan lingkaran kekuasaan elite politik.

Selain pengakan hokum lemah,  semua itu terjadi akibat bangsa ini kehilangan system nilai baik.
Sistem nilai bangsa ini sudah ambruk dan kehilangan wibawa akibat pergeseran nalar dan interaksi dengan budaya global.

Sistem nilai itu mencakup orientasi hidup, kejujuran, kesetiaan, kebenaran, budi, kesadaran publik, atau komitmen. Jika dulu pasti, kini nilai-nilai itu sangat relative.

Dengan system nilai yang tidak kuat, perilaku masyarakat menjadi goyah dn lahir sitem nilai baru yang kian permisif.

Soal sukses, misalnya, kini sangat dimaknai secara material, dihitung dari karier, jabatan, atau gaya hidup.
Budaya permisif kian subur akibat masyarakat mementingkan simbul, tampilan.

Sumber: Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat Univ. Parahyangan, Bandung, Kompas, Sabtu, 26 Nopember, 2011, h. 1.

Bahan Kuliah Etika & Fils. Adm.Neg. Nafsu Berkuasa


NAFSU BERKUASA

Manusia adalah pikiran, kata Descartes pada abad ke-17.
“Aku berfikir maka aku ada”.

Para penyair Romantik abad ke – 18 membantahnya dengan ucapan, “Manusia adalah hatinya”.

Awal abad ke-21 (Indonesia) membantahnya dengan teriakan “Libido ergo sum, aku punya nafsu, maka aku ada” (sajak Peter Meinke).

Itulah yang terjadi sejak Reformasi bahwa libido menyingkirkan pikiran dan hati nurani.
Libido merajalela di jalan-jalan, di kantor pemerintahan, di layar televise, bahkan di tempat ibadah, dan di ruang pendidikan. Gairah nafsu jadi kaya, ternama dan berkuasa di mana-mana.
  
Sumber: Jakob Sumardjo, Kompas, Sabtu, 26 Nopember 2011, h. 6

Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112

Gagasan Parpol Baru Peserta Pemilu

UJI PARPOL BARU di DAERAH

Terapkan Sistem Pemilu Berjenjang mulai 2014.
Partai politik baru diusulkan tidak langsung mengikuti pemilihan umum parlemen di tingkat nasional.
Untuk menguji seharusnya mengikuti pemilihan umum anggota DPRD kabupaten / kota.

Gagasan itu disampaikan Guru Besar Fisip Unair  Surabaya Ramlan Surbakti.
Menurut dia, parpol baru terlebih dahulu harus teruji dipemilihan legislative di tingkat kabuoaten/kota, kemudian tingkat provinsi. Stelah itu barulah parpol baru bias mengikuti pemilu legislative tingkat nasional. “Modelnya seperti sistem kompetisi liga sepak bola. Ada parpol tingkat nasional, ada provinsi, dan kabuoaten/kota”, katanya.

Misalnya, syaratnya adalah parpol memperoleh 50 persen kursi DPRD kabupaten/kota diseluruh Indonesia, dia bisa ikut pemilu DPRD provinsi. Lalu, jika parpol itu menguasai kursi di 50 persen kursi provinsi. Lalu kursi di 50 persen kursi DPRD provinsi, bias mengikuti pemilihan anggota DPR” kata peneliti senior Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Didik Supriyanto.

Sumber: Kompas, Sabtu, 25 November 2011, h. 5

Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112  

Hasil Penelitian Pada Penggemar Kopi


KOPI BAHAYA

Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112

22 Merek Kopi Ditarik, Berisi Obat Disfungsi Ereksi Yang Berbahaya.

Jakarta, Kompas, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik 22 merek kopi dari peredaran karena mengandung bahan kimia obat yang berbahaya bagi kesehatan.

Produsen dan pelaku usaha laian diperingatkan untuk tidak memproduksi atau mengedarkan kopi ini lagi.

Hasil penelitian  BPOM menunjukkan, rata-rata ada tulisan pada kemasan yang menjanjikan efek obat kuat. 
Ini karena di dalamnya terkandung sildenafil  dan tadalafil, yaitu obat disfungsi ereksi.

Obat ini termasuk obat keras dengan efek samping sakit kepala, muka merah, pusing, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, gangguan pada jantung, nyeri dada, denyut cepat, kehilangan potensi seks permanen, dan kematian.

Nama-nama kopi yang ditarik:

1.       39 Sa Kao 3 ini 1 Kopi Mix Plus Plus Ekstrak Jahe.
2.       39 Sa Kao Kopi Mix Ginseng Korea 3 in 1.
3.       Bel-Bel Kopi Susu Exstra.
4.       Black Morneo Platinum Coffe.
5.       Dream Coffee.
6.       Dynamic Coffee / Dynamic Coffee Nusantara   Dynamic Tribulus Coffee.
7.       Golden Life.
8.       GoodCoffee Premium / Good Coffee.
9.       Herba Max Coffee.
10.   Jahe Mix Barokah SP.
11.   Jomoon Instan Coffee.
12.   Joss-Fly Coffee Plus Panax Ginseng.
13.   Kopi Cleng-Sehat, Nikmat, Berstamina.
14.   Kopi Kuat / Kopi Perkasa Hebat.
15.   Kopi Mahabbah.
16.   Kopi Pasutri.
17.   Kopi Strong 234.
18.   Maca – Tekh.
19.   Matador Coffee.
20.   Mawaddah Coffee.
21.   On Coffe.
22.   Premium Energy Coffee.
Sumber: Badan POM, Kompas, Sabtu, 26 November 2011, h. 13.

Selasa, 22 November 2011

Visi dan Misi Sugeng-sugeng



Visi:
Memimpin Organisasi dengan Etos dan Filosofis Niat Ibadah

Misi:
1.      Membangun Team Work dengan memohon Ridho Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Menyelenggarakan Kepemimpinan berlandaskan Etos Kerja Organisasi dengan niat Ibadah.
3.      Membangun Budaya Kerja dengan Filosofi  Pengambilan Keputusan Bijaksana.
4.      Mengajak Hidup itu Indah dengan Interaksi Tatap Mata, Senyum, Sapa, Salam.


Penjelasan:

Bismillahirrohmannirrohiem (“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”).
Assalamu’alaikum wr. wb. (“Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu”)

a.    Berpendapat dengan kerangka berfikir yang baik atau positif adalah energi atau power kemana hidup ini akan dibawa, karena pendapat itu akan sangat berpengaruh dalam hidup seseorang sehingga memimpin suatu organisasi secara etis (tahu mana yang baik dan mana yang benar) dan filosofis (bijaksana);
b.     Hidup ini tidak hanya di dunia, tetapi juga ada hidup setelah mati, untuk itu membangun Kerja Tim/Organisasi oleh pemimpin adalah penting, dengan diniatkan memohon Ridho pada Alloh, Swt., sehingga bernilai ibadah, karena setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawabnya baik di dunia (atasan langsung) dan akhirat Tuhan yang menciptakan kita;
c. Untuk itu pemimpin harus berusaha mengambil keputusan yang bijaksana namun optimal dengan memperhatikan sumber daya yang dimiliki demi hidup itu indah, karena hidup ini dakwah (mengajak pada kebaikan) dan tidak ada pemimpin yang tidak mengajak hal yang baik;
d.    Baik secara umum ada 3 (tiga) menurut diri sendiri, menurut umum (kita) dan menurut agama dan mari kita pilih gabungannya, yaitu baik menurut kita semua dan agama, karena setiap orang akan mati, dan setelah mati itu hanya meninggalkan 3 (tiga) perkara yaitu [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang diambil manfaatnya, [3] anak sholih yang mendo’akan orang tuanya (HR. Muslim no. 1631);
e.      Merindukan sejuknya lingkungan organisasi yang indah dengan aksi, reaksi dan interaksi melalui tatap mata, senyum, sapa dan salam, insya’allah mampu menjembatani cita-cita atau visi Fakultas sebagai tindak lanjut visi Universitas, mari siapapun yang menjadi pemimpin Ing ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani, mohon maaf bilamana ada salah dan tolong saya diberi saran (jangan marah) dan terimakasih.

Alhamdulillahirabil’alamien (“Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam”).
Innalillahi wa innailaihi roji’un (“Sesungguhnya semua berasal dari Alloh dan akan kembali pada Alloh”). Wassalamu’alaikum wr. wb. (“Dan Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu”)

Mudah-mudahan bermanfaat, amien.

Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112

Disampaikan pada Rapat Senat Fisip
Hari, Rabu, 23 Nopember 2011.

Semoga Pimpinan memilih Kolega dan Saudara saya, yang muda yang semangat, yang tua harus hormat. Maju terus saudaraku .

Senin, 21 November 2011

Bahan kuliah Etika dan Fils. Adm. Neg. Reddin 3 D


Bahan kuliah Etika dan Fils. Adm. Neg. REDDIN 3 Dimensi

Sugeng Rusmiwari
081 334 995 112

MODEL 3 DIMENSI  KEPEMIMPINAN REDDIN
Disebut juga:
Three-dimensional model atau disingkat “3-D model” (Model 3 dimensi)
Pendekatan ini menghubungkan tiga kelompok gaya kepemimpinan yaitu:

Gaya Dasar, Gaya Efektif, dan Gaya Tidak Efektif, dalam satu kesatuan.
1.       Kelompok Gaya Dasar:
a.       Separated (pemisah);
b.      Dedicated (pengabdi)
c.       Related (penghubung)
d.      Integrated (terpadu)
2.       Kelompok gaya Efektif:
a.       Bureaucrat (birokrat)
b.      Benevolent autocrat (otokrat bijaksana)
c.       Developer (pengembang)
d.      Executive (eksekutif)
3.       Kelompok Gaya Tidak Efektif:
a.       Deserter (pelari)
b.      Autocrat (otocrat)
c.       Missionary (;enganjur)
d.      Compromiser (kompromis)

Gambar:    Kelompok Gaya Dasar


Related
(penghubung)




Integrated
(terpadu)



Separated
(pemisah)




Dedicated
(pengabdi)





Gambar:    Kelompok Gaya Efektif


Developer
(pengembang)




Eksekutif
(eksekutif)



Bureaucrat
(birokrat)




Benenovent Autocrat
(otokrat bijak)


Gambar:    Kelompok Gaya Tidak  Efektif


Missionary
(penganjur)




Kompromiser
(kompromi)



Deserter
(pelari)




 Autocrat
(otokrat)




Perbandingan dan hubungan 3 Gaya Kepemimpinan Reddin

                                                                                                                                Gaya Efektif

Developer
(pengembang)

Eksekutif
(eksekutif)


Bureaucrat
(birokrat)



Benenovent Autocrat
(otokrat bijak)

                                                                                Gaya Dasar

Related
(penghubung)


Integrated
(terpadu)


Separated
(pemisah)



Dedicated
(pengabdi)

                Gaya Tidak Efektif

Missionary
(penganjur)



Kompromiser
(kompromi)


Deserter
(pelari)



 Autocrat
(otokrat)



Sumber: Sutarto, Dasar-dasar Kepemimpinan Administrasi, Gajah Mada University Press, 1986, h. 113- 117.