Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Senin, 17 November 2014

Konsep Dasar MBO-MBS

AL-BAQARAH : 30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. “Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

MANAJEMEN BERDASARKAN SASARAN (MBS)
MANAGEMENT BY OBJECTIVES (MBO)

Pertama kali digunakan oleh Prof. Peter F. Druker, 1954.

1.       Mensyaratkan bahwa manajer harus menetapkan tujuan-2 yang spesifik yang harus dicapai pada masa dating dan mendorong mereka untuk terus bertanya, apakah lebih banyak lagi yang harus dicapai, ditawarkan sebagai salah satu cara untul mempertahankan vitalitas dan kreativitas organisasi.

2.       Suatu proses atau system yang dirancang untuk memandu manajer di mana seseorang atasan atau bawahannya bersama-sama menetapkan sasarang atau tujuan yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu dan untuk mencapai tujuan itu bawahan dibebani tanggung jawab sepenuhnya.

KONSEP DASAR MBO / MBS adalah:
1.       Semua organisasi didirikan dengan tujuan tertentu dan untuk mencapai tujuan tersebut. Pimpinan puncak harus menetapkan tujuan jangka panjang (Visi) yang ingin dicapai dalam kurun waktu 10 samapi 15 tahun yang akan datang.

Visi tersebut kemudian dipecah-pecah menjadi sasaran dan tujuan jangka menengah yang berkurun waktu 3 samapi 5 tahun;
Dan akhirnya menjadi sasaran-2 kerja tahunan yang berlaku untuk seluruh bagian dari organisasi itu.

2.       System MBS menekankan elemen (unsur) dialog ke dalam proses mengalihkan rencana dan sasaran dari satu tingkat ke tingkatan lain dalam organisasi itu.

Atasan membawa tujuan dan sasaran serta tolok ukur (standar) keberhasilan untuk bawahannya.

Sebaliknya, anak buahnya juga membawa tujuan/sasaran yang spesifik dan tolok ukur keberhasilannya sendiri yang dianggapnya tepat atau cocok dengan usaha perbaikan dalam pelaksanaan tugasnya.

Secara ber-sama-2 mereka mengembangkan sejumlah sasaran yang spesifik, ukuran keberhasilan, dan kerangka waktu dalam mana bawahan akan meningkatkan dirinya untuk mencapai sasaran-2 tersebut.

Sang anak buah lalu dibebani tanggung jawab atas pencapaian sasaran-2 tersebut.

3.       Atasan dan bawahan akan melakukan penilaian secara berkala atas kemajuan yang dicapai, tetapi pada akhir periode yang disetujuhi bawahan akan dinilai berdasarkan hasil-2 yang telah dicapai.

Dalam proses penilaian tersebut atasan dan bawahan dapat ber-sama-2 mengevaluasi apa yang telah dicapai dengan sangat sukses dan mana yang tidak.

Pada saat membicarakan penyebab kegagalan, bawahan dapat meminta bantuan kepada atasan untuk mengatasi kesulitannya, baik berupa peningkatan kemampuan (pengetahuan dan ketrampilan) maupun aspek lain, misalnya wewenang untuk bertindak.

Atasan juga akan mencatat dalam hal apa saja bawahannya sangat unggul, dan dalam hal apa ia masih meningkatkan diri, dan kemana saja ia dapat didorong untuk maju.

4.       Sebagai hasil dari seluruh proses penilaian, bawahan yang sukses mencapai standar prestasi atau lebih tinggi lagi mungkin diberi penghargaan berupa kenaikan gaji atas dasar prestasi atau bahkan promosi, auat ia mungkin diberi peringatan, diberi latihan dan bimbingan atau mungkin disuruh mengundurkan diri.

Apapun yang terjadi padanya, keputusannya akan didasarkan pada hasisl usahanya dalam mencapai tujuan dan sasaran, di mana ia terlihat dalam menetapkannya dan terikat secara sukarela dalam usaha mencapainya.

 Sumber:
Achmad s. Ruky, 2001, Sistem Manajemen Kinerja, Performance Management System, Panduan Praktis untuk Merancang dan Meraih Kinerja Prima, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hlm. 70-73.


Keuntungan Penggunaan MBO-MBS

AL-BAQARAH : 30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. “Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN MBS SEBAGAI SISTEM MANAJEMEN

System MBS/BBS adalah suatu proses secara efektif dan membantu manajemen dalam keguatan di bawah ini:
1.       Mengarahkan para manajer, supervisor dan pimpinan lain pada hasil-2 yang harus dicapai;
2.       Memaksa semua orang dalam organisasi mengikatkan diri mereka secara moral pada usaha pencapaian tujuan yang spesifik;
3.       Mengarahkan cara berfikir mereka dalam kerangka kebutuhan-2 organisasi di masa depan dan menetapkan sasaran-2 untuk memenuhi kebutuhan tersebut;
4.       Mempercepat usaha melakukan perubahan dalam budaya organisasi dari yang bernuansa sentralisasi dalam wewenang dan kekuasaan ke yang lebih desentralisasi dan partisipasi.

Sumber:
Achmad s. Ruky, 2001, Sistem Manajemen Kinerja, Performance Management System, Panduan Praktis untuk Merancang dan Meraih Kinerja Prima, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hlm. 73-74.


Pengertian Publik

AL-HADIS

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru r.a., bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw.,” “Bagaimana menjadi muslim yang baik ?” Rasulullah Saw., menjawab: “Berikan makanan pada orang lain, ucapkan salam (berikan kedamaian) kepada orang yang kau kenal dan yang tidak kau kenal.” (Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadis 12).

PENGERTIAN PUBLIK

Istilah Publik berasal dari bahasa Inggris “public” yang berarti:
a.       Umum;
b.      Masyarakat;
c.       Negara;

Sebenarnya, dalam bahasa Indonesia sesuai bila diberi terjemahan “praja”, hanya sejak zaman Belanda kata-kata Sansekerta tersebut sudah salah kaprah;

Arti sebenarnya dari kata praja tersebut adalah “rakyat”, sehingga untuk pemerintah yang melayani keperluan seluruh rakyat diberi istilah “pamong praja” (pelayan rakyat);

Tetapi kemudian pemerintah yang seharusnya melayani rakyat tersebut, malahan karena kekuasaan yang diberikan padanya lalu menyalah gunakannya dengan melaksanakan peraturan yang dibuat sendiri, atau merekayasa sekelompok anggota (elit, baik legislative maupun eksekutif) untuk membuat peraturan, sehingga kata “praja” kehilangan makna, dan berubah menjadi “raja”;

Di negara mana saja tidak ada orang yang dilahirkan sebagai putra mahkota dengan warna darah biru, tetapi karena nenek moyang seseorang tersebut mengambil tampuk kekuasaan pemerintah, kemudian tidak lagi memberikannya secara demokratis kepada publik, pada gilirannya terlegitimasi untuk menjadi keluarga bangsawan;

Bertolak belakang dengan istilah “abdi dalem”, maka ada sekelompok orang yang mengabdi kepada kepentingan raja (dalem) bekerja di istana kerajaan, baik untuk urusan administrasi rumah tangga maupun urusan yang lebih luas;

Inilah kemudian hari yang disebut dengan “abdi dalem” (pembantu rumah tangga raja);

Di dalam bahasa Inggris, pengertian kata “public” menjadi:
a.       Umum;
b.      Masyarakat; dan
c.       Negara; dipakai bergantian;

Misalnya:
1.       Yang mendefinisikan sebagai “umum” misalnya;
a.       Public offering = penawaran umum;
b.      Public ownership = melik umum;
c.       Public service corporation = perseroan jasa umum;
d.      Public switched network = jaringan telepon umum;
e.      Public utility = perusahaan umum, dll;
2.       Yang mendefinisikan sebagai “masyarakat” mislnya:
a.       Public relation = hubungan masyarakat;
b.      Public service = pelayanan masyarakat;
c.       Public opinion = pendapat masyarakat;
d.      Public interest = kepentingan masyarakat; dll;
3.       Yang mendefiniskan sebagai “negara”, misalnya:
a.       Public authorities =otoritas negara;
b.      Public building = gedung negara;
c.       Public finance = keuangan negara;
d.      Public revenie = penerimaan negara;
e.      Public sector = sector negara; dll;

Apabila “public administration”diterjemahkan sebagai administrasi negara, maka kecenderungan pelayanan dan penyelenggaraan roda pemerintahan akan bermotivasi serba negara;

Negara dianggap mewakili “Tuhan” di dunia, apabila persoalan sudah mengatasnamakan “Tuhan”, sulit dibantah;

Satu-satunya yang dilegitimasi untuk boleh memaksa, hanyalah negara;

Negara boleh memungut pajak bahkan sampai menghentikan hidup seseorang sekalipun;

Negara diperkenankan, dengan hukuman mati;
Negaralah yang diproklamirkan kemerdekaanya, bukan lagi bangsanya;

Arti dari “public” itu sendiri adalah sbb:
“Sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan:
a.       Berfikir;
b.      Perasaan;
c.       Harapan;
d.      Sikap; dan
e.      Tindakan; yang
f.        Benar  dan baik; berdasarkan
g.       Nilai-2 norma yang mereka miliki;

Sumber:

Inu Kencana Syafiie, 1997, Ilmu Administrasi Publik, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Definisi Sistem

AN-NASR

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.       Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan;
2.       Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah;
3.       Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.

DEFINISI SISTEM

Sistem adalah kumpulan dari bagian-2 yang saling berhubungan dan saling bergantung yang diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu kesatuan;

Masyarakat adalah sistem, demikian juga mobil, tumbuh-2 an dan tubuh manusia;

Mereka menerima masukan, mengubahnya dan menghasilkan sebentuk keluaran;

Karakteristik unit dari pandangan sistem adalah bagian-2 yang saling berhubungan di dalam sistem;

Setiap sistem dikarakteristikkan melalui dua kekuatan berbeda: defferensiasi dan integrasi;

Dalam sebuah sistem, fungsi-2 khusus itu didiferensiasikan, yang menggantikan pola umum yang bermacam-macam;

Dalam tubuh manusia, contohnya, paru-2, jantung, dan hati adalah fungsi yang berbeda-beda;

Demikian juga organisasi mempunyai divisi, departemen, dan unit lainnya yang dipisahkan untuk melaksanakan aktivitas khusus;

Pada saat yang sama, agar dapat mempertahakan kesatuan di antara bagian-2 yang didiferensiasi dan keseluruhan bentuk yang lengkap, setiap sistem mempunyai proses integrasi timbale balik;

Dalam organisasi, integrasi ini khususnya dicapai melalui perangkat-2 seperti tingkatan hierarki yang dikoordinasi; supervise langsung; dan peraturan serta kebijakan;

Karenanya, setiap sistem membutuhkan difensiasi untuk mengidentifikasi sub-2 bagiannya dan integrasi untuk memastikan bahwa sistem tidak  terpecah menjadi elemen-2 yang terpisah;

Sumber:
Stephen P. Robbins, 1994, Teori Organisasi, Struktur, Desain & Aplikasi, Penerbot Arcan, Jakarta.

   

Etimologi Administrasi

Al-Hadis

Diriwayatkan dari Abu Musa r.a., dia berkata: Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw., “Ya Rasulullah ! siapa muslim yang terbaik?” Beliau menjawab, “Muslim yang lidah dan tangannya tidak menyakiti muslim lain.” (Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadis: 11).

ETIMOLOGI ADMINISTRASI

Secara etimologis, administrasi berasal dari kata “ad” dan “ministrate” yang berarti sbb:
1.       Melayani;
2.       Membantu;
3.       Memenuhi;
4.       Melaksanakan;
5.       Menerapkan;
6.       Mengendalikan;
7.       Menggerakkan;
8.       Mengarahkan;
9.       Mengahasilgunakan;
10.   Mengelola;
11.   Menjalankan;
12.   Mengemudikan;
13.   Mengatur;
14.   Mengurus;
15.   Mengusahakan;
16.   Mendayagunakan;

Sumber:
Inu Kencana Syafiie, 1997, Ilmu Administrasi Publik, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.


Fungsi Pokok Administrasi Negara

AL-KAFIRUN

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.       Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir;
2.       Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah;
3.       Dan kamu bukan penyembahapa yang aku sembah;
4.       Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah;
5.       Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah;
6.       Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

FUNGSI ADMINISTRASI NEGARA

Ruang lingkup Administrasi Negara meliputi fungsi-2 dasar administrasi negara sbb:
1.       Formulasi / perumusan kebijaksanaan;
2.       Pengaturan / pengendalian unsure-2 adminditrasi;
3.       Penggunaan dinamika administrasi;

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, 1987, Administrasi Pembagunan, Penerbit Karunika, Jakarta.




Kriteria Pokok Administrasi Negara

AL-HADIS

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru r.a., dari Nabi Saw., beliau bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang lidah dan tangannya tidak menyakiti mulim lain, dan orang yang berhijrah adalh orang yang meninggalkan semua larangan Allah.” (Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadis: 10).

KRITERIA POKOK ADMINISTRASI NEGARA

1.       Rasionalitas;
Agar pelaksananaan Administrasi Negara lebih rasional;
Secara sederhana dapat diartikan lebih diterima akal sehat;
Dari pada terdapat tumpang tindih pelaksanaan tugas, lebih baik jelas pembagian tugasnya, dengan memungkinkan kerjasama yang baik;
2.       Efektivitas;
Agar pelaksanaan Administrasi Negara lebih mencapai hasil yang direncanakan, mencapai sasaran tujuan yang ingin dicapai;
Lebih berdaya guna;
3.       Efisiensi;
Agar pelaksanaan Administrasi Negara dilakukan dengan perbandingan yang terbaik antara hasil dan pengorbanan;
Sesuatu pengorbanan tertentu bisa mendapatkan hasil terbesar atau hasil tertentu dapat diusahakan dengan pengorbanan yang sedikit mungkin;
Lebih berdaya guna;

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, 1987, Administrasi Pembagunan, Penerbit Karunika, Jakarta.


Unsur Dinamik Administrasi

AN-NAS

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.       Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia;
2.       Raja manusia;
3.       Sembahan manusia;
4.       Dari kejahatan (bisikan) setan yang ber-sembunyi;
5.       Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia;
6.       Dari (golongan) jin dan manusia.

UNSUR DINAMIKA ADINISTRASI
(The dynamics of administration) ini meliputi:

a.       Pemimpin;
Sebagai penggerak proses administrasi melalui motivasi;
b.      Koordinasi;
Penggerakan yang bersifat menyerasikan kegiatan antar bagian dalam proses administrasi dan agar selalu mengarah pada pencapaian tujuannya;
c.       Pengendalian dan pengawasan;
Agar pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai rencana dan dapat diambil tindakan korektif sedini mungkin apabila terdapat penyimpangan dan hambatan;
d.      Komunikasi;
Agar terbina rasa kebersamaan jiwa karsa;

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, 1987, Administrasi Pembagunan, Penerbit Karunika, Jakarta.