Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Selasa, 25 Juni 2013

Ciri Masyarakat


Ciri Masyarakat

Anderson dan Parker dalam buku Society its organization and operation, menjelaskan:
  1. Adanya sejumlah orang
  2. Yang tinggal dalam suatu daerah tertentu (=ikatan geografi) yang
  3. Mengadakan atau mempunyai hubungan yang tetap/teratur satu sama lain
  4. Sebagai akibat hubungan ini membentuk suatu sistem hubungan antar manusiany
  5. Mereka terikat karena memiliki kepentingan bersama
  6. Mempunyai tujuan bersama dan bekerja bersama
  7. Mengadakan ikatan/kesatuan berdasarkan unsur-unsur sebelumnya
  8. Berdasarkan pengalaman ini, akhirnya mereka mempunyai perasaan solidaritas (=sense of sharing) perasaan membagi bersama
  9. Sadar akan interdepedensi satu sama lain.
  10. Berdasarkan sistem yang terbentuk, dengan sendirinya membentuk  norma-norma
  11. Berdasarkan unsur-unsur di atas akhirnya membentuk kebudayaan bersama melalui hubungan antar manusia.
Sumber: Astrid S. Susanto, 1983, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosiall, Penerbit Binacipta, hlm.15.

Pembagian Masyarakat



Pembagian Masyarakat

Ferdinand Toennies, membagi masyarakat menjadi “Gemeinschaft dan Gesellschaft”
Masyarakat dalam bentuk Gemeinschaft dianggapnya adalah suatu masyarakat yang lebih spontan, sedangkan Gesellschaft dianggapnya masyarakat yang pembentukannya didasarkan pada perhitungan manusia.

Sumber: Astrid S. Susanto, 1983, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosiall, Penerbit Binacipta, hlm.14.

Obyek Sosiologi



Obyek Sosoilogi

A. Obyek materi: kehidupan sosial manusia, dan gejala serta proses hubungan antar       manusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia;

B. Obyek formal:
    1. pengertian thd kehidupan sosial manusia dlm                
        dlm kehidupan se-hari-2;
     2. meningkatkan kehidupan masy. yang serasi;
     3. meningkatkan kerjasama manusia

Sumber: Astrid S. Susanto, 1983, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosiall, Penerbit Binacipta, hlm.4.

Kamis, 20 Juni 2013

Peran Pemimpin dalam Mengendalikan Konflik



Peran Pemimpin dalam Mengendalikan Konflik

Siklus kehidupan manusia dikelilingi oleh pertentangan alamiah sebagai ketetapan Allah (sunatullah) yang tertata sedemikian rupa sehingga melahirkan dinamika bagi kehidupan manusia itu sendiri.

Adanya perbedaan antaramalam dan siang, melahirkan dimensi waktu, malaikat dan setan, surga dan neraka melhirkan dimensi moral, bumi dan langit serta barat dan timur, utara-selatan, melahirkan dimensi ruang dan tempat.

Perbedaan, pertentangan dan konflik merupakan suatu kewajaran dalam dinamika kehidupan manusia.  Allah Swt berfirman dalam surah Hud (11:118) yang artinya “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat”. Selanjutnya Rasulullah Saw, bersabda “Perbedaan pendapat umatku adalah Rahmat” (Al_Suyuthi, Al-Jami’us Shogier, 52).

Dengan demikian, merupakan suatu kewajaran bahwa pertentangan atau konflik akan selalu ada selama manusia itu ada baik secara individu maupun anggota kelompok atau masyarakat.
dalam kehidupan berorganisasi misalnya, konflik antara pemimpin dengan orang yang dipimpinnya atau antara orang yang dipimpinnya atau antara anggota kelompok dengan anggota lainnya bisa saja terjadi.

Sebab di dalam suatu organisasi  terdapat beberapa individu yang berbeda kepribadiannya, tidak bias dihindari, tetapi dapat dikendalikan, dikelola, bahkan disinergikan menjadi sesuatu yang sangat dinamis.

Oleh karena itu, maka pengendalian konflik merupakan salah satu tugas pemimpin dalam kepemimpinannya.

Efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dinilai dari bagaimana ia mampu mengendalikan dan mengelola konflik.

Kegagalan seorang pemimpin dalam mengendalikan dan mengelola konflik akan menimbulkan sesuatu yang anti produktif dan destruktif, sebaliknya jika seorang pemimpin dapat mengendalikan, mengelola  konflik secara baik.

Konflik merupakan masalah yang pelik untuk segera dicarikan pemecahannya, selain itu konflik juga dapat bermanfaat terutama dalam:
1.       Menciptakan kreativitas;
2.       Perubahan sosial yang konstruktif;
3.       Membangun keterpaduan kelompok, dan;
4.       Peningkatan fungsi kekeluargaan / kebersamaan.  

Sumber:

Veithzal Rivai, Deddy Mulyadi, 2010, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Raja Grafindo Persada, Jakarta, hlm., 305-306.

Kualitas Kehidupan melawan Kuantitas Kehidupan



Kualitas Kehidupan melawan Kuantitas Kehidupan


  1. Kuantitas kehidupan adalah sampai tingkat mana nilai-nilai seperti ketegasan, perolehan uang dan barang   materiil, serta persaingan itu gagal.
  2. Kualitas kehidupan adalah sampai tingkat mana orang menghargai hubungan, dan memperlihatkan kepekaan dan keprihatinan untuk kesejahteraan orang lain.

Sumber:
Veithzal Rivai, Deddy Mulyadi, 2010, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Rajawali Pers, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, hal. 245.