Madinah

.......................

Mekah

.....................

Bertaubatlah

Ajal tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kitalah yang menunggu ajal dengan bertaubat.

ADAB MENUNTUT ILMU

Akan aku jelajahi semua negeri untuk mencari ilmu, atau aku akan mati sebagai orang asing, jika diriku harus mati. Aku tidak menyesal karena ALLAH pasti merahmati aku, Tetapi jika selamat, Aku akan segera kembali.

Senin, 09 Januari 2012

Tugas Met Pen Akhir Semester



TUGAS MET PEN

Mata kuliah      : METODE PENELITIAN                                    
Dosen              : Sugeng Rusmiwari                                                      
  
  1. Hasrat ingin tahu manusia yang senantiasa berusaha  mencari kesempurnaan dan kebenaran, dan dengan penelitian banyak hal yang dapat terungkap, menjadikan pengetahuan semakin luas, sehingga eksistensi penelitian merupakan alat, atau perangkat metodologi yang digunakan untuk pembuktian segala macam dorongan ingin tahu. Karena itu dapat dipastikan semua orang pernah melakukan penelitian.
Tugas:
a.  Berikan 3 (tiga) identifikasi masalah penelitian dalam mencari kebenaran yang original dengan pendekatan pure research atau applied research !
b.  Sepakat dalam mencari kebenaran tersebut dengan pendekatan ilmiah, sebut dan jelaskan cirri-cirinya.
c.     Terkait dengan b. pilih satu dan beri tekanan, mengapa itu yang saudara anggap paling penting !.
  
  1. Betapa pentingnya tujuan dan manfaat penelitan untuk diketahui sebelum, peneliti melakukan proses penelitian.
Tugas:
a.   Pertimbangan – pertimbangan apa yang paling mendasar dalam menentukan tujuan penelitian ? Jelaskan singkat !
b.    Suatu penelitian dilakukan harus memiliki manfaat, sebut dan jelaskan !

  1. Berbagai jenis penelitian dapat dimanfaatkan dalam memecahkan fenomena social baik untuk administrasi negara maupun politik, namun yang terpenting adalah derajad kesesuaian antara tujuan yang diharapkan dan manfaat yang dihasilkan.
Tugas:
a.     Jenis penelitian apakah yang digunakan bilamana yang akan dipecahkan adalah masalah kompetensi kepemimpinan integrative dengan sikap apatisme masyarakat? Apa alasannya ?
b.    Apa kelebihan dan kekurangan dari pemeilihan jenis yang saudara lakukan tersebut?

  1. Variabel adalah konsep atau atribut yang mempunyai “variasi” nilai antara satu dengan yang lain yang disebut indikator, yang ditetapkan oleh peneliti, sehingga menunjuk pada suatu konstruk atau sifat yang akan dipelajari untuk diambil kesimpulan.
Tugas:
a.     Apa manfaat ditentukannya indicator / nilai-nilai dalam variable penelitian ?
b.    Berikan 2 (dua) contoh dalam instrument kuesioner gabungan / paduan antara tertutup dengan 5 (lima) kategori jawaban mengacu pada Skala Likert,  dan terbuka ?

  1. Pada penelitian kuantitatif sangat dibutuhkan konsep – teori:
a.     Apa manfaat / keuntungannya ?
b.    Berikan contoh hipotesis alternative dengan konsep kompetensi kepemimpinan dan kompetensi pelayanan public !

  1. Sumber data secara umum dikenal ada 2 (dua) yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder:
a.     Jelaskan singkat makna masing-masing ?
b.    Apa keuntungan masing-masing sumber untuk penelitian perilaku manusia ?

  1. Dari kompleksitasnya Populasi memiliki karakter Homogen dan Heterogen:
a.     Apa hakekatnya masing-masing ?
b.    Jelaskan pula secara singkat dengan contoh, apa makna penelitian populasi itu ?

  1. Misalkan bilamana dalam penelitian yang dipilih kompetensi Kepemimpinan dan Pelayanan Publik, dengan instrument Dokumentasi.
a.     Data apa sajakah yang dibutuhkan ?
b.    Sebutkan secara rinci !

  1. Jelaskan secara singkat yang saudara ketahui penelitian kualitatif
Keterangan:
1.     Hasil ujian dikumpulkan pada saat UAS, yang sebelumnya telah dimasukkan pada Blogg masing-masing.
2.     Berkas yang diterima dosen adalah print out dari Blogg, dilampirkan usulan nilai.
3.     Pada saat ujian pada hari H akan diberikan satu soal yang dikerjakan di tempat ujian.

Bahan Kuliah Etika


Bahan Kuliah Etika

Sugeng Rusmiwari
Fisip Unitri Malang

Renungan:
A.      Allah Swt,  berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supay mereka menyembahku” (QS. Adz-Dzariyat, 56)
B.      Rasullah Saw, bersabda: “Pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima: Mada mudamu sebelum dating masa tua, masa sehatmu sebelum datang masa sakit, masa kayamu sebelum datang masa miskin, masa luangmu sebelum datang masa sibuk, masa hidupmu sebelum datang kematian” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Mustadraknya, nomor IV/306, dst, dalam buku Abu Ihsan al-Atsry & Ummu Ihsan Choiriyah, Panduan Amal Sehari Semalam, Memaknai Setiao Detik Kehidupan Dengan Beramal Shalih, Pustaka Darul Ilmi, Bogor, 2010). 
  
Etika

1.       Etika berasal dari bahasa Yunani  : Ethos, yang berarti kebiasaan atau watak.
2.       Etika merujuk pada hal:
a.       Etika berkjenaan dengan disiplin ilmu yang mempelajari nilai-nilai yang dianut oleh amnesia beserta pembenarannya dan dalam hal ini etika merupakan salah satu cabang filsafat.
b.      Etika merupakan pokok permasaalahan di dalam disiplin ilmu itu sendiri yaitu nilai-nilai hidup dan hukum-hukum yang mengatur tingkah laku manusia.
(Sumber: Wahyudi Kumorotomo, Etika Adminsitrasi Negara, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1992, h. 7) 

3.       Tujuan Etika, adalah memberitahukan bagaimana kita dapat menolong manusia di dalam kebutuhannya yang riil yang secara susila dapat dipertanggungjawabkan.
(Sumber: Wahyudi Kumorotomo, Etika Adminsitrasi Negara, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1992, h. 23)

4.       Garis Besar landasan Etika:
a.       Naturalisme:
1.       Paha mini berpendapat bahwa system-sistem etika dalam kesusilaan mempunyai dasar alami, yaitu pembenaran-pembenaran hanya dapat dilakukan melalui pengkajian atas fakta dan bukan atas teori-teori yang sangat metafisis.
2.       Manusia pada kodratnya adalah baik, sehingga ia harus dihargai dan menjadi ukuran.
b.      Individualisme
1.       Emmanuel Kant, menekankan bahwa setiap orang bertanggung jawab secara individual bagi dirinya.
2.       Dampak positif dari individualisme adalah terpacunya prestasi dan kreativitas individu.
3.       Orang akan memiliki etos kerja yang kuat dan selalu ingin berbuat yang terbaik bagi dirinya.
4.       Dampak negative bahwa setiap orang akan mementingkan diri sendiri atau bersikap egosentris.
c.       Hedonisme
Titik tolaknya bahwa manusia menurut kodratnya selalu mengusahakan kenikmatan, yaitu bila kebutuhan kodrati terpenuhi, orang akan memperoleh kenikmatan sepus-puasnya.
d.      Eudaemonisme
1.       Dari bahasa Yunani, yaitu demon yang berarti roh pengawal yang baik, kemujuran atau keuntungan.
2.       Kepuasan yang sempurna tidak saja secara jasmani tetapi juga rohani.
3.       Mencita-citakan suasana batiniah yang disebut bahagia.
4.       Mengajarkan bahwa kebahagiaan merupakan kebaikan tertinggi (prima facie).
e.      Utilitarianisme
1.       Tokoh dari ajaran ini adalah Jeremy Bentham (1748-1832) dan John Stuart Mill (1806-1873).
2.       Ciri utamanya adalah pengenal kesusilaan adalah manfaat dari suatu perbuatan.
3.       Suatu perbuatan dikatakan baik jika membawa manfaat atau kegunaan, berguna artinya memberikan kita sesuatu yang baik dan tidak menghasilkan sesuatu yang buruk.
f.        Idealisme
a.       Paham ini timbul dari kesadaran akan adanya lingkungan normativitas,
b.       Bahwa terdapat kenyataan yang bersifat normative yang memberikan dorongan kepada manusia untuk berbuat.
c.       Keunggulan dari ajaran ini adalah pengakuannya tentang dualism manusia, bahwa manusia terdiri dari jasmani dan rohani.
d.      Berdasrkan aspek cipta, rasa dan karsa yang terdapat dalam batin manusia.
e.      Dapat dibagi menjadi 3:
1.       Idealisme rasionalistik
Bahwa dengan menggunakan pikiran dan akal, manusia dapat mengenal norma-norma yang menuntun perilakunya.
2.       Idealisme estetik
Bahwa dunia serta kehidupan manusia dpat dilihat dari perspektif “karya seni”.
3.       Idealisme etik
Pada intinya ingin menentukan ukuran-ukuran moral dan kesusilaan terhadap dunia dan kehidupan manusia.

5.      Mortiner Jerome Adler, Siix grat Ideas, Mc Millan, New York, 1981, Ide Agung Etika, bahwa Etika, sebagai pedoman hidup masyarakat:
a.       Keindahan (beauty)
1.       Bahwa hidup dan kehidupan manusia itu sendiri seunggunnya merupakan keindahan.
2.       Dalam kehidupan social kita dapat menyaksikan bahwa orang lebih menyenangi cinta kasih, kerjasama antar manusia, gotong royong, kedamaian dan kehidupan yang berdasarkan saling membantu.
3.       Maka kasih saying, kedamaian dan kesejahteraan itu sesungguhnya merupakan unsure-unsur keindahan.
b.      Persamaan (equality)
1.       Hakekat kemanusiaan menghendaki adanya persamaan antara manusia yang satu dengan yang lain.
2.       Setiap manusia yang terlahir di bumi ini serta merta memiliki hak dan kewajiban masing-masing, tetapi sebagi manusia ia adalah sama atau sederajad.
c.       Kebaikan (goodness)
1.       Secara umum kebaikan berarti sifat atau karakterisasi dari sesuatu yang menimbulkan pujian. (Lacey, A.R, A Dictionary of Philosophy, Routledge & Kegan Paul, London, 1976)
2.       Perkataan baik (good) mengandung sifat-sifat seperti persetujuan, pujian, keunggulan, kekaguman, atau ketepatan.
3.       Ide agung kebaikan sangat erat kaitannya dengan hasrat dan cita manusia, karena pada umumnya manusia menghindari perbuatan-perbuatan buruk.
4.       Lawan idea gung kebaikan adalah keburukan (evil), yaitu jika perbuatannya merugikan diri sendiri, atau merugikan orang lain.
d.      Keadilan (justice)
1.       Keadilan ialah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya.
2.       Menurut Plato, keadilan merupakan substansi rohani umum dari suatu masyarakat yang menciptakan dan menjaga kesatuannya.
3.       Rawls, keadilan meliputi 2 azas:
a.       Bahwa setiap orang hendaknya memiliki hak yang sama atas kebebasan dasar.
b.      Bahwa perbedaan social ekonomi hendaknya diatur sehingga memberikan manfaat terbesar bagi mereka yang berkedudukan paling menguntungkan serta bertalian dengan jabatan atau kedudukan yang terbuka bagi semua orang berdasarkan persamaan kesempatan yang layak.
(John Rawls, A Theory of Justice, Harvad University Press, Canbridge, 1971).

e.      Kebabasan (liberty)
1.       Keleluasaan untuk bertindak  atau tidak bertindak berdasarkan pilihan-pilihan yang tersedia bagi seseorang.
2.       Kebebasan muncul dari doktrin, bahwa setiap orang memiliki hidupnya sendiri serta mamiliki hak untuk bertindak menurut pilihannya sendiri kecuali jika pilihan-pilihan tindakan tersebut melanggar kebebasan  yang sama dari orang lain.
3.       Itulah sebabnya, hukum sesungguhnya tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan tetapi justru untuk menjamin kebebasan itu sendiri (Franz Magnis Suseno, Etika Politik, Gramedia Jakarta, 1987, h. 116-118).
4.       Contoh, suatu missal Walikota memutuskan suatu Kebijakan, terus gagal, maka dialah yang pertama-tama mempertanggung jawabkan kegagalan tersebut, mengapa ?
5.       Karena, kebebasan manusia mengandung pengertian:
a.       Kemampuan untuk menentukan diri sendiri;
b.      Kesanggupan untuk mempertanggung jawabkn perbuatan;
c.       Syarat-syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekwensi dari pilihan itu.

f.        Kebenaran (truth)
1.       Ide kebenaran biasanya dipakai dalam pembicaraan mengenai logika ilmiah, sehingga kita mengenal kriteria kebenaran dalam berbagai cabang ilmu, semisal matematika, biologi, sejarah dan juga filsafat.
2.       Namun ada pula kebenaran mutlak yang hanya dapat dibuktikan dengan keyakinan bukan dengan fakta, yang ditelaah dengan Ilmu Agama.

Sumber: Disarikan dari Wahyudi Kumorotomo, Etika Administrasi Negara, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2009, h. 6 – 42.

Minggu, 08 Januari 2012

T M A Adm. Perkantoran


TUGAS MANDIRI AKHIR SEMESTER
(Sifat terbuka)
Mata kuliah   : ADM. PERKANTORAN                                       
Dosen           : Sugeng Rusmiwari                                                          


  1. Administrasi dalam arti sempit adalah pekerjaan kantor / tata usaha ketata usahaan (clirecal work) dan( to serve) melayani, dan dalam arti yang lain dikenal baik sebagai ilmu maupun sebagai seni yang dilaksanakan oleh administrator public / leader / manager.
Tugas:
a.    Jelaskan hakekatnya ?
b.    Apa saja sumber daya yang dapat dioptimalkan sehingga efektif, efisien dan rasional, jelaskan singkat ?
c.    Apa saja kendalanya dan bagaimana solusinya ?

  1. Pada dasarnya fungsi Leader dalam organisasi dituntut mampu mengendalikan menyusun Sistem dan Prosedur Administrasi Perkantoran dengan dasar Etika ber Organisasi dan Etika Memimpin.
Tugas:
a.    Jelaskan makna konsep tersebut di atas ?
b.    Apa/bagiamana hipotesis Etika, Organisasi dan Kepemimpinan dalam Sistem dan Prosedur Administrasi Perkantoran agar efektif ?
c.    Apa tantangan atau hambatan untuk menjadikan Kantor sebagai rumah kedua ?
  
3.    Pada akhirnya setiap diri yang terlibat dalam Organisasi juga akan terlibat dalam Administrasi Perkantoran, baik dia sebagai pemimpin formal maupun pemimpin sesaat. Untuk itu latar belakang / motivasi dalam Pengambilan Keputusan yang berdemensi pada Kebijakan Publik menjadi sangat bermakna.
Tugas:
a.    Jelaskan hakekat konsep tersebut dengan Paradigma Analisis Metta Administration ?
b.    Jelaskan 3 (tiga) unsur yang dominan dengan Pendekatan Metta Leadership?
c.    Kritisi Standar Penampilan Pribadi (Grooming) bilamana Keputusan yang diambil harus Benevolent Autocrat ?

4.    Tugas anggota organisasi mulai dari Top Leader hingga Follower adalah memberikan Pelayanan Publik  (Excellent Services/Customer Care) atau Pelayanan Prima dengan sebaik-baiknya bagi yang membutuhkan baik bersifat Vertikal maupun Horizontal sehingga tercipta Good Organization dan Good Governance.
Tugas:
a.    Kritisi makna konsep tersebut di atas saudara sebagai Cendekiawan yang Akuntable !
b.    Dengan konsep tersebut dapatkah pengembangan karier (cereer development) pegawai apakah dapat berjalan efektif ?
c.    Berikan advocasi jod grading, agar link and match agar good and good.

Keterangan:
1.    Hasil ujian dikumpulkan pada saat UAS, yang sebelumnya telah dimasukkan pada Blogg masing-masing.
2.    Berkas yang diterima dosen adalah print out dari Blogg masing-masing, dilampirkan usulan nilai yang diketahui ketua kelompok dan ketua kelas.
3.   Kertua Kelompok dan Ketua Kelas merekap anggotanya masing-masing.  
4.  Saat ujian hari H ada satu soal yang dikerjakan di tempat ujian.