Kamis, 26 Januari 2012

Kepemimpinan Visioner


Kepemimpinan Visioner

1.       Para pemimpin  yang efektif selalu mempunyai rencana; mereka berorientasi penuh pada hasil. Mereka mengadopsi visi-visi baru yang menantang, yang dibutuhkan dan bias dijangkau, mereka mengkomunikasikan visi=visi tersebut, dan mempengaruhi orang lain sehingga arah baru mereka mendapat dukungan dan bersemangat memanfaatkan sumber daya dan energy yang mereka miliki untuk mewujudkan visi-visi tersebut. (Sumber: Burt Nanus, Kepemimpinan  Visioner, Prehalindo, Jakarta, 2001, h. 5).

2.       Secara sederhana visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik bagi organisasi anda. Visi adalah pernyataan tujuan ke mana organisasi anda akan dibawa, sebuah masa depan yang lebih baik, lebih berhasil, atau lebih diinginkan dari pada kondisi sekarang (Sumber: Burt Nanus, Kepemimpinan  Visioner, Prehalindo, Jakarta, 2001, h.9-10).

3.       Visi selalu berhubungan dengan masa depan. (idem h. 10)

4.       Visi memainkan peran penting tidak hanya pada tahap awal, tetapi pada keseluruhan siklus kehidupan organisasi. (idem h. 11)

5.       Visi adalah rambu petunjuk bagi siapa saja yang ingin mendalami sebuah organisasi dan keman arahnya (idem h. 11).

6.       Visi adalah intisari kepemimpinan (idem h. 12)

7.       Visi merupakan alat yang tak tergantinkan kecuali jika kepemimpinan memang sengaja dirahkan pada kegagalan (idem h. 12)

8.       Visi memiliki cirri khusus:
a.       Visi harus tepat bagi organisasi dan tepat waktunya.
b.      Visi menentukan standar-standar prestasi dan mencerminkan cita-cita yang tinggi.
c.       Visi menjernihkan maksud dan arah.
d.      Visi mengilhami antusiasme dan merangsang komitmen.
e.      Visi dinyatakan secara jelas dan mudah dipahami.
f.        Visi merefleksikan keunikan organisasi, kompetensinya, apa yang diperjuangkan, dan apa yang mampu dicapainya.
g.       Visi bersifat ambisius.
(sumber: idem h. 36 – 38)

9.       Apa yang bukan Visi:
a.       Visi bukanlah nubuat (meskipun setelah terjadi mirip sekali).
b.      Visi bukanlah misi.
c.       Visi tidak bersifat factual
d.      Visi bukan persoalan salah atau benar.
e.      Visi tidk atau sekurang-kurangnya tidak harus bersifat statis.
f.        Visi bukanlah kendala terhadap tindakan.
(sumber: idem, h. 39-41).
1

0 komentar:

Posting Komentar