Jumat, 02 Maret 2012

Responsibilitas, Akuntabilitas, Perilaku Legislatif, Sikap Apatisme Masyarakat, Kepemimpinan Visioner dan Integratif, Pelayanan Publik.


ABSTRAK
Perilaku Arogansi Legislatif berdampak signifikan pada Sikap Apatis Masyarakat, upaya pemecahannya diperlukan Kepemimpinan Visioner dan Integratif agar Pelayanan Publik (Prima) Kerakyatan dapat optimal, efektif, efisien dan rasional, sehingga Dewan Perwakilan Rakyat atau Legislator menjadi Responsibel dan Akuntabel terhadap tugas dan tanggung yang diemban dan lebih beramanah.
Penelitian dilakukan di Malang Raya Jawa Timur, tahun 2011, dengan teknik sampling bertingkat yaitu Stratified Random Sampling dan Purposive Sampling, n 115, sampling error ± 5%, dengan jenis Korelasional, hasil Responsibilitas Perilaku Arogansi Legislatif cenderung baik yaitu sebesar 56,94% dan Akuntabilitas atau tanggung jawab juga cenderung baik sebesar 64,29%, Responsibiltas dan Akuntabilitas Sikap Apatisme Masyarakat: Responsibilitas cenderung baik sebesar 62,50%, Akuntabilitas cenderung baik sebesar 53,95%, Artinya terjadi respon dan tanggung jawabs yang baik atas suatu perubahan dimasa yang akan datang baik pada Legislatif maupun Masyarakat, pada Kepemimpinan Visioner cenderung baik sebesar 56,81%, Kepemimpinan Integratif cenderung kurang baik 61,72%, Kemapanan pola kepemimpinan dengan visi, misi belum cukup, sehingga dibutuhkan integritas secara lintas sektoral dengan baik. Pelayanan Publik (Prima) Kerakyatan, cenderung kurang baik sebesar 56,25 %.
Inisiatif melakukan perubahan dengan berbagai upaya sistematik, banyak dilakukan, kekurangan dalam melakukan perubahan yang tidak diharapkan dan terjadi di antaranya: 1. Membiarkan rasa puas diri yang berlebihan. 2. Gagal membentuk tim pengarah perubahan yang kuat. 3. Menganggap remeh kekuatan visi. 4. Visi tidak dikomunikasikan dengan balk. 5. Membiarkan rintangan yang menghadang pencapaian visi. 6. Gagal mendapatkan kemenangan jangka pendek. 7. Terlalu cepat menyatakan kemenangan akhir. 8. Gagal membakukan perubahan ke dalam budaya organisasi.
Dampak yang diharapkan dari menurunnya Perilaku Arogansi Legislatif dan Sikap Apatisme Masyarakat, antara lain: 1. Menarik orang berkomitmen dan memberi semangat. 2. Menciptakan makna dalam kehidupan pekerja. 3. Membangun kompetensi standar keunggulan. 4. Menjembatani masa sekarang dan masa depan.
  
   Kata kunci: Responsibilitas, Akuntabilitas, Perilaku Legislatif, Sikap Apatisme Masyarakat, Kepemimpinan Visioner dan Integratif, Pelayanan Publik.

    Sugeng Rusmiwari, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang.

    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar