Minggu, 10 Juli 2011

Jenis dan Ragam Penelitian


JENIS ATAU RAGAM PENELITIAN

Jenis penelitian dapat diklasifikasikan menurut tujuan, pendekatan, tingkatan dan jenis data.
  1. Penelitian Menurut Tujuan;
Menurut tujuannya, penelitian dapat dikelompokkan menjadi:
1.      Penelitian Murni;
2.      Terapan
3.      Penelitian Eksploratif
4.      Developmental / Operation Research
5.      Penelitian Verifikatif

Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan, tujuan, dan tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti.

Berdasarkan tujuan, metode penelitian dapat diklasifikasikan menjadi penelitian dasar (basic research), penelitian terapan (applied research) dan penelitian pengembangan (research ang development) Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Alfabeta, 2008, h. 4.

Gay (1977) menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni (dasar) dan terapan secara terpisah, karena keduanya terletak pada satu garis kontinum (Dalam Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001, h.2).

Penelitian murni bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang bersifat praktis.
Contoh:
Pengaruh reward oleh pimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai.
 
Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang belumnya belum pernah diketahui. (Dalam Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001, h.3).

Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.

Penelitian Eksploratif / Eksploratori
Berasal dari bahasa Inggris “to explore” (menyelidiki) dengan kata lain riset eksploratori (exploratory research) bermaksud ingin menemukan faktor-faktor penyebab sesuatu itu terjadi.Sifatnya meraba-raba masalah (rugi) dan peluangnya (untungnya).

Ciri-cirinya
1.      Tujuan utamanya adalah memperoleh pandangan mendalam dan menyeluruh tentang masalah dan peluangnya yang sebenarnya, yang digunakan untuk bahan atau informasi pengambilan keputusan.
2.      Relatif tidak terstruktur, relative fleksibel, informasi yang dicari ditetapkan dengan longgar, jumlah sample kecil sehingga cenderung tidak representative, anlisis data cenderung kualitatif.
3.      Data yang diperoleh sekunder, diskusi grup terfokus, pendapat ahli, wawancara mendalam, teknik proyektif.
4.      Hasil temuan bersifat tentative (secara garis besar dan sementara).
(Diadopsi dari Malhotra (2004), dalam Istijanto, Riset Sumber Daya Manusia, PT SUN, 2005,h.22).

Penelitian Development / Pengembangan
Semua kejadian yang berhubungan dengan proses terjadinya sesuatu tersebut (dari hasil penelitian sebelumnya) baik dalam penelitian ilmu murni maupun terapan, dicatat, diteliti dan diadakan penyempurnaan, hingga ditemukannya prototype model pemecahan yang pada akhirnya dapat disebut Operation Research dan bilamana hal ini dilakukan dengan penelitian yang sama maka nama penelitian ini menjadi Penelitian Verifikatif.

  1. Penelitian Ditinjau Menurut Pendekatan
1.      Penelitian Survey
2.      Penelitian Ex Post Facto
3.      Penelitian Eksperimen
4.      Penelitian Naturalistik
5.      Policy Research (penelitian policy)
6.      Action Research (penelitian tindakan)
7.      Penelitian Evaluasi
8.      Penelitian Sejarah

Penelitian Survey
Kerlinger (1973) mengemukakan bahwa, penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data sampel yang diambil dari populasi  tersebut sehingga ditemukan kejadian-kejadian relative, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel…(Dalam Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001, h.3).

Penelitian Ex Post Facto
Suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti suatu peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang melalui data tersebut untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului atau menemukan sebab-sebab yang mungkin atas peristiwa yang diteliti.
Contoh penggunaan logika dasar Jika……, maka…………

Penelitian Eksperimen
Suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat dan umumnya dilakukan pada laboratorium.

Penelitian Naturalistik
Sering disebut juga dengan metode Kualitatif, yaitu digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alami, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, hasil penelitian lebih menekankan pada makna.

Policy Research (penelitian policy)
Dimulai karena adanya masalah, yang dimiliki oleh para administrator / pemimpin atau pengambil keputusan dalam suatu organisasi atau masyarakat.

Majchrzak (1984) mendefinisikan penelitian policy adalah suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah (Dalam Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001, h.4)

Action Research (penelitian tindakan)
Penelitian ini memfokuskan pada masalah lokal (local problem atau local setting) yang dilakukan dengan tujuan untuk melakukan perubahan atau menguji prosedur yang diperkirakan dan dipertanggungjawabkan dalam situasi tertentu.

Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah:
1.      Situasi;
2.      Perilaku;
3.      Organisasi
4.      Struktur mekanisme kerja
5.      Iklim kerja
6.      Pranata

Penelitian Evaluasi
Penelitian ini merupakan penjelasan dari suatu fenomena atau bagian dari proses pembuatan keputusan yang membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standard program yang telah ditetapkan, dilakukan pada evaluasi formatif yang mekankan pada proses, feedback dari suatu aktivitas atau sumatif  yaitu menekankan pada efektivitas pencapaian program.

Penelitian Sejarah
Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang telah berlangsung dimasa lalu, data dapat diperoleh dari data primer (orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu), atau data sekunder atau dukumentasi-dukumentasi waktu itu.

Tujuannya untuk merekonstruksi kejadian masa lalu secara sitematis, obyektif sehingga detemukan fakta-fakta untuk menyusun kesimpulan, untuk menjawab kapan kejadian itu berlangsung dan siapa pelakunya serta bagaimana prosesnya.


  1. Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi
Yaitu penelitian yang menjelaskan bagaimana variable-variabel yang diteliti itu menjelaskan obyek obyeknya melalui pengumpulan data, mengevaluasi, menferifikasi, menganalisis dan mengintepretasikannya untuk menyusun kesimpulan.

Peneitian ini meliputi:
1.      Penelitian Deskriptif
Berasal dari kata “to describe” yang berarti tujuan utamanya menggambarkan sesuatu.  Umumnya penelitian ini dilakukan pada variabel mandiri.
Contoh :
Perilaku Legislatif, Sikap Masyarakat, Pelayanan Publik.
Hasilnya:
Perilaku Legislatif condong Arogan
Sikap Masyarakat condong Apatis
Dan Pelayanan Publik condong Kurang Baik
Dan biasanya adalah sebagai kelanjutan Riset Eksplorasi yang dijalankan sebelumnya.

Ciri-ciri penelitian deskriptif:
a.       Tujuan Penelitiannya menggambarkan profil, sikap, motivasi, tingkat kepuasan karyawan, aliran komunikasi.
b.      Sifatnya terstruktur, formal, informasi yang dicarai ditetapkan dengan jelas, jumlah sample besar dan representatif, analisis data kuantitatif, sering kali merupakan riset lanjutan dari eksplorasi.
c.       Data yang dimiliki data sekunder, survey dan observasi
d.      Hasil temuan berupa kesimpulan, yang dijadikan masukan untuk pengambilan keputusan
(Diadopsi dari Malhotra (2004), dalam Istijanto, Riset Sumber Daya Manusia, PT SUN, 2005,h.22).
     
2.      Penelitian Komparatif
Suatu penelitian yang bersifat membandingkan, yaitu Variabel mandiri yang dibandingkan adalah Sampel Respondennya.

3.      Penelitian Asosiatif  atau Kausalitas
Penelitian ini minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan, dapat bersifat simetris, kausalitas dan interaktif.

Ciri-ciri penelitian ini:
a.       Tujuan, untuk menentukan atau membuktikan hubungan sebab akibat
b.      Terstruktur, formal, yang dicari ditetapkan dengan jelas, jumlah sample besar dan representative, analisis data kuantitatif, terjadi manipulasi satu atau lebih variable independent.
c.       Metode Eksperimen
d.      Hasil temuan berupaya memberi kesimpulan, membantu pengambilan keputusan.
(Diadopsi dari Malhotra (2004), dalam Istijanto, Riset Sumber Daya Manusia, PT SUN, 2005,h.22).


  1. Penelitian Menurut Jenis Data
1.      Jenis data Kualitatif
Data kualitatif berbentuk kata atau kalimat yang diangkakan, yaitu terdapat pada skala pengukuran, pernyataan/pertanyaan yang memerlukan alternatif jawaban, misalnya: sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju yang masing-masing diberi label: 4,3,2,1.

Penelitian ini diperkenalkan kurang lebih tahun 1990, metode ini juga dinamakan metode baru, karena popularitasnya belum lama.

Dinamakan metode postpositivostik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme.

Juga disebut metode artistik, karena penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan juga disebut metode interpretative karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan dilapangan.

Kritik terhadap metode ini  tidak sistematis, sangat individual, kurang ilmiah, dan sukar dilakukan pelacakan terhadap data yang terkumpul, namun dengan segala perjuangan para ilmuan maka pendekatan ini diterima oleh masyarakat ilmiah.

Model penelitian ini yang terkenal di Indonesia adalah Model Naturalistic, dalam penelitian ini tidak mengharamkan menggunakan angka, menurut Suharsimi Arikunto (2002) menuliskan Namun demikian tidak berarti bahwa dalam penelitian kualitatif ini peneliti sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan angka (Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, 2002, h. 10)

Penelitian ini terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Pengambilan data atau penjaringan fenomena dilakkan dari keadaan yang sewajarnya ini dikenal dengan sebutan “pengambilan data secara alami natural”. Penelitian ini mensifati keterliabatan langsung peneliti di lapangan, dan penelitian ini kurang atau tidak membenarkan untuk menyebarkan angket atau mewakilkan pada orang lain dalam pengambilan data.

Ciri-ciri Penelitian Kualitatif
a.       Subyek sampel, sumber data atau yang disebut kejelasan unsur tidak mantap dan rinci, artinya masih fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan (emergent)
b.      Langkah penelitian baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai
c.       Hipotesis tidak dikemukakan sebelum penelitian, tetapi dapat lahir selama proses penelitian berlangsung / tentatif, dan hasil penelitiannya terbuka.
d.      Desain penelitian fleksibel dengan langkah dan hasilnya belum dapat dipastikan sebelumnya.
e.       Pengumpulan data harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
f.        Analisis data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.


2.      Jenis data Kuantitatif
Sesuai namanya penelitian ini banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran, analisis data, serta penampilan / laporan serta hasilnya.

Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif
a.       Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal.
b.      Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan disusun, sehingga jelas langkah-langkah penelitiannya dan hasil yang diharapkan.
c.       Hipotesis yang akan diuji sudah disiapkan untuk meramalkan hasilnya
d.      Pengumpulan data, memungkinkan untuk diwakilkan
e.       Analisis data dilakukan sesudah semua data terkumpul

Metode ini juga disebut metode tradisional, karena sudah lama dikenal dan digunakan. Juga disebut metode Positivistik, karena berlandaskan pada filsafat positivisme.

Juga metode ini disebut sebagai metode ilmiah/scientific karena memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu:
a.       Konkrit / empiris
b.      Obyektif
c.       Terukur
d.      Rasional
e.       Sitematis

Metode ini juga disebut Metode Discovery, karena dengan metode ini ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru

3.      Gabungan


Daftar Pustaka
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial, Airlangga University Press, 2001.
Istijanto, Riset Sumber Daya Manusia, PT SUN, 2005.
Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung, 2001.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Alfabeta, 2008.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, 2002.



0 komentar:

Posting Komentar