Jumat, 13 Maret 2015

MK Keputusan, Keputusan sebagai seni



PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI SEBUAH SENI

Manusia adalah makhluk pembuat keputusan (decision-making man), pengambil keputusan, penentu atas sebuah pemilihan dari sejumlah pilihan;
Pengambilan keputusan terjadi setiap saat sepanjang hidup manusia;
Kehidupan manusia adalah kehidupan yang selalu diisi oleh peristiwa pengambilan keputusan;
Kita dapat mengatakan: “Tiada saat tanpa pengambilan keputusan”.
Pengambilan keputusan merupakan prasyarat penentu tindakan;
Pengambilan keputusan adalah causa bagi respond tindakan, bagi effect konsekuensi;
Namun kebanyakan dari manusia tidak pernah tahu akan konsekuensi dari suatu keputusan yang diambil;
Ketidak tahuan akan bagaimana seharusnya sebuah keputusan diambil dapat mengantarkan kita pada dua konsekuensi- baik atau buruk;
Sering sesuatu yang telah diputuskan oleh seseorang dipandang menghasilkan keuntungan;
Walau pada kenyataannya kerugian yang muncul;
Boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal apa yang kita benci, yang kita pandang buruk sesungguhnya mendatangkan manfaat bagi kita;
Boleh jadi pula kita menyukai sesuatu, padahal sesuatu tersebut sesungguhnya mendatangkan kerugian bagi kita;
Bila kita menghadapi masalah, termasuk masalah dalam pencapaian tujuan, maka langkah terbaik adalah mempertimbangkan seluruh alternative solusi terbaik mungkin dengan menggunakan “alat” pertimbangan yang tepat;
Pendekatan terhadap penyelesaian masalah yang benar membantu kita dalam meraih keputusan yang memiliki konsekkuensi baik (berhasil menyelesaikan masalah);
Namun pandangan yang muncul atas dorongan bahwa hawa nafsu dalam pengambilan keputusan keputusan, missal: keputusan dalam menentukan alokasi sumber daya guna memenuhi keinginan yang tidak terbatas, telah memberikan konsekuensi buruk, masalah besar dalam bentuk kerusakan lingkungan dan kerusakan social budaya;
Pernah kita merenung kala mengambil keputusan:
Akibat atau konsekuensi apa yang akan muncul dari keputusan yang akan diambil ?
Apakah solusi yang akan diambil menguntungkan satu pihak saja, namun merusak pihak lain ?
Bagaimana pengaruh dari tindakan yang akan saya ambil terhadap lingkungan; baik atau buruk ?
Masalah dalam kehidupan adalah bukti kedangkalan dan keterbatasan logika;
Keterbatasan yang didorong hawa nafsu menjadikan kita tidak pernah dapat tepat mengetahui sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari;
Sedang mengetahui “secara tepat” atas sesuatu yang akan terjadi pada kemudia hari hanya dapat dicapai bila seseorang menguasai langkah-langkah untuk “:melihat” masa depan; melalui pendalaman atas “wadah” untuk melihatnya: Ilmu dan seni pengambilan keputusan;
Pengambilan keputusan merupakan ilmu dan seni yang harus dicari, dipelajari, dimiliki dan dikembangkan secara mendalam oleh setiap orang;
Bila manusia gagal menguasai bidang tersebut, maka muncullah beragam masalah;
Masalah yang muncul dalam pencapaian tujuan dapat dihubungkan dengan ketidakmampuan kita dalam melakukan proses pengambilan keputusan, dalam menentukan pilihan yang tepat;
Kita tidak lagi mengusasi dengan benar dan baik bagaimana seharusnya pengambilan keputusan rendah, maka peluang kita untuk selalu menghadapi masalah juga besar;
Hal penguasaan ilmu dan seni ini berlaku bagi indiveidu maupuan bagi organisasi;
Pengambilan keputusan merupakan saripati penggerak tindakan;
Sebuah tindakan selalu dan pasti selalu, akan didahului oleh pengambilan keputusan, dimulai oleh pemilihan satu alternative solusi;
Pengambilan keputusan disebut sebagai seni karena kegiatan tersebut selalu dihadapkan pada sejumlah peristiwa yang memiliki karakteristik keunikan tersendiri;
Keputusan yang diambil dalam kasus penentuan pembelian bangunan untuk kantor organisasi dengan keputusan yang diambil untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia memerlukan pendekatan pengambilan keputusan yang berbeda-beda;
Pengambilan keputusan terprogram dan tidak terprogram, keputusan dalam kondisi konflik atau tekanan waktu, memerlukan penerapan seni tersendiri yang bersifat unit;
Pengambilan keputusan yang merupakan seni selalu terikat pada tujuan yang hendak dicapai, jenis masalah yang dihadapi, serta factor-2 lingkungan yang mempengaruhi;
Setiap keputusan yang muncul atas pandangan pengambilan keputusan sebagai sebuah seni akan memiliki “cita rasa dan nuasa” yang berbeda-beda;
Perbedaan tersebut dapat muncul semenjak pembuat keputusan memiliki perbedaan dalam beragam hal, seperti:
-          Perbedaan kecerdasan;
-          Kerangka berfikir;
-          Tingkat preferensi atas masalah;
-          Serta persepsi;
Selain itu pengambilan keputusan sebagai seni juga dipengaruhi oleh perbedaan beragam factor lingkungan internal organisasi, seperti:
-          Budaya dan struktur organisasi;
-          Gaya kepemimpinan atasan dan
-          system komunikasi dalam organisasi;
Perbedaan-perbedaan tersebut selalu mempengaruhi keputusan yang diambil;
Oleh karenanya, pengambilan keputusan sebagai sebuah seni tidak dapat “dipelajari” oleh terdapatnya sejumlah perbedaan unik, yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan;
Untuk meraih tahapan seni pengambilan keputusan, ilmu tentang pengambilan keputusan jelas tidak bias ditinggalkan;

Sumber:
Rizky Dermawan, Pengambilan Keputusan, Landasan Filosofis, Konsep, dan Aplikasi, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2004.


0 komentar:

Posting Komentar