Rabu, 05 November 2014

Hakekat Organisasi

AL-ANFAL
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang;
Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (QS. Al-ANFAL; 2)

HAKEKAT ORGANISASI

Prof. James D. Money dalam sebuah bukunya yang sangat terkenal “The Principles of Organization” menulis bahwa organisasi adalah segi formil daripada administrasi sekaligus mesin daripada administrasi serta saluran meliwati mana segala rencana serta policy dilaksanakan. Organisasi adalah frame work daripada setiap bentuk kerjasama manusia untuk mencapai tujuan bersama. (James D. Money “The Principles of Organization”, Harper & Bros, 1947).

Sebagai alat administrasi organisasi dapat ditinjau dari 2 sudut:
a.       Sebagai wadah di mana kegiatan manejemen dijalankan;
b.      Sebagai proses di mana terjadi interaksi antar orang-2 yang menjadi anggota organisasi yang bersangkutan;

Sebagai Wadah:
Organisasi adalah tempat di mana kegiatan manejemen dijalankan;
Sebagai wadah sifatnya statis;
Setiap organisasi memiliki suatu pola dasar struktur organisasi yang relative permanen sifatnya;
Tetapi dengan adanya perkembangan-2, kompleksnya tugas-2, berubahnya tujuan, pergantian pimpinan, beralihnya kegiatan dan lain-2, semuanya itu dapat merupakan factor yang mendorong adanya perubahan-2 dalam struktur suatu organisasi.

Sebagai Proses:
Tujuan atas organisasi sebagai proses memperhatikan dan menyoroti interaksi interaksi antar orang anggota organisasi itu;
Sebagai suatu proses organisasi jauh lebih dinamis daripada sebagai wadah;
Tujuan atas oraganisasi sebagai proses ini menimbulkan pendapat adanya dua macam hubungan dalam organisasi yaitu:
1.       Hubungan formal;
2.       Hubungan informal;

Hubungan formil;
Nampak pada tata-hubunganyang berupa susunan tata-kerja beserta segala tugas kewajiban daripada organisasi sebagaimana ditentukan secara resmi oleh pembentuk organisasi  itu;

Hubungan informil
Nampak pada tingkah laku dan tindakan oleh masing-2 peserta anggota dalam hubungan pribadi mereka, baik antara atasan dan bawahan maupun hubungan pribadi anggota ditingkat bawahan, tata hubungan ini tidak dapat ditetapkan sebelumnya oleh pembentuk organisasi;
Apabila hendak ditetapka dalam bentuk lukisan (diagram) atau bagan hubungan ini justru timbul dan terjadi di dalam bekerja/berkarya orang-2 itu sebagai bagian orang-2 yang bekerja sama;

Segi formil;
Segi formil daripada organisasi didasarkan atas hubungan yang rasionil;

Segi informal;
Segi informal daripada organisasi didasarkan atas hubungan irasionil dan emosionil, yaitu erat hubungannya dengan perasaan, keinginan serta hasrat daripada masing-2 anggota singkatnya didasarkan pada tingkah laku pribadi;

Apabila kita mengharapkan agar organisasi dapat memperoleh hasil yang baik dan lancar jalannya maka kedua segi tersebut di atas yaitu segi formil dan informal haruslah mendapat perhatian yang wajar;

Untuk menentukan segi atau hubungan-2 mana yang harus lebih banyak, segi formil atau informal, di dalam teori organisasi masih berlaku pendapat:

“Semakin berhasil kelompok pimpinan membina suatu organisasi, semakin menonjol pula hubungan yang bersifat informal meskipun hubungan-2 yang bersifat formil tidak boleh hilang sama sekali”;

Mengingat hal ini jawaban atas pertanyaan di atas memang tidak mudah ditemukan, masing-2 kelompok pimpinan haruslah menemukan sendiri jawabannya yang sama dengan sifat-2 organisasi yang dipimpinannya;

Filsafat manajemen yang dianutnya dan menemukan keseimbangan antara atasan dan bawahan sesuai dengan sifat dan hakekat manusia yang oleh para teoritikus organisasi pada dewasa ini lebih banyak ditonjolkan;

Dalam hubungan ini John Pfiffner berpendapat bahwa sekarang ini ada kecenderungan bagi usaha-2 ke arah memberikan perhatian yang besar untuk mengadakan balancing (seseimbangan) yang harmonis antara kedua segi itu dengan mengadakan sintesa antara keduanya.

Sumber:
Sarwono, Dasar-dasar Organisasi dan Manajemen, Ghalia Indonesia.



0 komentar:

Posting Komentar