Senin, 17 November 2014

Sistem Manajemen Kinerja Yang Efektif

AN-NISAA’

Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-2 dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasinmu. QS. AN-NISAA’: 1


SISTEM MANAJEMEN KINERJA YANG EFEKTIF

System Manajemen Kinerja seperti apa yang akan dipilih untuk digunakan harus tergantung pada kebutuhan dan tujuan masing-masing organisasi.

Walaupun demikian Casio, 1992:270, menyarankan bahwa agar sebuah program Manajemen Kinerja Efektif hendaknya memeneuhi syarat-2 berikut:
1.       Relevan:
Ha-2 atau faktor-2 yang diukur adalah yang relevan (terkait) dengan pekerjaannya, apakah itu “output-nya, prosesnya atau input-nya”.
2.       Sensitivity:
System yang digunakan harus cukup peka untuk membedakan antara karyawan yang berprestasi dan tidak berprestasi.
3.       Reliablility:
System yang digunakan harus dapat diandalkan, dipercaya bahwa menggunakan tolok ukur yang obyektif, sahih, akurat, konsisten dan stabil.
4.       Acceptability:
System yang digunakan harus dapat dimengerti dan diterima oleh karyawan yang menjadi penilai maupun yang dinilai dan memfasilitasi komunikasi aktif dan konstruktif antara keduanya.
5.       Practicality:
Semua instrument, misalnya formulir yang digunakan, harus mudah digunakan oleh kedua belah fihak tidak rumit, mengerikan dan ber-belit-2.

Sumber:
Achmad s. Ruky, 2001, Sistem Manajemen Kinerja, Performance Management System, Panduan Praktis untuk Merancang dan Meraih Kinerja Prima, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hlm. 35-36.

0 komentar:

Posting Komentar