Selasa, 03 Juli 2012

Materi 34, Pengembangan Organisasi, Jajak Pendapat e - book


34 Jajak Pendapat  e - book

Seiring dengan kemajuan zaman, cepat atau lambat buku elektronik akan semakin popular di masyarakat.

Apalagi berbagai macam gadget elektronik bukan barang asing lagi.

Pertanyaan yang muncul apakah e-book akan mampu mendongkrak minat masyarakat untuk membaca  buku dan mengmbangkan industry perbukuan ?

Bukanlah pemandangan aneh, ketika orang tua asyik membaca buku, anak-anaknya sibuk memainkan gadget.

Ini adalah potret perbedaan gaya hidup antara generasi tua dan muda, terutama merebak di kelas menengah di kota besar.

Muncul pertanyaan, apakah mereka yang biasa membaca buku dalam format cetak akan beralih ke format e-book ?

Atau malah lebih parah, dengan mengalihkan kebiasaan membaca buku kepada “pencarian hiburan” di dunia maya melalui berbagai jenis gadget ?

Kesadaran Rendah

Buku adalah jendela dunia.

Lewat buku, pikiran dan jiwa dapat mengembara menembus sekat-sekat ruang dan waktu.

Buku mengantarkan orang kepada dunia baru.

Namun, semua itu tiada berarti jika tingkat keaksaraan atau literisasi masyarakat masih rendah.

Mengacu pada data Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) yang menyurvei tingkat literasi 45 negara (2006), tingkat keaksaraan di Indonesia berada pada posisi 41.

Kemampuan literasi siswa sekolah dasar di Indonesia hanya empat teringkat lebih baik dari pada siswa di Afrika Selatan.

Padahal tingkat kemampuan dasar dalam baca tulis menjadi bagian penting dalam memahami buku bacaan atau literatur.

Hasil Survei PIRLS juga menyatakan, ketersediaan bahan-bahan di rumah pada masyarakat Indonesia  masih termasuk dalam katergori  menengah ke bawah.

Kategori menengah yaitu jika jumlah bahan bacaan 25 hingga 100 buku, sedangkan kategori bawah jika jumlah buku bacaan di rumah kurang dari 25 buku.

Fakta tersebut diperkuat dengan jumlahbuku yang diproduksi setiap tahun di Indonesia terbilang masih rendah.

Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) dalam laporannya yang dipublikasikan Asean Book Publishers Association (ABPA) menybutkan, pertumbuhan buku di Indonesia mencapai lebih dari 2000 judul buku setiap bulannya (berdasarkan data Toko Buku Gramedia November 2009).

Ditingkat Asia Tenggara, jumlah itu memang tampak besar dibandingkan dengan Negara-negara tetangga.
Tahun 2009, tercatat menerbitkan 13.157 judul buku per tahun, dan Brunei 91 judul buku per tahun.

Akan tetapi, dibandingkan dengan India dan China, jumlah produksi sekitar 18.000 judul buku per tahun di negeri ini terasa rendah.

India tercatat menerbitkan sekitar 60.000 judul buku per tahun dan China 140.000 judul buku per tahun.

Hasil Jajak Pendapat Litbang Kompas:
Pertanyaan / Pernyataan:
1.       Yang Pertama Kali Menulari Kebiasaan Membaca Buku:
a.       Kesadaran sendiri    = 58,1%
b.      Orang tua                    = 27,1%
c.       Saudara serumah     = 3,0%
d.      Teman                          = 3,0%
e.      Sekolah/guru             = 2,1%
f.        Lainnya                         = 6,7%
2.       Jumlah Buku Yang Dibaca Dibandingkan Tahun Sebelumnya
a.       Semakin banyak       = 20,8%
b.      Sama saja                    = 27,5%
c.       Semakin sedikit        = 48,0%
d.      Lupa                              = 1,2%
e.      Tidak tahu                   = 2,5%
3.       Lama Waktu Membaca Buku
a.       Kurang dari 1 jam     = 58,7%
b.      1-2 jam                         = 28,7%
c.       Antara 2-4 jam          = 4,7%
d.      Lebih dari 4 jam        = 1,4%
e.      Tidak tentu                 = 5,8%
f.        Tidak tahu                   = 0,7%
4.       Alasan Tidak Rutin Membaca Buku
a.       Sulit mengatur waktu             = 52,1%
b.      Lebih tertarik nonton TV       = 10,6%
c.       Tidak kuat membaca lama    = 9,1%
d.      Kelelahan setelah bekerja   = 8,6%
e.      Malas                                            = 5,7%
f.        Lebih suka internet                 = 3,5%
g.       Lainnya                                         = 8,5%
h.      Tidak tahu/tidak jawab          = 1,9%
5.       Membaca E-Book
a.       Pernah                                         = 25%
b.      Tidak pernah                              = 75%
6.       Pernah Membaca E-Book Berdasarkan Usia (Usia pernah (tahun):
a.       17-24             = 44,5%
b.      25-29             = 32,9%
c.       30-39             = 29,1%
d.      40-49             = 16,5%
e.      50-59             = 12,2%
f.        >60                 = 12,2%

Metode Jajak Pendapat:
Pengumpulan pendapat melalui telepon ini diselenggarakan Litbang Kompas pada 12-13 Juni 2012.
Sebanyak 571 responden minimal berusia 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru.
Responden berdomisili di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Makasar, Menado, Banjarmasin, Pontianak, dan Depansar.
Jumlah responden di setiap kota ditetapkan secara acak proporsional.
Menggunakan metode ini, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, nir-pencuplikan penelitian 4,1 persen.
Meskipun demikian, kesalahan diluar pencuplikan dimungkinkan terjadi.
Hasil jajak pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat seluruh masyarakat negeri ini.

Sumber:
Nurul Fatchiati, Yahanes Krisnawan, Litbang Kompas, Jajak Pendapat, Kompas, Jumat, 29 Juni 2012, h. 36.  

0 komentar:

Posting Komentar