Minggu, 12 April 2015

MK, Keputusan, Tujuan Pengambilan Keputusan



TUJUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Dalam teori pengambilan keputusan, tujuan merupakan sesuatu yang hendak diraih atau diselesaikan oleh pembuat keputusan;
Bila keputusan dikaitkan dengan masalah, maka tujuannya adala mencari penyelesaian masalah;
Sedang visi dan misi yang hendak diwujudkan, maka tujuannya adalah peraihan atau pencapaian visi dan misi tersebut;
Namun pencapaian tujuan bagaimanapun juga, merupakan kasus masalah;
Karena untuk mencapai tujuan kita dihadapkan pada beragam peristiwa yang rumit (lihat kembali bagian masalah dan pengambiloan keputusan);
Tujuan dapat dirinci ke d tingkatan tujuan:
-          Umum;
-          Abstrak;
-          Spesifik;
-          Penting;
-          Kurang penting;
Bila tujuan sudah drinci maka gunakan istilah criteria;
Seorang pengambil keputusan dapat memiliki lebih dari satu tujuan (multiple objective);
Kondisi terdapatnya lebih dari satu tujuan menimbulkan pemilihan tujuan atas dasar peringkat;
Kebijakan untuk melakukan peringkat ini merupakan kewajaran, karena sifat dari tujuan berubah menjadi kompetitif (competitive objectives) begitu terdapat lebih dari satu tujuan;
Mengapa sifat kompetetif ini dapat muncul ?
Karena adanya sejumlah keterbatasan (constraints, scarcity) dalam pencapaian tujuan;
Bila keterbatasan dan kelangkaan tidak terdapat dalam kehidupan nyata, maka kita dapat meraih beberapa tujuan sekaligus tanpa hambatan;
Tujuan yang bersifat kompetetif ini dikenal pula sebagai tujuan konflik (conflicting objectives);
Keputusan yang diambil secara tidak tepat dalam kasus tujuan tersebut di atas akan menghasilkan konflik situasi (conflict of situation);
Konflik ini muncul karena tujuan berganda tidak dirinci secara jelas, mana yang hendak didahulukan untuk diraih;
Selain itu terjadi karena keputusan untuk memilih satu tujuan tidak didasarkan pada analisis yang menyeluruh lagi mendalam atas beragam konsekuensi;
Kita dapat temukan konflik seperti ini dalam menejemen pemerintahan dan manajemen kota di Negara kita;
Masalah dan tujuan tidak secara jelas diperingkat;
Pengambilan keputusan di organisasi tersebut tidak menetapkan skala prioritas masalah dan tujuan yang hendak diselesaikan dan diraih;
Sehingga keputusan yang diambil sering menimbulkan masalah lain;
Sedang pengambilan keputusan yang baik adalah penentu pilihan solusi yang menghilangkan atau meminimalkan timbulnya masalah baru / lain pada kemudian hari.

Sumber:
Rizky Dermawan, Pengambilan Keputusan, Landasan Filosofis, Konsep, dan Aplikasi, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2004.


  

0 komentar:

Posting Komentar