Rabu, 15 Oktober 2014

Rintangan Penyempurnaan Administrasi

AL-IKHLAS

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.       Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa;
2.       Allah tempat meminta segela sesuatu;
3.       (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan;
4.       Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

AL-HADIS

Diriwayatkan dari Umar bin Al-Khaththab ra., dia berkata Saya pernah mendengar Rasulullah Saw. Bersabda “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya. Barang siapa berhijrah dengan niat untuk kepentingan duniawi atau untuk mencari perempuan yang akan dikawininya, maka balasan hijrahnya sesuai dengan niatnya.”  (Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadis: 1).

RINTANGAN PENYEMPURNAAN ADMINISTRASI

a.       Lembaga / pribadi yang kolot;
Karena enggan mencurahkan tenaga dan dana untuk menerapkan pola baru mereka akan menetang dengan mengemukakan berbagai argumentasi menolak terjadinya perubahan.

b.      Adanya kecenderungan pola berpikir yang berbeda;
Atau saling bertentangan antara pola berpikir luas dan sempit.

Kecenderungan ini terlihat di negara berkembang yang sedang memacu pembangunan negaranya misalnya dalam hal perencanaan pembangunan.

Disatu pihak para perencana berasumsi bahwa pentingnya penerapan rencana pembanguan bersifat komprehensif sehingga rencana tersebut disahkan oleh yang berwenang tanpa memikirkan cara-2 yang tepat dalam pelaksanaannya;

Akhirnya rencana tersebut tidak dapat diterapkan hambatan atau rintangan ini timbul karena tidk sejalannya pikiran si pembuat rencana dengan politisi dan sipelaksana yaitu birokrasi seperti telah dikemukakan bahwa si perencana terbiasa berfikir secara luas dan meyeluruh sedangkan si pelaksana sudah terbiasa berfikir sempit dan terkotak-kotak dalam birokrasi atau kemungkinan lain adalah bahwa si pembuat rencana hanya berpikir di atas kertas dan berpengalaman di lapangan, sedangkan si pelaksana birokrasi berpengalaman di lapangan sehingga apa yang direncanakan tersebut tidak berakar dari lapangan sehingga apa yang direncanakan tersebut tidak berakar dari lapangan sehingga sulit untuk dikerahkan.
    
c.       Rintangan pemahaman teknologi maju;

Sebagai akibat perbedaan cara berpikir untuk mempercepat lajunya pertumbuhan di negara berkembang maka PBB dan negara-2 maju seperti Amerika Serikat disamping memberikan bantuan dana ekonomi juga menyertainya dengan bantuan teknis administrasi negara maju.

Teknis administrasi dan manajemen yang diimpor tersebut antara lain:
1.       Organization and Method (O&M);
2.       Planning;
3.       Programming;
4.       Budgeting Systems (PBBS);

Tetapi setelah diterapkan diterapkan di negara berkembang ternyata teknik manajemen tersebut banyak mendapat rintangan-2 tersebut antara lain:
1.       Bahwa penerapan teknik manajemen tersebut harus diiringi dengan tingkat rasionalitas yang tinggi;
Sedangkan di negara berkembang pada umumnya, tingkat rasionalitas tinggi itu masih jauh untuk didekati;
2.       Teknik manejemen di atas mengembangkan suatu ukuran berdasarkan output (hasil) yang konkret.
Sedangkan dalam pembangunan di negara berkembang sulit untuk menerapkan ukuran yang konkret.
Ukuran hasil pembangunan negara berkembang leboh difokuskan pada manfaat yang diberikan masyarakat.
Contoh:
Pembangunan suatu dan raksasa untuk pengairan sawah rakyat memakan dana bermiyar-milyar.
Kalau diukur dengan hasil padi yang diperoleh mungkin tidak seimbang.
Tetapi kalau diukur dari segi manfaatnya bagi masyarakat dapat dikatakan tinggi karena masyarakat yang selama ini sering menghadapi musim kelaparan, maka dengan adanya dana mereka tidak lapar lagi.

Jadi ukuran berhasilnya manajemen di negara maju berbeda dengan di negara berkembang sehingga dalam prakteknya teknik manejemen yang demikian tidak atau kurang dapat diterapkan di negara berkembang.

Supaya dapat menghadapi tantangan-2 dalam perubahan maka harus dilakukan penyempurnaan administrasi (Administrative Reform).


Sumber:
Bintoro Tjokrohamidjojo, Tahun 1987, Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta



0 komentar:

Posting Komentar