Selasa, 11 Oktober 2011

Bahan Kuliah A Metode Penelitian


Bahan Kuliah A

METODE PENELITIAN
SUGENG RUSMIWARI
081 334 995 112

PENDAHULUAN
Penelitian adalah pekerjaan ilmiah yang bermaksud mengungkapkan rahasia ilmu secara obyektif, dengan dibentengi bukti-bukti yang lengkap dan kokoh.

Identifikasi Masalah
Masalah :
Suatu situasi yang berisi kesenjangan, dapat menimbulkan kerawanan, hambatan, ancaman, ataupun gangguan à segala sesuatu yang bekerja tidak seperti yang diharapkan
Kesenjangan : gap terhadap situasi yang ideal atau keadaan normal

UNSUR-2 MASALAH
  1. Masalah penelitian harus tampak dan dirasakan sebagai suatu TANTANGAN bagi peneliti untuk dipecahkan dengan mempergunakan keahlian atau kemampuan profesionalnya
  1. Masalah penelitian merupakan kondisi yang menunjukkan KESENJANGAN (gap) antara peristiwa atau keadaan nyata (das sain) dengan tolok ukur tertentu (das sollen) sebagai kondisi ideal atau seharusnya bagi peristiwa atau keadaan tertentu.
  1. Masalah penelitian adalah KERAGUAN yang timbul terhadap suatu peristiwa atau keadaan tertentu berupa kesangsian tentang tingkat kebenarannya suatu peristiwa atau keadaan

PEMILIHAN MASALAH
  1. Masalah penelitian harus DIPILIH yang berguna untuk diungkapkan.
  2. Masalah yang dipilih harus RELEVAN dengan kemampuan atau keahlian peneliti.
  3. Masalah penelitian harus MENARIK perhatian untuk diungkapkan.
  1. Masalah penelitian sedapat mungkin MENGHASILKAN sesuatu yang baru.
  2. Masalah penelitian harus dipilih yang dapat DIHIMPUN DATA nya secara lengkap dan obyektif.
  3. Masalah penelitian TIDAK TERLALU LUAS, tetapi juga tidak boleh terlalu sempit

Unsur dari Masalah. FINER.
FEASIBLE:       Tersedia subjek & objek pen.
INTERESTING: Menarik untuk diteliti.
NOVE:              Ide baru.
ETHICAL:         Sesuai dengan etika.
RELEVANT:      Sesuai dengan zaman.

Pengertian Masalah :
Suatu kesulitan yang dirasakan, konkrit dan memerlukan solusi

Suatu kesenjangan antara :
apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan, atau
antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia, atau
Antara harapan dengan kenyataan, dsb.

Suatu masalah tidak harus menuntut / menimbulkan suatu penelitian tetapi penelitian dilakukan oleh karena adanya masalah.

Jadi seseorang yang akan melakukan penelitian harus menentukan terlebih dahulu:
apa masalahnya ?

Suatu masalah berbeda dengan fakta
Contoh :
Fakta : mengarah pada adanya kebutuhan obyektif / latar belakang.
File data di komputer banyak yang terkena virus
Masalah : mengarah pada adanya upaya untuk pemecahan
Bagaimana cara membersihkan virus pada file data tersebut ?

Suatu masalah ini membutuhkan penelitian untuk mencari solusinya.

Identifikasi Masalah
Upaya untuk melakukan pencarian dan pendataan masalah2 yang akan dibahas

Pencarian masalah dapat dilakukan dari sumber2 masalah :
Bacaan
Pengamatan sepintas / Fakta di lapangan / Pengalaman pribadi
Pertemuan Ilmiah : seminar, diskusi, lokakarya, dll
Pernyataan Pemegang Otoritas
Perasaan Intuitif Pribadi

Pemilihan Masalah
Setelah masalah2 diidentifikasi, belum menjadi jaminan bahwa semua masalah tersebut layak dan sesuai untuk diteliti.
Sehingga perlu dipilih salah satu atau beberapa masalah yang paling baik dan layak untuk diteliti.
           
Pemilihan Masalah
Pertimbangan pemilihan masalah ini dapat dilakukan dengan 2 arah :
Dari Arah masalahnya
Pertimbangan kelayakan berdasarkan arah masalah atau sudut obyektifnya atau nilai penelitiannya.
Apakah penelitian memberikan sumbangan kepada pengembangan dan penerapan IPTEKS atau pmecahan masalah praktis ?
Dari arah Penelitinya
Pertimbangan berdasarkan kelayakan dan kesesuaian penelitinya menyangkut kelayakan biaya, waktu, sarana, dan kemampuan keilmuan.

Perumusan masalah
Masalah perlu dirumuskan dengan tujuan agar permasalahan jelas dan tidak menimbulkan keragu-raguan atau tafsir yang berbeda-beda sebab masalah tsb nantinya akan digunakan sebagai dasar : pengajuan teori dan hipotesis, pengumpulan data, pemilihan metode analisis dan penarikan kesimpulan.
 
Sekali lagi : suatu masalah berbeda dengan fakta
Fakta / Latar Belakang sistem manual administrasi penjualan banyak menimbulkan kesalahan dan kinerjanya lambat

Perumusan masalah :
Bagaimana perancangan sistem komputerisasi yang dapat menangani administrasi penjualan dengan baik, efektif dan efisien ?

MASALAH PENELITIAN
Masalah adalah deskripsi tentang kesenjangan
antara teori & praktek atau
antara aturan & kenyataan

Kesenjangan dapat berupa :
informasi belum ada
informasi belum lengkap
informasi bertentangan dgn teori

Masalah penelitian adalah masalah yang pemecahannya memerlukan penelitian 
Sumber masalah penelitian

Menurut Moody, Vera, Blanks & Vischer : 
87% dari pengalaman praktek
57% dari studi literatur
46% dari interkasi dengan teman sejawat
28% dari interaksi dengan murid
 9% dari pemberi dana   
Upaya pembatasan masalah

MENDEFINISIKAN MASALAH
Hal-hal yang dapat dipermasalahkan dalam penelitian adalah masalah atau peluang, dimana pendefinisiannya harus jelas baik keluasannya maupun kedalamannya.

Masalah diartikan sebagai suatu situasi dimana suatu fakta yang terjadi sudah menyimpang dari batas-batas toleransi yang diharapkan.

Sedangkan peluang merupakan suatu kondisi eksternal yang menguntungkan jika dapat diraih dengan usaha-usaha tertentu, tetapi juga dapat menjadi ancaman bila peluang itu dapat dimanfaatkan oleh pesaing.

Contoh statement masalah
Adanya gejala penurunan kinerja pegawai
Kepemimpinan tidak kondusif dan kinerja menurun dari waktu ke waktu padahal …...
Contoh peluang
Adanya …… ?

Setelah masalah diketahui, selanjutnya dibuat suatu rumusan masalah yang tujuannya adalah agar peneliti maupun pengguna hasil penelitian mempunyai persepsi yang sama dengan penelitian yang dihasilkan.

Ditinjau dari pertanyaan-pertanyaan yang berpola 5W+1H (what, why, where, who dan how)

MASALAH YG BAIK
Masalah yang Baik
Mempunyai nilai dan kelayakan penelitian dari segi manfaat / kontribusi
Fisibel / dapat dipecahkan (konkrit) dimana ada data dan metode pemecahannya
Menarik bagi peneliti yang didukung kemampuan keilmuan
Spesifik mengenai bidang tertentu (jelas ruang lingkup pembahasannya)
Berguna untuk mengembangkan suatu teori

Rumuskan Masalah
Setelah hal-hal yang melatar belakangi tsb dipaparkan buat suatu rumusan masalah, yang berintikan pada variabel Dipenden yang ingin kita ketahui.
Kebalikan dari masalah tsb akan jadi Tujuan Penelitian.

Perumusan masalah
Teknik merumuskan masalah :
Dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan
Singkat, jelas dan padat
Memberi petunjuk dimungkinkannya pengumpulan data dan adanya metode pemecahannya
Pentingnya perumusan masalah
Langkah perumusan masalah

Contoh :
Rumusan permasalahan :
Menggunakan desain deskriptif yang sulit dihipotesiskan
Menganalisis aspek-aspek KEPEMIMPINAN dan KEBIJAKAN PUBLIK  di DPRD KOTA MALANG

Menggunakan desain kausal yang mudah dihipotesiskan
Menganalisis pengaruh KEPEMIMPINAN terhadap KEBIJAKAN PUBLIK di DPRD KOTA MALANG

Merumuskan dan Membatasi Masalah
Memetakan variabel/komponen/aspek yang terlibat dalam suatu masalah dengan menggunakan pola pikir atau paradigma tertentu à PERUMUSAN

Memisahkan variabel/komponen/aspek yang termasuk fokus penelitian dengan yang tidak termasuk à PEMBATASAN

Memformulasikan fokus penelitian dalam suatu judul atau topik penelitian (apabila ada beberapa fokus penelitian bisa dirumuskan judul/topik yang lebih umum atau tema penelitian)

Membuat rumusan atau pendefinisian yang bersifat operasional/dapat diukur

MENCARI KEBENARAN
Dua pendekatan untuk memperoleh kebenaran :
Pendekatan non ilmiah
Pendekatan ilmiah

Pendekatan non ilmiah
akal sehat
prasangka
intuisi
penemuan kebetulan dan coba-coba
pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis

Pendekatan ilmiah
Dengan pendekatan ilmiah orang berusaha untuk memperoleh kebenaran ilmiah, yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji oleh siapa saja yang berkehendak untuk mengujinya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar