Senin, 20 Februari 2012

Hasil Penelitian Tri Utami


PENGARUH TAYANGAN BERITA KRIMINAL DI INDOSIAR (PATROLI) TERHADAP PERILAKU MAHASISWA KOMUNIKASI ANGKATAN 2009-2011 UNITRI MALANG

Tri utami

ABSTRACT

Background : Impressions of crime news is a show can have a negative impact and positive impact on student behavior as well as adolescents. Through the medium of television news shows in the recall and criminal can be absorbed quickly because manggunakan sense of hearing and vision, based on research results krimminal news shows effect on student behavior UNITRI. Research Objectives : Know the news influence criminal behavior of the students and find out the influence that caused.Research Methods : The research is quantitative descriptive method. Sample of this study were students of communication force UNITRI 2009-2011 Malang, sampling with Probability Sampling by Cluster Sampling (sampling area) where samples are obtained as many as 74 people. Analysis of research data using regression analysis.Results : The Effect of News footage of Criminal Conduct Against Students (Fhitung Ftabel of 4.56 and 1.86).
Conclusion
: crime news shows in Indosiar (patroli) to influence student behavior and the influence of impressions based on the bound variable tables (Independent) as a matter of no. 8 students who did fight / brawl against friends or other people as much as 43%, from about no. 9 students who wish to try using drugs by 26%, from about no.10 of students who use drugs as much as 14%, from about 11 students who had drinking as much as 25%, from about 12 students who tried to drink the-drink as much as 17%, from about 13 students who commit violence against another person resulting in injury or death of another person as much as 30%, from about no. 14 students who intend to commit suicide as much as 9%, from about 15 students who fight or causing physical damage to objects as much as 21%.


PENDAHULUAN
Pada saat ini banyak remaja maupun mahasiswa yang terlibat dalam tindakan kriminal. Dapat di saksikan di televisi tentang pemberitaan kriminal yang pelakunya atau korban dari suatu peristiwa tindakan kriminal adalah mahasiswa maupun remaja yang masih duduk di bangku belajar, tindakan yang sering sekali terjadi adalah pencurian, bunuh diri, perampokan, pembunuhan, bunuh diri, minum-minuman keras, dan banyak yang lainnya. Berita kriminal yang sering di saksikan di layar televisi dapat mempengaruhi jiwa anak remaja maupun mahasiswa. Berita kriminal adalah berita atau laporan mengenai kejahatan yang diperoleh dari polisi-polisi.
Berita adalah laporan atau informasi yang menarik prhatian masyarakat, berdasarkan fakta berupa kejadian atau ide (pendapat), disusun sedemikian rupa dan disebarkan media massa dalam waktu secapatnya (Mondry, 2008:132). Berita yang disajikan terdiri atas tiga jenis, yaitu: hard news, depth news, dan feature news. Judul penelitian ini diambil karena banyak sekali tayangan berita kriminal jam tayangnya kurang tepat sehinngga banyak anak remaja maupun mahasiswa yang melihat tayangan berita kriminal dan akan berdampak negatif atau buruk bagi perilaku mahasiswa seperti, tawuran, pencurian, pembunuhan atau bunuh diri yang dapat di contoh sewaktu-waktu.
Perilaku memiliki beberapa karakteristik perilaku menurut (Badudul, 1994:1152).
a.       Perilaku adalah perkataan dan perbuatan individu. Jadi apa yang dikatakan dan dilakukan oleh seseorang merupakan karakteristik dari prilakunya.
b.      Perilaku mempunyai satu atau lebih dimensi yang dapat diukur yaitu: frekuensi, durasi, intensitas.
c.       Perilaku dapat di observasikan, di jelaskan dan direkam oleh orang lain atau orang terlibat dalam prilaku tersebut.
d.      Perilaku mempengaruhi lingkungan, lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
e.       Perilaku dipengaruhi lingkungan
f.       Perilaku bisa tampak atau tidak tampak.
Kriminalitas berasal dari kata “crime” yang bearti kejahatan. Disebut kriminalitas karena menunjukkan suatu perbuatan atau tingkah laku maupun tindakan kriminal. Pengertian kriminalitas dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya (Abdulsyani, 2002: 188-190) :
  1. Kriminalitas ditinjau dari aspek yuridis
Menurut aspek yuridis, suatu hal bisa dikatakan kejahatan atau kriminalitas adalah jika seseorang melanggar peraturan atau undang-undang pidana dan diputuskan pengadilan pidana sebagai penjahat oleh karena kejahatan yang dilakukannya. Dalam hal ini jika seseorang belum dijatuhi hukuman bearti orang tersebut belum bisa dikatakan sebagai penjahat.
  1. Kriminalitas ditinjau dari aspek sosial
Jika seseorang mengalami kegagalan dalam menyesuaikan dari atau berbuat menyimpang dengan sadar atau tidak sadar dari norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat sehingga perbuatannya tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat yang bersangkutan.
  1. Kriminalitas ditinjau dari aspek ekonomi
Jika seseorang atau lebih dianggap merugikan orang lain dengan membebankan kepentingan ekonominya kepada masyarakat sekelilingnya sehingga dianggap sebagai penghambat atas kebahagiaan orang lain.

METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk angka-angka, dan data kualitatif sebagai pendukung seperti kata-kata atau kalimat yang tersusun dalam angket hasil konsultasi antara peneliti dan informan.

Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat proses pengambilan data. Penelitian ini dilakukan di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang yang beralamat di Jalan Telaga Warna Blok C Tlogomas Malang.

Sumber Data
Sumber data adalah subjek dari mana data itu diperoleh (Burhan, 2004:93). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden di lokasi penelitian yang dikakukan dengan menyebar kuesioner kepada responden. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber-sumber lain seperti jurnal, buku-buku, internet dan laporan.

Populasi 
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari, dan kemudian di tarik suatu kesimpulannya (Sugiyono, 2011:80). Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang yang beralamat di Jalan Telaga Warna Tlogomas Malang. Pengambilan sampel terdiri dari angkatan 2011 berjumlah 29 orang, angkatan 2010 berjumlah 27 orang, dan angkatan 2009 berjumlah 21 orang. Sehingga total jumlahnya adalah 77 orang.

Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011:81). Sampel yang dipilih adalah mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang yang beralamat di Jalan Telaga Warna Tlogomas Malang. Sampel yang di pilih atau digunakan berdasarkan kriterian sebagai berikut :
a)      Mahasiswa komunikasi angkatan 2009-2011
b)      Mahasiswa yang bersedia mengisi angket
c)      Pernah menonton program TV Patroli di indosiar
d)     Bisa melihat, menulis dan membaca
Dalam penelitian ini diambil sampel sebayak 74 orang, dalam mencari responden dengan unsur tanpa paksaan dan berdasarkan kriteria yang telah di tentukan.

Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengambilan sampel Probability Sampling dengan cara Cluster Sampling (Area Sampling). Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk di pilih menjadi anggota sampel.
Cluster Sampling (Area Sampling) adalah teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah di tetapkan (Sugiyono, 2011:83).

Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011:38). Adapun  variabel penelitian ini terdiri dari :
a.      Variabel Independen (Variabel Bebas)
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulkanya variabel dependen (terikat). Variabel bebas dalam penelitian ini  yaitu pengaruh tayangan berita kriminal di Indosiar (patroli).


b.      Variabel Dependen (Variabel terikat)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah  perilaku mahasiswa.

Definisi Operasional
Definisi operasional adalah defenisi berdasarkan karakteristik yang diamati (diukur) dari sesuatu yang didefinisikan tersebut (Nursalam, 2003:104). Penelitian ini menggunakan pengaruh tayangan berita kriminal terhadap prilaku mahasiswa. Informasi yang diperoleh melalui media televisi dapat mengendap dalam ingatan manusia lebih lama jika dibandingkan  dengan media lain. Hal tersebut di sebabkan adanya gambar/visualisasi bergerak sebagai tambhan dan kemampuan narasi penyiaran yang memiliki kemampuan untuk memperkuat ingatan manusia. hal tersebut di perkuat dengan melalui media televisi manusia mengandalkan 2 indra yaitu penglihatan dan pendengaran.
a.       Variabel X (bebas) tayangan berita kriminal di Indosiar (patroli)
Tayangan berita kriminal dalam penelitian ini adalah dalam program berita yang menayangkan tindak kriminal yang berupa pencurian, perampokan. Kekerasan, narkoba.
b.      Variabel Y (terikat) perilaku mahasiswa
Mahasiswa adalah sebutan bagi mereka yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi baik swasta maupun negeri.

Indikator Variabel
  1. Variabel bebas atau independent adalah tayangan berita kriminal, variabel ini diukur dari tinggi rendahnya pengaruh tayangan berita kriminal yang telah di lakukan mahasiswa.
1.      Pencurian
2.      Perampokan
3.      Kekerasan
4.      Pembunuhan/Bunuh Diri
5.      Miras dan Narkoba
  1. Variabel terikat atau dependent adalah perilaku mahasiswa terhadap tayangan berita kriminal.
1.      Tawuran
2.      Tidak jujur
3.      Tidak disiplin
4.      Emosional
5.      Ikut-ikutan

Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2011:92). Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini  menggunakan kuesioner (daftar pertannyaan). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan  atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efesien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden (Sugiyono, 2011:142).
Untuk mengukur kuesioner, digunakan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap seseorang terhadap suatu objek. Skoring jawaban reponden menggunakan Sekala Likert dengan nilai sebagai berikut:
a.                               Ya             : Y       = 4                   c. Kadang-kadang       : KK    = 2
b.                              Sering        : S        = 3                   d. Tidak                      : T        = 1

Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner (angket) dan dokumentasi, kusioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2011:142).
Dokumentasi adalah pengumpulan data yang berupa foto, dokumen, arsip, kliping, cerita atau surat yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial (Burhan, 2005:144).

Analisa Regresi
Analisa regresi adalah untuk membuat keputusan apakah naik atau menurunya variabel dependen dapat dilakukan melalui peningkatan variabel independen atau tidak (Sugiyono, 2011:260).
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengeruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Rumus yang digunakan dalam metode analisis regresi ini adalah sebagai berikut :

Y= a + b X
Y = variabel dependen
A = nilai rata-rata Y ketika nilai X = 0 (konstanta)
B = Koofesien regresi atau angka arah, yang menunjukan angka penurunan variabel dependen yang didasarkan pada perubahan variabel independen.
X = Nilai variabel independen

HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
Angkatan
Angkatan di bawah ini di golongkan menjadi tiga dimana angkatan 2009 yang terdiri dari semester 5, angkatan  2010 yang merupakan semester 3, dan 2011 semester 1. jumlah responden angkatan 2009, 28 responden dengan 38%, angkatan 2010 dengan jumlah 27 responden dengan 36%, angkatan 2011 dengan juamlah 19 responden dengan 26%



Interpretasi Data
Berdasarkan penyajian data, data-data tersebut dapat di interpretasikan sebagai berikut: Rekapituasi Data Variabel Bebas (dependent variabel) yaitu Tayangan Berita Kriminal.
Untuk mencarai kelas intervalnya menggunakan rumus berikut:
I   = 
     3
                 =     2610
     3
                 =     5.3
Diketahui intervalnya adalah:
a.         10      15,3 = 16 atau  22 %
b.        15.4   20.7 = 32 atau  43%
c.         20.8   26.1 = 26 atau  35%
Rekapitulasi Data Variabel Terikat (independent variabel) Perilaku Mahasiswa. Untuk mencarai kelas intervalnya menggunakan rumus berikut:
I   = 
     3
                 =     248
     3
                 =     5.3
Diketahui intervalnya adalah:
a.       8        13,3 = 51 atau  69 %
b.      13.4   18.7 = 15 atau  20%
c.       18.8   24.1 = 8   atau  21%
Dapat diketahui tayangan berita kriminal kurang mempengaruhi, hal tersebut diketahui dari analisis hasil tabulasi variabel (X) tayangan berita kriminal memiliki nilai persentasi 65%.
Sedangkan variabel (Y) meningkatnya perilaku mahasiswa hal ini dapat diketahui dari analisis variabel (Y) dengan persentase 89%. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa tayangan berita kriminal berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa.

Analisa Regresi
Analisa regresi dilakukan untuk menggunakan untuk memprediksikan seberapa besar pengaruh tayangan berita kriminal di indosiar (patroli). Analisa regresi menggunakan program manual Excel 2007. Berdasarkan hasil regresi, bahwa nilai F hitung (4,56) > F tabel (1,86) dengan demikian variabel tayangan berita kriminal (variabel X) dengan perilaku mahasiswa (Y) berpengruh nyata. Nilai Multiple R sebesar 0,244 menunjukan bahwa hubungan antara variabel X dan Y adalah 2,44% sehingga terdapat hubungan yang kuat.
Nilai R Square sebesar 0,060 membuktikan bahwa pengaruh variabel X dan Y adalah 0,60% sehingga pengaruhnya kecil, dan nilai Adjusted R Square sebesar 0.047 menunjukan bahwa pengaruh adalah 0.47% sehingga pengaruhnya kecil, artinya ada pengaruh tayanag berita kriminal terhadap perilaku mahasiswa (Y), dan dapat di simpulkan juga bahwa H1 di terima dan Ho di tolak.

Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.        Tayangan berita kriminal di Indosiar (patroli) berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung (4,56) ≥ F tabel (1,86).
2.        Besar pengaruh tayangan berita kriminal di Indosiar (patroli) terhadap perilaku mahasiswa dapat di lihat dari soal dan tabel-tabel Variabel terikat (Independent) yaitu 89%.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
Saran
Berdasarkan dari kesimpulan penelitian di atas, maka dapat diberikan saran sebagai berikut:
1.      Bagi Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Meningkatkan kedisiplinan terhadap mahasiswa yang kurang memperhatikan peraturan kampus, dan lebih menegaskan lagi kepada mahasiswa UNITRI untuk tidak bertindak semaunya sehingga dapat merugikan orang lain dan mengakibatkan kerusakan fasilitas kampus akibat perkelahian atau tindakan mahasiswa yang arogan.
2.      Bagi Mahasiswa
Mengikuti peraturan kampus yang sudah di tetapkan pihak kampus, belajar disiplin mulai dari dalam diri sendiri dan bertindaklah sebagai seorang Mahasiswa yang berintelektual.

DAFTAR PUSTAKA
Assegaff, Dja’far H. 1983. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Bungin, Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif, jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Effendy, Onong U. 1993. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung: Citra Aditya Bakti.
Effendy, Onong Uchayana. 1986. Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mondry. 2008. Pemahaman Teori Dan Praktik Jurnalistik. Bogor : Ghalia Indonesia.
Notoatmojo. 2003. Pengantar Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rhineka Cipta.
Nursalam. 2003. Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba.
Sugiyono. 2011.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2011. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

1 komentar: