Minggu, 24 Juni 2012

Materi 43, Pengantar Ilmu Pemerintahan, Klasifikasi Elite


43 Klasifikasi Elite.

Klasifikasi Golongan Elite yang memberikan pengaruh terhadap usaha pembaharuan:
1.       Elite Politik;
2.       Elite Administrasi;
3.       Elite Cendekiawan;
4.       Elite Dunia Usaha;
5.       Elite Militer;
6.       Elite Pembinaan pendapat;
Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, Mirrian Syofian, Muchtar Machmud, Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta, 1987, h. 1.212-1.22.

Elite politik:
Elite Politik adalah kelompok yang memperoleh pengesahan mengenai kehendak politik bangsa serta politik pembangunan di mana ditentukan arah yang akan dijalankan dalam pembangunan bangsa oleh pemerintah.

Elite Administrasi:
Elite Administrasi terlibat pula dalam perumusan kehendak politik. Tugas Elite  Administrasi  ialah untuk menterjemahkan keinginan-keinginan politik menjadi kebijaksanaan, rencana dan program-program pembangunan.

Elite Cendekiawan:
Elite cendekiawan, akan berpengaruh dalam masyarakat sangat tergantung  kepada pemikiran-pemikiran yang berorientasi kepada kebijaksanaan serta program-program pembaharuan atau pembangunan atau hubungannya dengan elite-elite lain.

Elite Dunia Usaha:
Elite Dunia Usaha, merupakan elite yang menguasai sumber-sumber ekonomi. Elite ini sangat berorientasi kepada kepentingannya sendiri.

Elite Militer:
Elite Militer, merupakan elite yang semakin mempunyai peranan yang besar sekali dengan mendapat otoritas pelaksanaan kebijaksanaan atau program serta stabilitas dan kontinuitas pembangunan. Kelompok ini telah mendapat legitimasi dari masyarakat.

Elite Pembinaan Pendapat:
Kelompok ini merupakan suatu kelompok yang tugas sehari-harinya menjadi penyalur informasi dan pembentuk pendapat masyarakat (public opinion). Kelompom ini dapat menjadi pencetus pembaharuan, penyalur pemikiran dan pendapat pula menjadi pengawas social terhadap jalannya proses politik dan proses administrasi.

Sumber:
Bintoro Tjokroamidjojo, Mirrian Syofian, Muchtar Machmud, Administrasi Pembangunan, Penerbit Karunia, Jakarta, 1987, h. 1.212-1.22.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar