Senin, 11 Juni 2012

Materi 7, OD, Organisasi Garis dan Staf


                7. ORGANISASI GARIS DAN STAF
               
Tipe organisasi garis dan staf pada umumnya digunakan untuk organisasi yang besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit.

Ciri-ciri organisasi garis dan staf adalah:
a.       Organisasinya besar dan bersifat kompleks;
b.      Jumlah karyawannya banyak;
c.       Daerah kerjanya luas;
d.      Hubungan kerja yang bersifat langsung tidak mungkin lagi;
e.      Pimpinan begitu pula sesame karyawan tidak lagi semuanya saling mengenal;
f.        Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara maksimal;
g.       Terdapat 3 komponen utama yaitu:
1.       Pimpinan, yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas  kelancaran organisasi dalam arti menentukan tujuan menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan-keputusan;
2.       Pembantu pemimpin atau staf: yaitu yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengendalian.
Pada organisasi garis dan staf yang besar terdiri 2 kelompok:
a.       Staf koordinasi atau biasa disebut “staf umum”, yaitu kelompok staf yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengawasan serta setiap saat memberikan nasehat-nasehat kepada pemimpin, diminta atau tidk diminta;
b.      Stak teknis, atau biasa juga disebut “staf khusus”, yaitu kelompok staf  yang memberikan pelayanan atau jasa-jasa kepada komponen pelaksana untuk melancarkan pelaksanaan tugasnya;
3.       Pelaksana: yaitu komponen organisasi yang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dari atas.

Kebaikan Organisasi Garis dan Staf:
1.       Dapat digunakan oleh setiap organisasi yang bagaimanapun besarnya, apapun tujuannya, bagaiamanapun luas tugasnya dan betapa komplekpun susunan organisasinya;
2.       Ada pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, staf dan pelaksanaan;
3.       Bakat yang berbeda-beda dari para karyawan dapat dikembangkan menjadi suatu spesialisasi;
4.       Prinsip penempatan “the right  man on the place” lebih mudah dilaksanakan;
5.       Pengambilan keputusan dapat juga berjalan cepat, karena walaupun harus banyak orang yang diajak berkonsultasi atau berunding, tetapi pimpinan dapat mengambil keputusan yang mengikat;
6.       Pengambilan keputusan yang sehat lebih mudah dicapai karena ada anggota-anggota staf yang ahli dalam bidangnya yang memberikan nasehat dan mengerjakan perencanaan yang diteliti;
7.       Koordinasi dapat juga dengan mudah dikerjakan karena sudah ada pembidangan tugas masing-masing;
8.       Disiplin dan moril para karyawan biasanya tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan bakat, keahlian dan pengalamannya;

Keburukan Organisasi Garis dan Staf:
1.       Rasa solidaritas para karyawan tidak begitu tinggi seperti dalam organisasi garis, karena pimpinan dan sesame karyawan tidak lagi saling mengenal;
2.       Bagi para komponen pelaksana tidak selalu jelas mana perintah dan mana nasehat, karena mereka dihadapkan pada dua atasan, yaitu:
a.       Atasan yang ditentukan dalam garis pimpinan (line of command) yang mempunyai kekuasaan mengambil keputusan dan hak untuk memerintah;
b.      Staf tingkat atas yang walaupun hanya yang berhak memberikan nasehat, perlu pula ditaati karena nasehat itu didasarkan pada keahlihan dan wewenang fungsionil.
Selain dari pada itu adal lagi petunjuk teknis dari staf khusus yang harus diturut karena secara teknis tidak dilanggar;
c.       Kalau koordinasi di tingkat staf tidak baik, maka dapat membingungkan unit-unit pelaksana dan dapat pula merupakan hambatan dalam pelaksanaan tugas.

Sumber bacaan:
Sarwoto, Dasar-dasar Organisasi dan Manajemen, Ghalia Indonesia, tanpa tahun, hal. 30-32.

  
               

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar