Selasa, 12 Juni 2012

Materi 49, EFK, Konsepsi Umum Kepemimpinan Etis


                                49 KONSEPSI UMUM DARI KEPEMIMPINAN ETIS

Kepemimpinan etis merupakan gagasan yang ambigu (bias) yang terlihat meliputi beragam elemen berbeda.

Amatlah berguna  membuat sebuah perbedaan antara etis dari seseorang pemimpin dengan etika dari jenis perilaku kepemimpinan tertentu (Bass & Steindlmeier, 1999). Kedua  jenis etika itu sulit dievaluasi.

Beberapa criteria adalah relevan untuk menilai pemimpin individual, termasuk nilai orang itu, tahapan pengembangan moral, maksud sadar, kebebasan memilih, penggunaan perilaku etis dan tidak etis, dan jenis pengaruhnya.

Para pemimpin yang terkenal biasanya memiliki campuran antara kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan criteria ini.

Satu kesulitan dalam mengevaluasi moralitas dan masing-masing pemimpin adalah subyektivitas yang melekat dalam menentukan criteria yang digunakan dan kepentingan relatifnya.

Penilaian mengenai etika dari sebuah keputusan atau tindakan tertentu dengan standar moral (cara), dan konsekwensi untuk diri sendiri dan orang lain (hasil).

Ketiga kriteria itu biasanya dipertimbangkan saling berhubungan, dan masalah umumnya adalah batasan di mana akhirnya membenarkan caranya.

Sebagai contoh, apakah penipuan itu dibenarkan saat tujuannya  adalah membantu orang lain menghindari bahaya pribadi yang serius ?

Standar moral yang digunakan untuk mengevaluasi  caranya meliputi batasan di mana perilaku pemimpin melanggar UU dasar masyarakat, menyangkal hak orang lain, membahayakan kesehatan dan kehidupan dari orang lain, atau melibatkan upaya untuk menipu dan mengeksploitasi orang lain demi keuntungan pribadi.

Contoh dari perilaku yang biasanya dianggap tidak etis di bangsa-bangsa Barat adalah memalsukan infomrasi, mencuri asset untuk penggunaan pribadi, menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dibuatnya sendiri, memancing permusuhan yang tidak perlu dan rasa tidak percaya di antara orang-orang, menjual rahasia kepada competitor, memperlihatkan sikap favorit sebagai hasil suap, dan melakukan hal-hal yang sembrono yang mungkin melukai orang lain.

Penilaian mengenai kepemimpinan etis agar  beragam lintas budaya, tetapi para peneliti telah menemukan bahwa beberapa jenis perilaku pemimpin (misalnya, mengeksploitasi pengikut) dianggap tidak tepat apapun budaya nasionalnya (Den Hartog et al, 1999).

Sumber:
Gary Yukl,  State University of New York at Albany, Kepemimpinan Dalam Organisasi, Edisi Kelima, PT Indeks, Jakarta, 2010, h. 480-481.
    
  

                               
                                               

0 komentar:

Posting Komentar